Alien merupakan sebutan bagi makhluk asing yang memiliki sifat menyerupai manusia yang memiliki akal dan dipercaya memiliki sebuah peradaban tersendiri. Asalnya dari luar angkasa atau planet selain bumi, tempat manusia hidup dan membangun peradaban.

Keberadaan alien muncul atas berbagai kesaksian yang disampaikan oleh orang-orang yang mengaku pernah melihat langsung sosok mereka dan diperkuat dengan hipotesis para ahli antariksa yang selama ini meneliti seluk beluk luar angkasa. Salah satunya kehidupan yang mungkin juga ada di planet lainnya.

Nah, bagi kamu yang penasaran di mana saja kemungkinan adanya kehidupan di luar angkasa, khususnya alien. Berikut ini tempat-tempat yang diduga oleh para ahli sebagai tempat tinggal para alien.

1Meteorites

en.wikipedia.org

Sudah ada sekitar 22.000 penemuan meteorit di Bumi dan banyak diantaranya mengandung senyawa organik. Hal ini menurut sebagian ahli mengindikasikan bahwa ada kehidupan di tempat meteorit tersebut berasal.

Salah satu meteorit yang hingga kini masih menjadi perdebatan adalah meteorit yang berasal dari Planet Mars. Ditemukan di Antartika pada tahun 1996, meteorit ini memunculkan dugaan adanya kehidupan yang kira-kira sudah ada sejak 3,6 miliar tahun lalu di planet merah tersebut.

Selain meteorit dari Mars, juga ditemukan meteorit yang berasal dari material luar angkasa yang lain seperti planet dan satelit alami lainnya yang memasuki atmosfer bumi.

2Mars

universetoday.com

Sampai saat ini, Planet Mars menjadi objek penelitian menarik bagi para ahli antariksa. Keberadaannya yang dekat dengan Bumi dan memiliki atmosfer sebagaimana planet tempat kita hidup menjadikan Mars dipercaya terdapat kehidupan organisme oleh sebagian ahli.

Namun, hasil dari penelitian puluhan tahun justru menjauhkan dari dugaan tersebut. Hal ini disebabkan temuan permukaan Mars yang hanya berupa padang gersang dan tandus. Juga tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan dalam bentuk yang paling sederhana sekalipun.

Namun belakangan hipotesis yang berkembang, bahwa Mars layak untuk ditinggali sebagaimana Bumi. Hipotesis ini berkembang sejak ditemukan es di kutub Mars, gunung berapi dan mineral yang terbentuk di air yang ada di permukaan Mars.

3Europa

solarsystem.nasa.gov

Europa merupakan satelit keenam dari Planet Jupiter. Ditemukan pada tahun 1610 oleh Galileo Galiei. Namanya diambil dari seorang wanita bangsawan Phoenicia bernama Europa yang dinikahi Zeus dan menjadi ratu di Kreta sebagaimana mitos Yunani.

Ukurannya lebih kecil dari pada Bulan. Memiliki diameter 3100 kilometer. Merupakan satelit terbesar ke enam di Tata Surya. Permukaannya dipenuhi oleh es dan diperkirakan yang paling rata dibanding yang lainnya. Atmosfernya didominasi oleh oksigen.

Sebagian ahli antariksa menduga adanya samudera di bawah permukaan es. Bila terdapat samudera di bawah permukaan tersebut, maka dimungkinkan akan ada kehidupan mulai dari mikro organisme hingga organisme yang lebih kompleks.

Sebagaimana yang dinyatakan seorang peneliti dari Universitas Arizona, Richard Greenberg. Namun, hingga sekarang bukti otentik dari hipotesis tersebut belum ditemukan.

4Callisto

nssdc.gsfc.nasa.gov

Callisto juga merupakan salah satu satelit dari Planet Jupiter. Ditemukan pertama kali oleh Galileo Galilei pada tahun 1610. Satelit merupakan yang terbesar ketiga di Tata Surya dan yang kedua di sistem Jupiter setelah Ganymede.

Diameter satelit ini hampir sama dengan Planet Merkurius. Namun memiliki massa hanya sepertiganya. Material yang membentuk satelit ini berupa es dan bebatuan. Senyawa yang ditemukan diĀ  permukaan satelit berupa air yang membeku menjadi es, karbon dioksida, silikat dan senyawa organik.

Terdapat hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat samudera di bawah permukaan dengan kedalaman lebih dari 100 kilometer. Hal ini kemudian diikuti dengan perkiraan adanya kehidupan yang berada dalam samudera tersebut.