Lama-lama orang indonesia akan banyak muncul namanya di dunia, tidak hanya bagi mereka yang ber ijazah tinggi dan bergelar doktor, tapi juga mereka yang masih kanak-kanak, yang tentunya mempunyai otak brilian.

Ya, belum lama ini memang muncul 2 anak SD dari semarang yang mempunyai otak brilian yang mampu merebut perhatian para ilmuwan dunia, mereka menciptakan lemari es tanpa listrik yang mampu menyimpan sayuran selama 7 hari.

Kalau ilmuwan saja sampai penasaran dengan mereka, tentu kita sebagai orang senegara harus tahu siapa mereka, yuuk disimak bareng-bareng.

1Arya dan Sanika

lombokpost.net

Ya, itulah kedua anak SD dari Kota Semarang yang mampu merebut hati dan membuat perhatian para ilmuwan dari berbagai negara. Bernama lengkap Arya Nardhana Syariendhar dan Sanika Putra Ramadhan.

Kedua siswa ini adalah siswa kelas 6 SD AL Azhar 14 Semarang.  Arya sendiri merupakan putra dari mantan sekaligus calon wali kota Semarang. Sedangkan sanika bukan dari anak pejabat seperti Arya.

Kedua siswa inilah yang mengharumkan nama Indonesia di ajang World Creativity Festival yang diselenggarakan di Korea Advanced Institue and Technology di Daejon Korea Selatan tanggal 17-18 Oktober lalu.

2Awal Ide

jateng.metrotvnews.com

Awalanyamereka searching di internet tentang penyimpanan buah dan sayur tanpa harus menggunakan lemari es listrik. Dari hasil itu mereka menemukan kalau pasir ternyata mampu menjaga suhu tetap stabil dalam waktu lama.

Setelah itu mereka mengembangkan ide dengan membuat lemari es tanpa listrik, caranya ternyata cukup mudah yaitu membuat dan menyiapkan boks yang terbuat dari sterefoam.

Di dalam boks tersebut diletakkan kaleng biskuit untuk tempat menyimpan buah dan sayur, kemudia di sekelilingnya diberi pasir dan air dingin.

Penelitian ini  dilakukan di rumah dan sekolah, dari hasil tersebut diketahui, buah dan sayur mampu bertahan selama 6 hari.

3Mengalahkan Peserta Dari 8 Negara

news.viva.co.id

Arya dan sanika berhasil menjadi 3 besar dan mengalahkan puluhan peserta dari delapan negara dan alat yang merek ciptakan ternyata membuat peneliti dan dosen KAIST terkesima.

Saat persentasi dengan menggunakan bahas inggris mereka tidak grogi, walau sempat power point nya tidak bisa diputar, tapi arya mencoba mengalihkan ke topik lain.

Alat ciptaan arya dan sanika tersebut kini dikumpulkan di Korea Selatan. Memang belum ada keputusan untuk mengembangkan penemuan mereka, tapi yang jelas mereka mampu berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia.