1Jenazah penumpang memegang kemudi kapal

Tim SAR gabungan menemukan korban wafat dunia dengan posisi memegang kemudi KM Rafelia 2. Perkiraan awal, jenazah itu adalah nakhoda kapal Bambang Surya Adi. Tetapi sesudah diidentifikasi, nyatanya jenazah I Gusti Made Suana (55). Penumpang lelaki asal Banjar Buruan, Tampaksring, Gianyar.

” Hasil olah rekonsiliasi yang dilakukan tim DVI Polda Jawa timur, jenazah ke lima yang di beri nomer B05 dinyatakan bukan nakhoda KMP Rafelia 2, berdasarkan property gigi palsu yang menempel di tubuh korban, ” kata Ketua Tim DVI KMP Rafelia dr Kompol Bambang Widiatmoko di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (6/3).

Kepastian ini sama dengan data ante mortem (AM) serta post mortem (PM). ” Sesuai AM dan PM, dan ciri khas yang menempel serta info keluarga mengenai gigi palsu itu, jadi bukan nakhoda. Mayat B05 yaitu I Gusti Made Suana, warga Gianyar, Bali, ” lanjutnya.

Jenazah Suana ada di belakang kemudi kapal. Waktu tim SAR menemukannya, korban dengan posisi memegang kendali.

” Posisi dia ada di belakang kemudi, sampai akhir hayatnya masih memegang kendali, ” kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Wahyu Endriawan. Demikian catat Antara.

Belum di ketahui kenapa ada penumpang yang ada di ruangan kendali, terutama posisi korban waktu diketemukan tengah memegang kendali kapal.

2Jumlah penumpang simpang siur

Merdeka. com – Jumlah awal penumpang berdasar pada manifest kapal yaitu 51 orang, dengan perincian 37 penumpang serta 14 kru kapal. Hal semacam ini merujuk dari data yang di keluarkan Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk, sesaat sesudah kapal terbenam.

” Untuk penumpang serta kru kapal di pastikan semuanya selamat karena sebelum terbenam sudah dievakuasi oleh kapal lain, ” jelas Kepala Syahbandar pelabuhan Gilimanuk Nyoman Delon, Jumat (4/3) sore.

Namun terakhir jumlah korban bertambah. Sesuai dengan data yang di keluarkan Posko Korban Kapal Rafelia 2, 76 penumpang selamat serta enam orang wafat dunia, yaitu mualim kapal Puji Purwono, sopir truk Agus Tiar, ibu beserta anaknya Masruroh serta M. Romlan, dan Suana. Sesaat jenazah nakhoda kapal Bambang SA diketemukan mengapung.

3Diduga evakuasi terlambat

KM Rafelia 2 pernah memberi informasi darurat ke STT Ketapang, Banyuwangi, saat kemiringan telah 10 derajat. Waktu itu, kapal dianjurkan untuk mencari pantai paling dekat.

” Untuk data sementara, peristiwa sekitar jam 12. 30 WIB, kapal pergi dari Pelabuhan Gilimanuk. Jam 12. 45 WIB, Nakhoda Komunikasi dengan STT Ketapang diindikasi kemiringan telah 10 derajat. Potensi kemiringan selalu, lalu anjuran dari STT, mencari pantai paling dekat, ” ucap Humas Pemkab Banyuwangi, Rahmawati Setyoardinie.

Rahmawati meneruskan, sekitar jam 12. 50 WIB, nakhoda memohon izin mendarat. Tetapi pada jam 13. 09 WIB, kapal terbenam.

Diduga, evakuasi terlambat datang hingga beberapa korban pada akhirnya tak terselamatkan.

Evakuasi beberapa korban oleh tim SAR paduan dibantu semua KMP, beberapa nelayan, dua Patkamla serta satu perahu karet Lanal Banyuwangi, kapal patroli Polair.

SHARE