news.cision.com

3 Malaikat Kecil Pengubah Dunia yang Bisa Menjadi Inspirasimu

Posted on

Saling berbagi kepada sesama merupakan suatu keindahan tersendiri dalam hidup bermasyarakat. Di antara kita ada yang memiliki rezeki yang begitu melimpah, namun ada juga sebagian di antaranya yang memiliki keterbatasan. Maka saling berbagi merupakan solusi untuk menyeimbangkannya.

Ada orang-orang di sekitar kita yang barangkali untuk makan saja mereka kesulitan. Ada juga yang tidak memiliki rumah hingga harus menggelandang di jalanan. Atau sebagian lagi tidak dapat berobat ketika sakit karena keterbatasan materi.

Namun di era saat ini, kompetisi dan egosentris membuat sebagian orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Tak peduli lagi, apakah tetangga di depan atau sebelah rumahnya bisa makan atau tidak. Yang dipedulikannya hanya urusan dirinya yang mungkin sudah pada pemenuhan kebutuhan tersier.

Walau demikian, kita tetap bisa menemukan orang-orang yang melakukan kepedulian dengan begitu mempesona. Beberapa diantaranya seperti bisa kita lihat dari ketiga anak yang berasal dari Amerika ini. Kita bisa belajar dan mengambil inspirasi dari kisah hidup mereka.

Katie Stagliano, Petani dan Sociopreneur Cilik

blog.honest.com
blog.honest.com

Bermula saat berusia 9 tahun, Katie mendapat tugas rumah untuk merawat dan memelihara sayuran kubis. Tak dinyana, kubis yang dirawatnya dapat tumbuh hingga seberat 40 kilogram. Kubis itu kemudian dibawanya ke dapur umum sekolah untuk dimasak dan dibagikan.

Tidak kurang dari 275 orang bisa menikmati hasil panen Katie. Sejak saat itulah Katie memiliki keinginan untuk bisa membantu banyak orang dengan menanam sayuran. Sekolah pun memberi kesempatan kepadanya untuk mengolah lahan menjadi ladang pertanian.

patch.com
patch.com

Setelah 6 tahun berjalan, kini Katie telah mengolah lebih dari 75 lahan pertanian dengan hasil penjualan mencapai 200.000 dolar Amerika untuk kepentingan sosial. Jika kamu ingin mendapatkan informasi lebih lengkap dan berdonasi, bisa membuka katieskrops.com.

Hailey Fort, Membuat Rumah Tunawisma

thespiritscience.net
thespiritscience.net

Apakah mungkin seorang anak perempuan berusia 9 tahun memberikan sebuah rumah untuk tunawisma? Sebagian besar orang barangkali menyangkalnya. Namun hal ini benar-benar terjadi, tepatnya di Washington, Amerika Serikat.

Hailey Fort, di usia 9 tahun telah membuatkan rumah mungil untuk ditinggali tunawisma. Bahkan hampir seluruh konstruksinya dibuat dengan kedua tangannya sendiri. Menurutnya, merasa tidak benar jika ada orang yang tidak punya tempat tinggal. Semua orang seharusnya memiliki rumah.

Kepeduliannya itu tak lepas dari pendidikan sang ibu yang mengenalkan konsep berbagi sejak kecil. Pada usia 5 tahun Hailey pernah bertanya tentang cara menolong tunawisma. Setelah itu ibunya mengajak Hailey ke supermarket untuk membeli beberapa makanan dan diberikan pada tunawisma.

Tak main-main, rumah yang dibuat Hailey sudah lengkap dengan lampu bertenaga surya, dinding tahan air, pintu depan lengkap dengan kunci, atap yang bisa menahan air hujan, juga roda yang dapat dibawa ke manapun si tunawisma berjalan. Biayanya sekitar 4 juta rupiah per unitnya.

Alex Scott, Es Lemon untuk Anak Penyandang Kanker

values.com
values.com

Alexander Scott, seorang bocah yang telah mengukir cerita mengagumkan dan mengharukan yang dapat menggetarkan batin kita. Betapa tidak, di usianya yang masih anak-anak, dirinya harus berjuang melawan kanker neuroblastoma.

Dokter telah memvonis bahwa dirinya memiliki peluang yang kecil untuk dapat bertahan dan tumbuh dewasa. Walau demikian, pada suatu hari Alex berujar kepada keluarganya untuk membantu dokter menemukan obat untuk menyembuhkan anak lainnya melawan kanker.

Lalu, apa yang dilakukan Alex? Dirinya kemudian membuat stand dan berjualan lemon agar uangnya digunakan tim dokter untuk melakukan penelitian kanker. Awal berdiri, ia menghasilkan 2000 dolar Amerika Serikat dan disumbangkan semuanya ke pihak dokter tempat dirinya berobat.

Sampai di usia 8 tahun, tepatnya Agustus 2004, Alex menghembuskan nafas terakhirnya. Namun, Yayasan Alex’s Lemonade Stand Foundation yang berkembang dari sebuah stand penjualan jus lemon telah mengumpulkan 20 juta dolar untuk membiayai 200 riset tentang kanker anak.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *