Dalam agama Islam, terdapat beberapa ritual ibadah yang memiliki efek pada roda perekonomian masyarakat, selain juga untuk menambah kedekatan diri kepada Sang Pencipta. Salah satu ibadah tersebut adalah perayaan Idul Adha atau Idul Qurban dengan menyembelih hewan kurban.

Idul Adha sendiri diperingati untuk mengingat peristiwa kurban dimana Nabi Ibrahim yang diberikan mandat dari Allah untuk mengorbankan putranya Ismail sebagai tanda penghambaan secara total kepada-Nya. Dan pada akhirnya digantikan dengan domba oleh Allah sebagai pengganti putranya.

Hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Bulan Dzulhijjah. Persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Idul Adha juga merupakan puncak dari ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Karenanya, di Indonesia juga sering disebut dengan Lebaran Haji.

Menjelang momen perayaan Idul Adha, permintaan hewan kurban berupa sapi, kambing dan domba di Indonesia meningkat. Khususnya di wilayah perkotaan. Biasanya para peternak dan pedagang hewan kurban yang menjemput bola atas peluang tersebut.

Mereka kemudian membuka lapak-lapak hewan kurban di pusat keramaian kota seperti di lahan-lahan kosong di pinggir jalan raya. Dengan cara ini calon pembeli dapat lebih mudah mencari dan memilih hewan kurban yang dikehendakinya.

Bagi para pedagang hewan kurban, mereka harus bergerak cepat untuk menjual dan menghabiskan stok jumlah hewan kurbannya. Oleh karena itu, para pedagang ini melakukan usaha-usaha ekstra agar hewan kurban yang mereka jajakan laku keras. Seperti beberapa hal berikut ini.

1Memutar Lagu Campursari

tunesku.com

Tahun 2001 yang lalu University of Leicester pernah membuat penelitian tentang sapi perah. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa memutar lagu-lagu bertempo pelan dapat membantu memaksimalkan jumlah susu yang dihasilkan.

Rupanya hasil penelitian ini hanya beda tipis dengan apa yang dilakukan oleh Suyatno, seorang pedagang hewan kurban di Surabaya. Menurutnya, seperti dilansir dalam sebuah media lokal, bahwa musik campursari yang diperdengarkan membantu sapi-sapinya menjadi gemuk.

Suyatno melanjutkan, katanya musik campursari mampu membuat suasana kandang menjadi tenang. Sehingga saat perut selalu kenyang dan tidak stress, proses penggemukan sapinya dapat berjalan secara optimal.

2Memijat

faberalzatiphotographer.com

Cara yang satu ini juga dipercaya mengurangi tingkat stres hewan kurban. Bahkan dapat membuatnya selalu nyaman. Yaitu dengan memijat. Seperti halnya yang dilakukan oleh para pedangang hewan kurban di Jalan Wiyung, Surabaya.

Mereka mengggunakan jasa tukang pijat khusus untuk memijat hewan kurban yang mereka jual. Seperti pengakuan salah seorang tukang pijat yang sudah puluhan tahun menawarkan jasa pijat hewan bernama Wagiran.

Menurutnya teknik yang dia gunakan untuk memijat hewan kurban seperti sapi atau kambing memiliki prinsip yang hampir sama seperti memijat manusia. Sebelum dipijat, sapi atau kambing terlebih dahulu diberi air perasan jeruk nipis. Kemudian pijatan dimulai.

Tahapan pemijatan diawali dari daerah sekitar kaki, kemudian naik ke bagian tubuh dan berlanjut seterunya hingga sampai kepala. Setelah pemijatan, hewan kurban diyakini bisa lebih rileks dan sehat.

3Menyalon

dreamstime.com

Ada lagi cara unik yang ditawarkan oleh para penjual hewan kurban kepada para pembeli seperti yang dilakukan oleh Margo Santoso, pedagang hewan kurban di Semarang, Jawa Tengah.

Selain menawarkan pilihan hewan kurban yang bagus-bagus, dirinya juga memberikan layanan ekstra dengan menyalon kambing yang telah dibeli oleh para konsumen sebelum dikirim ke tempat tujuan.

Dirinya menyiapkan tempat terbuka di sekitar kandang kambing tempatnya berjualan khusus untuk menyalon kambingnya. Di tempat tersebut kambing yang akan dikirim kemudian dimandikan, diberi sabun dan shampo.

Layanan salon kambing semacam ini menurutnya sangat bermanfaat, khususnya di saat cuaca panas. Dengan disalon, kambing juga lebih terawat dan terjaga kesehatannya. Kutu-kutu yang mengganggu pun dapat dienyahkan.

4Memanfaatkan Tenaga Pemasar Perempuan (SPG)

youtube.com

Lain lagi yang dilakukan oleh Haji Doni. Pedagang sapi untuk kurban yang diberi nama Mall Sapi Qurban di Depok ini merubah bekas showroom mobil menjadi tempat menjual sapi. Dia juga merubah dekorasi tempat usahanya setiap tahun secara tematik.

Tidak hanya itu, dia juga menempatkan beberapa orang perempuan yang berprofesi sebagai SPG untuk menemani para calon pembeli melihat-lihat hewan kurban yang dijual. Uniknya lagi, para SPG ini rupanya dibekali dengan tablet yang berfungsi untuk memindai barcode sebagai identitas sapi.

Penjual bisa mendapatkan informasi lebih rinci lagi untuk masing-masing sapi yang dijual melalui mbak-mbak SPG tersebut.