Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini. Namanya puding, merupakan makanan yang terbuat dari agar-agar atau telur dan campuran pati.

Puding biasanya disajikan untuk hidangan penutup. Rasa manis, aroma segar, dan praktis menjadi kelebihan puding dibandingkan makanan lainnya. Selain itu, puding tergolong makanan sehat karena kandungan seratnya melimpah.

Banyak sekali variasi penyajian puding. Ada yang dihidangkan dengan vla, ada pula yang menaburkan buah-buahan di dalam lapisan puding.

Jenis puding sendiri terbagi menjadi 4, yakni puding agar-agar, boiled puding, baked puding, dan steamed puding. Puding agar-agar adalah jenis puding yang paling digemari karena praktis dan mudah didapatkan.

Secara alami, puding memang baik untuk kesehatan. Tapi, kamu tidak boleh mengabaikan campurannya. Bisa jadi nilai manfaat puding menurun akibat kontaminasi campuran puding.

Berikut ini merupakan bahan-bahan yang biasa kamu pakai untuk campuran puding agar-agar. Kelihatannya sih sederhana, namun jika kamu salah pilih, bisa bahaya lho, guys.

Coba yuk, lihat! Bahan-bahan apa saja yang mesti kamu waspadai.

1Buah Kaleng

kaskus.co.id

Kasus ini terjadi pada kamu yang ingin serba praktis. Sampai akhirnya, menambahkan buah dalam puding pun harus instan dan praktis.

Memang, buah kaleng isinya benar-benar buah. Hanya saja, kamu perlu ingat, segala jenis makanan kaleng pasti membutuhkan pengawet agar tahan lama. Meskipun menggunakan pengawet alami seperti gula, tetap saja berbahaya, guys.

Apalagi kandungan nutrisi buah dalam kaleng sudah rusak saat proses pengalengan yang memanfaatkan suhu tinggi. Jadi jangan mudah tertipu ya. Buah kaleng sangat jauh sekali manfaatnya dibandingkan buah segar.

ragamalami.com
ragamalami.com

Lebih baik kamu repot mengiris buah segar daripada kamu harus masuk rumah sakit gara-gara buah kaleng.

2Menambahkan Gula

taysbakers.com

Rasa manis memang menjadi favorit kebanyakan orang. Terlebih jika rasa manis tersebut meresap ke dalam puding, sepertinya lidah tak ingin berhenti mengecap.

Perasa manis yang lazim digunakan orang yakni berupa gula. Tapi, hati-hati, guys. Menambahkan gula pada puding tidak selamanya baik, lho.

Lebih baik kamu perhatikan dulu saran pembuatan puding pada kemasannya. Lihatlah dengan cermat, berapa takaran gula yang dianjurkan. Biasanya, takaran gula yang disarankan hanya 250 gram saja.

Bagi sebagian orang, memang gula sebanyak itu belum bisa menciptakan rasa manis sempurna. Terkadang kamu pun tergoda untuk menambah dan menambah lagi. Namun, ingatlah, bahwa makanan yang terlalu manis juga berbahaya untuk kesehatan.

Bukankah kamu juga akan menaburkan vla di atas puding? Nah lho, manisnya dobel deh. Sebaiknya, kurangi jumlah gula kira-kira sepertiga dari anjuran pemberian kalau ingin membuat topping manis.

Selain gula, pemanis alami dari madu juga sangat baik kok untuk kesehatan. Jadi, tinggal pilih, mau yang sehat atau tidak sehat?

3Putih Telur

selowaja.com

Salah satu cara melembutkan tekstur puding yakni dengan memanfaatkan putih telur. Akan tetapi, harus hati-hati dalam pemrosesan putih telur tersebut. Menggunakan campuran putih telur tanpa proses perebusan berpotensi tertular penyakit diare.

Telut yang belum melewati proses pemanasan, masih menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri salmonella. Bakteri inilah yang menyebabkan penyakit diare.

Cara mengolah putih telur cukup mudah. Kocoklah putih telur di dalam panci berisi air mendidih hingga mengembang. Cara ini dijamin dapat membasmi bakteri salmonella.

4Memoles Puding dengan Vla

sukamart.com

Lagi-lagi alasan praktis membuat orang-orang lebih memilih vla instan dibandingkan dengan membuat vla puding sendiri.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, segala jenis makanan instan pasti manfaatnya akan berkurang bahkan cenderung berbahaya untuk kesehatan. Begitu pula dengan vla instan yang mengandung pengawet serta bahan aditif lainnya.

daporcobek.com
daporcobek.com

Kalau memang terpaksa sekali harus memakai vla instan, cobalah membaca label kemasan dengan cermat. Sangat dianjurkan tidak menggunakan vla yang mengandung lemak nabati, gula rendah, dan gula buatan.