10 November 1945 tercetuslah sebuah perang besar yang terjadi di Surabaya. Peperangan ini melibatkan pasukan sekutu, khususnya Inggris dan Belanda dengan  memborbardir wilayah Surabaya baik dari laut, udara dan darat.

Tanggal terjadinya peperangan ini kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh bangsa Indonesia. Ribuan orang, baik dari tentara, pelajar, santri dan masyarakat sipil pun turut serta dalam peperangan. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan tanpa takut mati.

Bahkan, beberapa bulan sebelum terjadinya peperangan ini, salah satu ormas Islam terbesar kala itu mengeluarkan sebuah pernyataan yang dikenal dengan Resolusi Jihad. Resolusi inilah yang akhirnya memberikan semangat luar biasa bagi para pejuang yang terjun dalam pertempuran kala itu.

Mungkin kamu teringat sebuah orasi yang disampaikan oleh seorang pahlawan nasional bernama Bung Tomo. Beliau dengan lantangnya membakar semangat arek-arek Surabaya untuk berjuang melawan penjajah. Pekik takbir pun tak lepas dari lisannya saat membuka dan menutup orasi.

Di balik kisah Bung Tomo, terdapat beberapa fakta menarik tentang beliau yang perlu kamu tahu. Berikut ini ulasannya.

1Tidak Tamat Sekolah Secara Resmi

roodebrugsoerabaia.com

Ketika bersekolah, Bung Tomo kecil juga harus bekerja membantu orang tuanya untuk dapat bertahan hidup. Kala itu Hindia Belanda sedang mengalami krisis.

Walau demikian, Bung Tomo pada akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan MULO (setingkat SMP) dan HBS (setingkat SMA) walau tidak lulus secara resmi melalui korespondensi. Kedua sekolah tersebut menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantarnya.

Di luar sekolah formal tersebut, Bung Tomo juga aktif dalam organisasi kepanduan yang memberikannya paham nasionalis dan perjuangan. Dari sanalah beliau merasa mendapat pengganti dari pendidikan formalnya.

2Sering Dicela

smeaker.com

Walaupun beliau cukup dikenal sebagai orator ulung yang telah membakar semangat banyak pejuang, ternyata beliau sering dicela oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan beliau yang hanya tamatan sekolah rendah kaum pribumi di Surabaya.

Bahkan diantara mereka adalah para intelektual yang juga turut serta berjuang. Baik yang berada di Surabaya maupun di kota pusat perjuangan lainnya.

3Orasi Didahului Lagu Tiger Shark

koleksiradiobobo.blogspot.com

Moechtar yang kala itu bertindak sebagai pemimpin redaksi Panjebar Semangat, majalah berbahasa Jawa menyampaikan suatu hal yang menarik berkaitan dengan orasi Bung Tomo  yang disebarluaskan melalui radio.

Saat itu dirinya memiliki kebiasaan mendengarkan radio bersama di sore hari. Ia melukiskan kala itu lagu berjudul Tiger Shark diputar. Namun setelah intro lagu selesai, terdengar agitasi bersejarah BungTomo yang didahului dengan pekikan takbir.

4Skripsi Selesai Namun Tidak Lulus UI

hoteldekatkampus.com

Bung Tomo sempat masuk di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1959. Saat itu beliau berumur 39 tahun. Sayangnya, perjalanan kuliahnya tak semulus yang dibayangkan. Walau demikian beliau tetap aktif dalam pergerakan mahasiswa. Terutama dalam menentang komunisme.

Hanya saja, skripsi beliau yang mengambil tema tentang pembangunan ekonomi pedesaan tidak pernah diujikan hingga beliau wafat pada Oktober 1981.

5Wafat di Mekah

kalbar.kemenag.go.id

Pada tanggal 7 Oktober 1981, kabar duka menyelimuti langit Indonesia. Seorang tokoh nasional, Bung Tomo yang dikenal religius meninggal ketika sedang wukuf di Arafah. Jenazah beliau dibawa pulang dan dimakamkan di pemakaman umum sesuai wasiat.

Semoga semangat dan perjuangan beliau selama ini terus dapat menjadi inspitasi bagi bangsa Indonesia untuk terus berjuang demi agama, bangsa dan negara.