Tokoh-tokoh Disney memang sudah tidak asing lagi bagi anak-anak hingga orang dewasa. Dalam dongeng Disney, semua kisah kehidupan berakhir bahagia selamanya.

Kalau dicermati lagi, sebenarnya karakter-karakter dalam dongeng Disney merupakan cerminan dari permasalahan manusia di dunia nyata.

Seperti adegan-adegan berikut ini yang memanfaatkan tokoh-tokoh Disney dengan berbagai karakter untuk menyindir permasalahan di dunia nyata.

Adegan tersebut dengan cerdas memadukan antara karakter dan masalah yang tak kunjung selesai di dunia nyata. Sebagai contoh, masalah rasisme, polusi, dan animal welfare.

Misalnya saja ada adegan di mana Putri Tiana dan ibunya menunggu di jalur bus terpisah, Ratatouille yang dijadikan alat pengujian hewan dan Ratu Elsa yang menghadapi pemanasan global.

Semua karakter dibuat seolah berharap masalah segera tuntas dan terjadi perubahan yang lebih baik di dunia nyata.

1Mulan dan Polusi

architecturendesign.net

Polusi kini menjadi salah satu masalah yang paling serius di muka bumi. Udara menjadi tercemar akibat polusi. Pasokan oksigen bersih jumlahnya kian berkurang.

Karakter tokoh Mulan ini digambarkan berada di negeri yang terkena dampak polusi. Dia harus mengenakan masker setiap hari di luar rumah agar terhindar dari penyakit akibat polusi udara.

2Penyiksaan Hewan

architecturendesign.net

Kamu pasti pernah menyaksikan hewan yang beratraksi di sirkus. Dalam pandangan mata kamu, hewan tersebut sangat luar biasa dan melakukannya dengan sukarela.

Tapi, ternyata realitas yang ada, hewan tersebut jelas-jelas disiksa. Mereka dipaksa melakukan apa yang manusia inginkan. Kalau tidak mau, maka cambuk sudah siap melecutnya dari tangan manusia.

Menyedihkan bukan?

3Ratatouille dan Percobaan Hewan

architecturendesign.net

Hewan-hewan seringkali menjadi bahan percobaan bagi para ilmuwan. Mereka disuntik dan dibunuh.

Ratatouille mungkin hanya ingin menyuarakan kepada manusia bahwa mereka juga berhak untuk hidup sesuai dengan batasan usianya.

4Putri Tiana dan Rasisme

architecturendesign.net

Putri Tiana dari film The Princess and The Frog berada dalam situasi rasisme pada pertengahan abad ke-20 di Amerika. Saat itu orang-orang berkulit hitam disingkirkan oleh orang berkulit putih.

Mereka yang berkulit hitam direndahkan dan dianggap tidak berdaya. Putri Tiana yang berada pada masa itu berusaha untuk bangkit dan mendapatkan hak sama seperti orang berkulit putih.

5Pocahontas

architecturendesign.net

Kasino merupakan bisnis perjudian yang nampaknya menggiurkan tapi sesungguhnya sangat merugikan. Tokoh Pocahontas ini berjalan melalui sebuah kasino, seolah melihat kasino sebagai satu musibah besar.

6Cinderella

architecturendesign.net

Tokoh Cinderella menggambarkan permasalahan di dunia yang tak kunjung selesai adalah soal kemiskinan. Ia berpakaian compang-camping dan robek.

7Putri Duyung

architecturendesign.net

Air laut terkena dampak limbah dari daratan. Manusia yang suka membuang sampah dan limbah sembarangan mengakibatkan air laut kotor.

Kamu mungkin ingat tokoh Ariel? Seorang putri duyung dari negeri Disney. Ia keluar dari laut dalam keadaan penuh lumpur.

8Beauty and the Beast

architecturendesign.net

Masalah manusia di dunia nyata berikutnya yakni krisis kepercayaan diri. Para wanitanya berlomba-lomba mempercantik diri melalui operasi plastik. Mereka seakan tidak mensyukuri apa yang Tuhan karuniakan.

Putri dari film Beauty and The Beast ini menggambarkan bagaimana ketika ketidakpercayaan diri pada perempuan muncul.

9Winnie the Pooh

architecturendesign.net

Hutan gersang dan gundul membuat tokoh kartun Winnie the Pooh prihatin. Dia tampak sedih menyaksikan kekeringan dan kegersangan akibat ulah manusia yang tak bertanggung jawab.

10Frozen

architecturendesign.net

Ratu Elsa terlihat sangat terpukul ketika es meleleh akibat pemanasan global. Tokoh Ratu Elsa ini melukiskan permasalahan terberat yang muncul di bumi sekarang adalah pemanasan global. Bahkan seluruh daratan es pun bisa mencair karena atmosfer bumi sudah terlukai.

11Mobil

architecturendesign.net

Entah bagaimana permasalahan di kota berupa kemacetan bisa teratasi. Bayangkan saja jika jumlah mobil ini bertambah hingga 50 tahun mendatang. Bumi akan semakin penuh.