Yogyakarta adalah kenangan. Kata Yogya bukan hanya mengandung kenangan soal makanan, tempat wisata, romantisme, budaya dan eksotismenya. Namun semua kenangan termaktub dalam kosakata Yogyakarta itu sendiri.

Setiap sudut di Yogyakarta bisa membangkitkan kenangan. Terutama bagi mereka yang pernah singgah hidup beberapa tahun di kota itu. Salah satu momen yang selalu membekas dalam diri orang-orang yang pernah bersentuhan dengan Yogya adalah Ramadhan. Ramadhan memang istimewa. Ramadhan di Yogyakarta jelas jauh lebih istimewa.

Ramadhan di Yogyakarta tidak pernah sepi. Jika Ramadhan bertepatan dengan libur mahasiswa, populasi Yogyakarta seolah tak berkurang. Masih banyak mahasiswa yang bertahan di Yogya. Karena Ramadhan di kota itu amat sayang untuk dilewatkan.

Takjil Gratis Bertebaran

takjil-buka-puasa-bersama-di-masjid-raya-makassar_20150622_160745

Bagi mahasiswa takjil berbuka gratis amat penting. Yak, amat sangat penting. Selain keberkahan, silaturahim dan semua dimensi spiritual lainnya, takjil di Yogyakarta jelas berdimensi finansial. Apalagi judulnya gratis. Banyak masjid di Yogyakarta yang menyediakan takjil berbuka gratis.

Bedanya, bukan hanya takjil berupa makanan ringan sekadar pembatal puasa namun rata-rata takjil makan besar. Berkah dapat, kenyang insyaAllah. Selain itu kebanyakan takjil buka bersama didahului dengan kajian menjelang buka bersama. Ustadz dan ulama di Yogyakarta dan ilmunya amat luas bisa kita nikmati setiap hari.

Bahkan kita bisa menjadwal setiap hari di masjid mana kita akan berburu buka puasa gratis. Disesuaikan dengan jadwal dan tema kajian yang menarik pada saat itu. Masjid-masjid di sekitar kampus di Yogyakarta mungkin yang paling banyak menyediakan takjil buka gratis. Mungkin mereka paham, para mahasiswa di Yogya jika tidak disediakan takjil gratis bisa berubah statusnya menjadi mustahik.

Uniknya ada beberapa masjid yang menyediakan menu makanan yang khas. Seperti salah satu masjid di Jalan Kaliurang depan restoran Padang yang namanya Sederhana namun harganya amat rumit bagi mahasiswa. Menu takjil di masjid tersebut terkenal dengan menu enak dan menengah ke atas.

Kalau mau menu standar namun ketersediaannya cukup banyak bisa mencoba di Masjid Kampus UGM. Jika ingin menikmati kajian dan tempat yang nyaman masjid di utara UGM dan UNY di daerah Deresan bisa jadi solusi.

Majelis Ilmu yang Tak Pernah Sepi

Kajian Aa Gym 30 Mei 2016

Swalayan dan pasar mungkin ramai saat Ramadhan. Namun masjid-masjid di Yogyakarta tak kalah ramai. Kampus-kampus makin semarak. Sekolah-sekolah seolah hidup 24 jam.

Masing-masing mengadakan aneka kegiatan buat memeriahkan Ramadhan. Terutama memperbanyak kajian-kajian yang bisa berlangsung hampir 24 jam. Bakda Subuh, rata-rata ada kultum. Pengisinya pun para akademisi, ustadz nasional, tokoh besar asal Yogyakarta dan orang-orang berkompeten lain.

Jam 6.00 WIB kajian-kajian intensif juga digelar selama 30 hari. Rata-rata kajian tematik berseri seperti tafsir Alquran dan membahas kitab-kitab. Beberapa pondok mahasiswa mengadakan kajian ini dan dibuka untuk umum.

Agak siangan ada seminar, workshop, talkshow dan sebangsanya yang digelar Ramadhan di Kampus di beberapa kampus di Yogyakarta. Materinya macam-macam. Mulai dari bagaimana teknik melamar gadis secara Islami sampai membicarakan masalah Islam dan ekonomi makro yang kerap bermasalah itu.

Sore hari saatnya kajian menjelang berbuka puasa. Biasanya paling ramai kajian jenis ini. Para mahasiswa “kalong” yang mengklaim mereka sepanjang hari beribadah (baca: tidur) sudah bangun. Mereka butuh asupan ruhani dan juga nutrisi tentu saja.

Malam harinya ceramah tarawih menjadi favorit. Mulai dari menteri, rektor, ustadz yang sering muncul di televisi bergantian mengisi ceramah tarawih di masjid-masjid besar di Yogyakarta. Silahkan tinggal pilih.

Lebih malam lagi ada tadarusan, dan tabligh akbar jika menjelang momen nuzulul quran. Ustadz-ustadz nasional dari ustadz yang beneran sampai ustadz selebritis dihadirkan ke Yogya.

Saatnya Berburu Kuliner

jalur-gaza-12

Jika kamu memang memiliki azzam yang amat kuat untuk mencari kuliner di Yogya selama Ramadhan tak usah bingung. Ada macam-macam (dalam artian amat sangat banyak macamnya) jenis makanan Nusantara, Barat, Timur Tengah, Timur Banget dll yang tersedia menjelang berbuka puasa.

Spot-spot seperti bawah Masjid Kampus UGM, Kampus UNY, Condong Catur, Deresan, Selokan Mataram sampai Jalur Gaza. Beneran Jalur Gaza. Biasanya memang setiap Ramadhan , Jalur Gaza turut “pindah” sejenak di Yogyakarta.

Jalur Gaza di Yogyakarta yang terletak di Jl. Sorogener, Nitikan, Sorosutan, Kec. Umburharjo ini justru dikenal dengan wilayah yang menjajakan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Jalur Gaza itu singkatan dari, jajanan lauk, sayur, gubug ashar zerba ada.

Selain itu banyak restoran, cafe yang disesaki anak-anak muda untuk agenda bukber. Kalau cari tempat bukber mungkin bookingnya harus jauh-jauh hari. Kebanyakan sudah penuh. Siapa cepat dia kenyang.

Buka Bisnis Sendiri

takjil 250809

Jika kamu tak suka berburu kuliner, mungkin kamu lebih suka diburu. Maksudnya, Ramadhan di Yogyakarta memberi kesempatan munculnya para entrepreneur muda yang baru. Kamu bisa mendadak berubah dari Mahasiswa Kedokteran menjadi penjual pisang ijo. Cukup bermodal meja, cetak banner Rp 90 ribu, kamu bisa ambil tempat jualan dan resmi menjadi seorang wirausahawan.

Kalau mau yang lebih besar kamu bisa usaha katering. Menyediakan makanan berbuka dan sahur bagi mahasiswa yang malas cari makan keluar. Atau kamu jualan jilbab dan pernak perniknya. Maklum banyak yang mau tobat saat Ramadhan datang. Ramadhan memang bulan berkah dalam arti berkah melimpahnya rezeki.

SHARE
Penulis Freelance, tinggal di Depok