Seorang ibu atau ayah yang marah terhadap anak merupakan sesuatu yang wajar. Dalam situasi tertentu, kemarahan bisa saja muncul dari sosok ibu yang sabar sekalipun.

Kalau sudah begini, ujung-ujungnya anak yang jadi korban.

Guys, kesal pada anak kecil itu sah-sah saja karena mungkin ia melakukan perbuatan yang tidak baik atau tidak pantas. Tapi, ia hanyalah anak kecil yang sedang belajar tentang kehidupan.

Kalau kamu memang sangat jengkel dan merasa ingin meluapkan amarah, cobalah ingat bahwa kamu bukanlah seorang ibu yang kejam dan pemarah.

Sadarilah, orang tua yang pemarah akan mencetak anak-anak bermasalah. Percayalah, kemarahanmu akan membawamu pada kondisi tidak menyenangkan.

Hal-hal berikut ini bisa kamu jadikan solusi untuk mencegah kemarahanmu. Simak yuk, supaya hidup keluargamu lebih harmonis tanpa kemarahan.

1Anak Hanya Tidak Tahu Caranya

santrigaul.net

Seorang anak apalagi dia masih kecil, pasti sering melakukan pelanggaran terhadap aturan yang kamu buat. Emosi kamu menganggap sikapnya sebagai bentuk ketidakpatuhan dan menyinggung perasaanmu.

Namun, ingatlah, bahwa dia hanyalah anak-anak. Dia ingin membahagiakan kamu sebagai orang tuanya, hanya dia tak tahu bagaimana cara melakukannya. Itulah sebabnya, dia mencoba berbagai cara. Termasuk cara yang sebenarnya tidak kamu inginkan.

Jika tetap ingin marah, lebih baik kamu diam. Jangan katakan apapun sebelum amarahmu mereda. Pribadi yang konsisten, tenang, disiplin, dan mampu mengendalikan emosi biasanya akan mudah mengatasi kemarahannya.

2Anak Masih Belajar

ibudanbalita.com

Guys, berharap anak memiliki prestasi tinggi dan berkepribadian baik memang menjadi harapan setiap orang tua. Namun, hindari memberikan standar tinggi pada anak. Standar yang terlalu tinggi hanya akan membuat kamu marah jika anak tidak bisa memenuhinya.

Kamu boleh mengutarakan harapan-harapanmu itu pada sang anak. Tapi, biarkan ia menggapai harapan itu dengan caranya sendiri.

Kemampuan anak dalam mencapai sesuatu belum tentu sama dengan kemampuanmu.

Dia masih harus banyak mempelajari segala lini dalam kehidupan ini. Kendalikan amarahmu agar tidak menyakiti hati anak-anakmu.

3Tidurlah Jika Lelah

huffpost.com

Lelah karena pekerjaan merupakan hal yang wajar. Mungkin kelelahanmu akan bertambah dua kali lipat tatkala harus mengurus rumah tangga juga. Tapi, itulah tugas orang tua.

Orang tua memang harus banyak berkorban untuk anak-anaknya. Walaupun kebutuhanmu jadi terlalaikan karena pengorbanan tersebut. Sekali lagi, begitulah seharusnya orang tua.

Rasa tertekan dan kesal yang muncul memang wajar. Namun, alangkah bijaknya jika tidak melampiaskan rasa itu kepada anak-anak melalui amarah.

Cobalah tidur atau istirahat jika kamu mulai merasa ingin marah karena situasi ini. Tidur akan membantu mengembalikan kesegaran tubuh dan pikiranmu.

4Berkomunikasi Dengan Anak

namasayarina.blogspot.com

Segala sesuatu yang dilakukan anak sebenarnya adalah hasil pendidikan yang kamu berikan.

Meskipun kamu sering kesal karena ada tindakan yang tidak diinginkan dari seorang anak, tapi itulah hasil pengasuhanmu selama ini.

Bukan salahnya jika ia berbuat semaunya karena tidak semua yang kamu inginkan bisa ia penuhi. Kamu pun tidak perlu terlalu mengekang atau memaksakan kehendakmu.

Namun, juga jangan lepas kendali. Kamu harus tetap memantau anak-anak. Sesekali cobalah berkomunikasi dengan anak mengenai apa yang dia lakukan.

Disiplin juga perlu untuk mewujudkan pribadi yang konsisten dan tertata dalam diri anak.

5Melakukan Kegiatan Positif

relixfishing.blogspot.com

Rasa tertekan, frustasi dan depresi terkadang membuat kamu ingin melampiaskannya pada orang-orang di sekitarmu.

Apalagi kalau yang di dekatmu adalah anak, seringkali kamu lupa dan meluapkannya pada anak.

Jika perasaan tersebut mulai menggelayuti hati kamu, cobalah mengalihkannya pada kegiatan positif. Misalnya, kamu punya hobi mancing, lebih baik kamu pergi memancing daripada memarahi anak.

Sangat tidak bijak, apabila anak menjadi sasaran kemarahanmu. Percayalah, hari-harimu akan lebih hangat dan cerah tanpa kemarahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here