Perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga memang banyak sekali terjadi, hampir tiap hari selalu ada kasus semacam ini. Tentu bagi masyarakat tidak begitu berpikir kenapa hal itu bisa terjadi. Yang mereka tahu pasti salah satunya selingkuh atau khianat.

Uniknya hal itu terjadi bagi mereka yang dahulunya pacaran romatisan seperti anak muda, sebelum menikah mereka sudah merasakan cinta, sudah bahagia, seperti tidak berpikir nanti ketika menikah justru akan tambah bahagia.

Tapi kasus seperti itu sangat jarang terjadi bagi mereka yang dahulunya memalui proses pernikahan dengan taaruf, perkenalan tanpa pacaran.

Uniknya mereka yang taaruf ini tidak merasakan bunga cinta sama sekali, kok merasakan, kenal atau karab saja mungkin tidak.

Mungkin sedikit menjadi pertanyaan bagi kita, padahal logikanya mereka yang mencintai sejak dini semakin lama semakin besar ketika berumah tangga, beda dengan orang yang belum punya rasa apapun dan membangun rumah tangga atas dasar bukan cinta.

Penasaran? Inilah jawaban kenapa mereka yang melakukan pernikahan lewat taaruf lebih awet cintanya daripada pernikahan lewat pacaran.

1Prinsip Menjaga Diri dari Kesia-siaan

ikhwancut.com

Mereka yang melakukan pernikahan dengan cara taaruf tentu hidupnya dulu ketika lajang tidak pacaran. Karena pacaran bagi mereka tidak ada gunanya, sia-sia, bahkan bisa terjerumus dalam dosa.

Prinsip menjaga diri ini terpatri dalam kehidupan mereka, mereka menahan diri dari pacaran yang katanya begitu nikmat.

Memang betul itu sebuah nikmat tapi bagi mereka yang menjaga diri, nikmat akan sangat terasa nikmat ketika dilakukan di saat waktu yang tepat.

Prinsip ini pun akan dibawa terus bagi mereka, sehingga mereka menjadi orang yang punya prinsip bagus, pendirian yang kuat dan itu sangat bagus untuk menjadi pondasi menuju sebuah pernikahan.

2Pernikahan Menjadi Amanah Bagi Mereka

sorayawedding.net

Mereka yang mempunyai prinsip lajang sampai halal, tentu menjadikan pernikahan tidak hanya karena sekedar menghalalkan hubungan saja, bukan hanya sekedar untuk memenuhi nafsu belaka, bukan sekedar meresmikan cinta saja.

Tapi yang lebih utama bagi mereka pernikahan adalah amanah yang besar yang akan dipertanggung jawabkan kelak di akhirat. Itulah kenapa pernikahan mereka yang menikah dengan taaruf terasa lebih sakral, lebih indah dan membawa perasaan yang mendalam.

Tak jarang mereka yang mengeluarkan air mata karena saking terharunya, saking senangnya. Dia memegang tangan satu sama lain disaat semua sudah halal, di saat hari bahagia mereka, walau belum ada cinta tapi itu merupakan sensasi yang luar biasa.

3Mereka Tidak Jatuh Cinta Tapi Membangun Cinta

blogger.com

Yang unik dalam sebuah taaruf adalah mereka bisa dikatakan belum ada cinta walaupun sudah menikah. Bisa dibayangkan tidak? Mereka menikah bukan karena cinta pada pasangannya, sungguh bukan.

Mereka juga tidak jatuh cinta pada pandangan pertama, tidak jatuh cinta layaknya seorang pria tertarik pada wanita, tidak jatuh cinta karena sebuah perhatian dan rayuan, tidak jatuh cinta karena fisiknya atau kecerdasannya.

Sungguh mereka tidak jatuh cinta yang biasanya terjadi di waktu yang cepat, tapi mereka membangun cinta di waktu yang tepat.

Bangunan cinta ini dimulai dari perkenalan saat awal pernikahan, atas dasar pondasi iman terus dibangun melewati ujian perkenalan, ujian masalah keluarga, ujian anak, ujian ekonomi dansebagainya.

Dari sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, selangkah demi selangkah ujian diterima sambil terus membangun cinta di keluarga atas dasar iman dan tanggung jawab pernikahan yang begitu besar. Tentu jadinya semakin lama semakin besar cintanya.

Berbeda dengan orang yang jatuh cinta duluan, merasakan manis nya duluan, merasakan bahagia duluan, akhirnya tidak kuat dengan ujian dan cinta yang mereka punya luntur seperti warna tersiram hujan.

4Tujuan Hidup Mereka Bukan Dunia Tapi Akhirat

musmus.me

Dalam pernikahan dengan proses taaruf biasanya  mempunyai tujuan sama, visi yang sama dan melakukan misi bersama-sama.

Tujuan mereka bukan hanya kemewahan, kesejahteraan dan kenyamanan di dunia, tapi mereka juga tujuan di akhirat kelak nantinya.

Dengan tujuan seperti itu tentu pernikahan akan sangat kuat, tidak mudah goyah, tidak mudah berubah arah dan hebat dalam menghadapi masalah.

Mereka tidak akan gentar dengan masalah karena urusan dunia, urusan ekonomi, masalah keluarga atau pun masalah teknis yang memang bukan masalah sesungguhnya.

Membangun pernikahan dengan prinsip dari awal, membangun cinta dengan pondasi keimanan dan mempunyai tujuan dan visi yang sama yaitu akhirat menjadi alasan yang kuat kenapa pernikahan karean taaruf lebih awet daripada pernikahan karena pacaran.

Semoga bermanfaat ya