Masih ingat ketika kamu berwisata ke pantai?

Salah satu kegiatan seru yang dapat dilakukan adalah bermain pasir. Hal-hal seperti membangun istana pasir, membuat bendungan air laut, atau bermain lempar pasir dapat menjadi pilihan selain bermain air laut. Lagipula banyak pantai yang melarang pengunjungnya untuk berenang di laut.

Saat bermain pasir, pernahkah kamu bertanya-tanya dari mana asalnya pasir pantai? Tidak mungkin juga pasir-pasir itu dibawa oleh truk pengangkut pasir. Selain itu, warna pasir di setiap pantai pun berbeda-beda. Bagaimana itu bisa terjadi?

Jawabannya cukup mudah, bisa kamu temukan di sekitar pantai tempat kamu berkunjung. Bumi terbentang begitu luas. Segala jawaban atas pertanyaan itu sudah terpampang, Cobalah untuk membayangkan proses yang terjadi di alam sekitarmu.

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan warna pasir pantai.

1Bebatuan di Sekitar Pantai

blog.misteraladin.com

Pasir adalah material yang berasal dari proses penghancuran batu secara alami dengan waktu yang sangat lama. Tidak semua material batu yang terkikis kemudian menjadi pasir. Namun hanya bagian yang keras lah yang berubah menjadi pasir. Selebihnya larut bersama air.

Mungkin sebagian dari kamu berpikiran bahwa pasir serta merta mucul dari batu yang terhantam gelombang. Padahal tidak mutlak seperti itu. Batu berubah menjadi pasir lebih disebabkan adanya pelapukan selama ratusan hingga jutaan tahun.

Banyak hal yang menjadi faktor pelapukan ini. diantaranya seperti perubahan suhu yang drastis, cuaca yang berubah-ubah, tiupan angin yang kencang dan faktor alam lainnya.

Mudahnya, kamu dapat mengetahui asal muasal pasir di pantai dari bebatuan di sekitarmu seperti tebing dan bukit yang ada di sana. Seperti tebing yang secara terus menerus terhempas ombak, kemudian mengalami erosi atau pengikisan.

Serpihan-serpihannya terbawa ombak dan menumpuk di tepian pantai. Jadi, biasanya kalau warna perbukitan atau tebing di sekitar pantai berwana putih. Warna pasir pantainya pun biasanya juga berwarna putih.

2Material yang Dibawa Sungai ke Muara

nyozee.com

Air sungai mengalir dari hulu ke muara. Selama perjalanan menuju muara, pastinya air sungai akan melewati banyak bebatuan yang juga mengalami pelapukan sehingga kikisannya pun mengikuti aliran air sungai menuju muara.

Pengikisan ini biasanya dari gesekan antara arus sungai dengan batuan lainnya. Bisa juga disebabkan perubahan cuaca yang membuat bebatuan mudah lapuk dan hancur menjadi butiran-butiran kecil. Setelah sampai muara, butiran-butiran itu telah menjadi material yang sangat halus.

Proses ini berlangsung selama ribuan tahun dan sampai sekarang terus berlangsung. Coba bayangkan berapa ton material yang terbawa aliran air sungai hingga ke pantai. Sebagian material yang tidak larut oleh air akan mengendap bersama material lainnya di pantai.

3Material yang Berasal dari Gunung Berapi

nyozee.com

Ada yang heran bagaimana bisa lava gunung berapi bisa sampai di pantai. Padahal jaraknya dengan pantai tidak bisa dibilang dekat. Jawabannya ada pada sungai. Sungai lah yang membawa berbagai material vulkanik yang berada dekat sepanjang hulu hingga akhirnya bisa sampai pantai.

Ciri adanya material vulkanik yang berada di pantai dapat ditandai dengan adanya pasir hitam yang mengelilinginya. Material berupa bebatuan berwarna hitam tersebut merupakan lava gunung api yang mengalir ke laut kemudian mengeras.

Salah satu contohnya adalah Pantai Parangtritis. Pasir pantai yang ada di sana memiliki warna dominan hitam. Hal ini dipengaruhi oleh keberaan Gunung Merapi yang menghasilkan material vulkanik dalam jumlah besar. Bahkan aliran lavanya pernah mengalir hingga ke pantai selatan Yogyakarta.

4Serpihan Bangkai Biota Laut

nyozee.com

Keberadaan jutaan jenis biota laut yang beraneka jenis dan warnanya juga dapat menjadi faktor warna pasir pantai. Biota laut seperti ikan dan karang rupanya dapat menjadi material penyusun pasir pantai. Sebagaimana terumbu karang yang dapat terkikis oleh gelombang air laut.

Biota lainnya adalah hewan laut yang memiliki cangkang. Biasanya setelah mereka mati dan meninggalkan cangkangnya, dalam waktu yang cukup lama cangkang tersebut pecah dan menjadi material penyusun pasir di pantai.

Contohnya seperti Pantai Merah Muda di Lombok. Warna pantainya yang merah muda berasal dari campuran serpihan karang yang terkikis, cangkang kerang yang telah hancur dan cangkang hewan mikroskopis bernama Foraminifera yang memiliki cangkang berwarna merah cerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here