Artikel ini diambil dari: http://medinatart.com

Sebagian besar dari anda bukanlah seorang desainer interior, tapi sebagian besar dari anda adalah seorang manusia yang nantinya akan berkeluarga dan hidup dalam suatu rumah bersama, dan rumah tersebut akan menjadi tempat paling sering anda kunjungi bersama keluarga anda. Disana lah pentingnya anda menjadikan rumah menjadi tempat paling nyaman untuk berkumpul bersama, diskusi, bersilaturrahim, istirahat, dan lain sebagainya.

Salah satu cara menjadikan rumah anda nyaman, adalah dengan memberikan warna yang sesuai untuk rumah anda. Warna sesuai hanya dapat anda berikan jika anda mengerti tentang teori dasar warna-warna. Dalam artikel ini akan dijelaskan 10 teori dasar yang harus anda ketahui tentang warna.

A. Bagaimana cara menggunakan roda warna

Seperti layaknya trigonometri, anda mungkin belum tau banyak tentang roda warna. Tapi jika anda ingin benar-benar memahami warna, anda harus memahami roda warna terlebih dahulu. Secara sederhana roda warna memberikan anda informasi tentang warna-warna apa saja yang berbaur atau menyatu dengan baik jika digabungkan. Hal ini akan menghilangkan kebiasaan anda dalam menebak-nebak warna.

Kebanyakan model dikembangkan agar dapat memperluas cakupan warna. Tidak perlu khawatir jika anda belum hafal tentang skema warna pada roda warna tersebut, ada begitu banyak jenis roda warna dalam internet.

color-wheel1

color-theory

Primary artinya warna dasar, terdiri dari 3 warna yaitu Red (merah), Yellow (kuning) dan Blue (biru).

Complementary artinya warna yang saling berlawanan, ketika digabungkan warna-warna ini akan saling menghilangkan. Warna-warna complementary jika digabungkan juga akan menciptakan warna gray-scale seperti putih dan abu-abu.

Split-complementary adalah variasi dari warna complementary, sebagai tambahan untuk warna complementary dasar, split-complementary menggunakan 2 warna sebagai pelengkap untuk warna yang berlawanan.

Analog adalah 3 warna atau lebih yang saling berdampingan dan berdekatan satu sama lain, warna analog sangat cocok dan memberikan skema serta desain yang nyaman. Warna analog adalah warna harmoni, enak dilihat dan biasanya anda temukan dalam alam.

B. Tentang warna-warna primer

Warna primer adalah warna yang tidak dapat diciptakan melalui penggabungan warna-warna, mereka adalah merah, kuning dan biru. Warna-warna primer dapat digabungkan satu sama lain sehinngga menciptakan warna sekunder, seperti orange, ungu, dan hijau. Warna tersier dapat dibuat dengan menggabungkan warna primer dan warna sekunder.

primary-color-kitchen

C. Mengubah ruangan menggunakan warna netral

Setelah anda mengerti tentang warna dasar, sangat mudah bagi anda untuk menciptakan berjuta warna yang berbeda dalam satu rumah keluarga. Yang perlu anda lakukan adalah menggabungkan warna-warna tersebut dengan warna netral untuk membuatnya lebih terang atau gelap. Dalam ilmu desain interior, hal ini dikenal sebagai:

  1. Tint: Tindakan pencahayaan warna dengan menambahkan putih
  2. Shade: Tindakan menggelapkan warna dengan menambahkan hitam
  3. Tone: sedikit menggelapkan warna dengan menambahkan abu-abu

Banyak seniman merekomendasikan bereksperimen dengan warna dengan mencampurkan cat sampai anda merasakan bagaimana warna netral dapat mempengaruhi kondisi ruangan anda.

yellow-bedroom

D. Tentang temperatur warna

Anda mungkin sudah pernah mendengar bahwa warna memiliki suhunya sendiri. Ruang makan biasanya menggunakan warna-warna hangat, sementara teman anda di luar sana menggunakan warna-warna dingin dalam ruang tidurnya. Suhu warna ini juga menjelaskan dimana warna jatuh pada roda warna.

Merah, orange, dan kuning sering digambarkan sebagai warna-warna hangat. Mereka biasanya tampak lebih hidup dan seakan-akan membawa rasa aktif dan intim dalam ruangan. Sebaliknya, ungu kebiruan dan hijau adalah warna dingin. Mereka dapat digunakan untuk menghiasi kamar untuk tempat tenang beristirahat dan tempat untuk bersantai.

