Wanita terlahir dengan dominasi 99% emosi dan 1% logika. Tidak heran, wanita pun akan lebih emosional dibandingkan pria. Selain itu, pola asuh di masa lalu mungkin mencetak watak wanita yang demikian.

Misalnya saja, ketika seorang anak perempuan terjatuh dari sepeda, ia akan segera dipeluk orang tuanya dan ditanyakan bagian mana yang terasa sakit.

Sebaliknya, tatkala yang terjatuh adalah anak laki-laki, orang tuanya justru memintanya berdiri dan melupakan rasa sakitnya.

Seorang pria pada masa kecilnya juga terbiasa dididik tidak menjadi emosional. Ia harus lebih banyak agresi daripada emosi lembut. Tidak ada rasa sakit, malu apalagi cengeng.

Namun, dampak negatif dari didikan tersebut justru membuat laki-laki tidak mengerti cara berkomunikasi secara emosional dengan pasangannya. Hampir setiap wanita yang menikah dengan model pria seperti itu akan merasa tertekan dan terabaikan.

Kamu pun jika mengalami hal demikian akan merasakan hal yang sama. Lalu bagaimana caranya mengatasi sikap suami yang seperti itu?

Cara-cara di bawah ini akan membantu kamu mengatasi masalah tersebut dan membuat pernikahanmu lebih hangat. Suami kamu juga akan lebih peduli dan memahami apa yang kamu rasakan.

1Memberikan Penghargaan Positif

pitaloka89.wordpress.com

Cara ini kamu lakukan ketika suami tiba-tiba meletakkan lengannya untuk tempat kamu bersandar. Seketika itu juga, peluk dia dan ucapkan terima kasih kepadanya.

Penghargaan kecil yang kamu lakukan akan sangat membekas di hati suami. Dia akan lebih sering melakukannya untukmu.

2Tenangkan Diri Kamu

femellapedia.com

Mulailah mengubah pola asuh pada anak-anak kamu sejak dini. Ketika anak-anak kamu ingin didampingi tapi kamu tidak bisa mendampingi mereka, cobalah menyuruhnya untuk sabar menanti.

Dengan melakukan hal ini, secara tidak langsung kamu mengajarkan mereka untuk mengendalikan dan mengontrol emosinya. Begitu juga dengan kamu yang sudah dewasa, mestinya bisa menenangkan diri.

Jangan mudah mengeluh ketika ada yang tidak beres. Lalu saat ada orang marah padamu, kamu tidak harus membalasnya dengan kemarahan serupa.

youtube.com
youtube.com

Demikian pula kalau kamu menjadi istri, tidak lantas merasa diabaikan tatkala suami tidak menunjukan sikap emosionalnya. Tenangkan diri kamu dengan berbagai cara, seperti mendengarkan musik dan membaca buku.

Terkadang, sebagai seorang istri harus lebih sabar menunggu hingga suami peka dengan setiap perasaan yang kamu rasakan.

3Mengalihkan Pada Kegiatan Positif

diarypernikahan.com

Kembali lagi pada ulasan sebelumnya, kamu harus lebih bersabar menunggu respon suami beberapa saat sampai dia menunjukan emosionalnya.

Mengubahnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karakter tersebut tentunya sudah mengakar dalam dirinya selama puluhan tahun.

Kamu bisa mengalihkan rasa kesalmu untuk melakukan banyak hal positif. Misalnya, kamu ikut bergabung di klub buku, memulai keanggotaan di gym dan lain sebagainya.

melyasarahasegaf.blogspot.com
melyasarahasegaf.blogspot.com

Perluaslah persahabatan di tempat-tempat sosial. Kamu akan mendapatkan banyak pengalaman berharga. Dengan demikian, pikiran dan hati kamu lebih positif serta masalah yang kamu alami tidak semakin rumit.

4Buatlah Perubahan Secara Positif

ipeka.org

Berhentilah merasa diabaikan jika suami telah menunjukan perubahan. Lambat laun, suami akan menyadari kesalahannya dan pasti berusaha memperbaikinya. Tentu saja dukungan kamu sangat berarti untuk dia.

Kalau suatu ketika suami ingin menemui konselor pernikahan bersama kamu, hargai sikapnya dengan menemaninya. Hal tersebut ia lakukan pastinya karena ia peduli dengan kamu dan pernikahannya denganmu.

Guys, hal yang paling penting dalam pernikahan adalah keseimbangan emosi dan sesuai pada tempatnya.

Jika kamu mengalami kendala terkait emosi sang suami, ikuti tips-tips di atas. Semoga masalahmu dapat teratasi dan pernikahanmu tetap menjadi pernikahan paling bahagia.