Puasa merupakan ibadah di bulan Ramadhan yang harus dijalani oleh umat Islam di seluruh dunia.

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja tapi juga menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa.

Tentu kita tahu apa saja yang harus ditahan ketika menjalankan ibadah puasa, selain makan dan minum yakni harus menahan rasa marah.

Saat sedang berpuasa, kita kadang dihadapkan pada kondisi yang tidak mengenakan. Maka tidak jarang jika sampai lepas kendali alias marah.

Luapan rasa marah bisa saja terjadi secara berlebihan yang tentunya sangat tidak baik bagi diri sendiri dan orang lain jika tidak segera kita atasi.

Berikut 5 cara mengatasi marah saat menjalani ibadah puasa.

1Membaca Ta’awudz

www.youtube.com

Rasululllah SAW telah mengajrakan kepada kita bahwa untuk menghindari marah yakni dengan membaca ta’awudz.

“Sesungguhnya aku akan ajarkan suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilang apa yang ada padanya. Yaitu sekiranya dia mengucapkan: Audzybillahi minasy Syaithanirrajiim.”

2Segeralah Duduk

yusufmansur.com

Saat seseorang dalam keadaan marah akan tetapi setelah ia membaca ta’awudz amarahya belum hilang maka segeralah untuk duduk.

Rasulullah SAW bersabda, “Ketika salah satu kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah duduk, maka hilang marah-marahnya. Dan jika tidak hilang maka hendaklah berbaring.” (HR.Abu Dawud)

3Segera Berwudhu

dainusantara.com

Jika marah itu masih bergejolak di dalam hati meski telah membaca ta’awudz dan duduk maka segeralah untuk berwudhu agar hati yang semula ‘panas’ menjadi terasa lebih tenang.

Sesungguhnya marah-marah dari setan, dan sesungguhnya setan diciptakan dari api, dan sesungguhnya api dimatikan dengan air. Maka ketika salah satu diantara kalian marah-marah maka hendaklah berwudhu.” (HR. Abu Dawud)

4Bersikap Diam dan Tidak Banyak Bicara

www.arrahmah.com

Saat kita dalam keadaan marah banyak kata-kata yang ingin kita ucapkan, jika banyak bicara dalam keadaan tersebut maka amarah itu malah semakin tidak terkontrol.

Sehingga dapat membahayakan diri kita sendiri dan orang lain. Diam merupakan salah satu cara untuk meredam amarah dan menghilangkan amarah itu.

5Mengingat Besarnya Pahala Menahan Amarah

islamdaniman.blogspot.com

Salah satu sifat yang mulia adalah dapat menahan amarah. Ketika kita ingin marah, sebaiknya kita segera ingat akan balasan bagi orang yang mampu menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain.

Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah menuju ampunan dari tuhanmu dan surga yang seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang bertakwa,

(yaitu) orang-orang  yang mendermakan hartanya dalam keadaan senang dan susah, menahan amarah, dan suka memaafkan kesalahan orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Balad: 11-13)

Semoga bermanfaat.