Ketika memilih warna untuk ruangan, anda juga harus memperhatikan ukuran ruangan. Menggunakan warna hangat pada ruangan yang sempit, membuat ruangan menjadi sedikit sesak, sebaliknya, menggunakan warna sejuk untuk ruangan yang luas dapat memberikan kesan kaku dan dingin.

warm-outdoor-seating

E. Skema warna complementary

Ketika anda kembali pada skema warna, warna complementary adalah yang paling simple. Anda hanya perlu mengambil 2 warna yang saling berlawanan pada roda warna. Biasanya satu warna bertindak sebagai warna yang dominan, dan warna lain sebagai pelengkap. Semakin kontras dua warna dipadukan, kesan hidup akan semakin tampak.

Combo 2 warna kontras ini baik digunakan dalam dosis kecil, atau saaat anda ingin menarik perhatian pada elemen desain tertentu. Anda dapat menggunakan warna ini untuk membuat suasana ruangan kantor menjadi lebih hidup.

Jika anda benar-benar ingin menggunakan warna complementary, anda harus menggunakan warna netral sebagai pelengkap, mereka akan menyediakan tempat bagi mata anda untuk beristirahat dan menjaga anda menjadi pusing.

complimentary-kitchen

F. Skema warna split-complementary

Jika anda menyukai ide skema complementary, tapi agak ragu karena mungkin warna tersebut terlalu berani bagi selera anda, split-complementary mungkin adalah pilihan yang lebih aman. Untuk membuat skema warna ini, anda harus menentukan dahulu warna dasar anda. Kemudian, bukannya memilih warna yang berlawanan, tapi anda akan memilih dua warna di kedua sisi yang berlawanan dengan warna dasar anda.

Kedua warna akan menyediakan keseimbangan yang dibutuhkan pada ruangan anda. Anda tetap mendapatkan kesan yang hidup dan berani, tanpa mengandalkan warna netral terlalu banyak.

kiki widyasari kamar anak

G. Skema warna analog

Skema warna analog menggunakan 3 warna berturut-turut pada roda warna. Biasanya, dua warna menjadi warna primer dan warna ketiga menjadi warna campuran dari 2 warna pertama dan warna sekunder. Misalnya anda memilih warna merah, oranye, dan kuning atau merah, ungu dan biru.

Kunci untuk menggunakan skema ini terletak pada proporsi. Sekali lagi 60-30-10, anda harus memilih satu warna sebagai warna dominan, satu warna untuk mendukung warna dominan, dan yang ketiga adalah yang paling hidup.

Menariknya, anda juga dapat membuat skema warna serupa dengan menggunakan warna netral, biasanya dikenal dengan sebutan warna kromatik, cukup memilih hitam, putih dan abu-abu sebagai pengganti warna cerah.

analogous-bath

H. Skema warna triad

Skema warna triad menggunakan tiga warna dengan spasi yang sama pada roda warna. Tiga warna utama (merah, kuning, biru), adalah contoh yang sempurna atau warna triad sekunder lainnya.

Jenis pengaturan skema warna ini memiliki kontras yang sangat tinggi dan sering menggunakan warna-warna murni (primer). Anda akan sering melihat skema warna ini di ruang tidur anak-anak atau ruang bermain.

Ketika anda benar-benar menggunakan skema warna ini, memperhatikan ruangan lain di dekat ruangan ini sangat penting. Anda sebaiknya jangan menempatkan 2 ruangan dengan skema warna triad berdampingan sekaligus, karena akan terlihat terlalu ramai. Pastikan ruangan sebelah menggunakan warna-warna yang lebih tenang dan netral.

triadic-kids-room

I. Skema warna tetrad

Setelah selesai dengan skema warna triad, kita beralih pada skema warna tetrad. Kita akan menyeimbangkan 4 warna kontras dalam ruangan. Skema tetrad juga kadang disebut sebagai skema persegi panjang, karena bentuknya pada roda warna.

Dalam skema ini, suhu warna memainkan peran yang sangat penting. Cobalah berfokus pada pilihan 2 warna hangat dan 2 warna sejuk.

tetradic-dining-room

J. Skema warna segi empat

Skema warna segi empat sangat mirip dengan skema warna tetrad. Tidak peduli dengan warna yang anda pilih, skema ini akan terdiri dari satu warna primer, satu warna sekunder, dan 2 warna tersier. Anda juga harus memvariasikan 4 warna dengan membuat 2 warna netral dan 2 warna sedikit lebih berani.

Sekali lagi, mirip dengan skema tetrad, anda akan memberikan perhatian pada warna sejuk dan hangat, tapi anda juga harus memperhatikan pilihan 1 warna yang akan menjadi dominan, sedangkan 3 pilihan lain sebagai aksen.

square-color-scheme

Sumber:

http://medinatart.com

http://freshome.com