Menjadi orangtua baru memang menyenangkan. Kamu akan menerima banyak hal dari kerabat dekat, teman, tetangga, dan orangtua.

Kamu yang merasa belum pengalaman, biasanya akan mengikuti apa yang mereka katakan dan menganggapnya sebagai nasihat yang baik. Terlebih saat menerima saran tentang merawat bayi. Kamu cenderung melakukan seperti nasihat mereka.

Padahal, tidak semua nasihat mereka itu benar. Seringkali perselisihan pendapat antara kamu dan mertua membuat hubungan jadi kurang baik.

Supaya kamu tetap mendengarkan mereka tanpa harus melakukan semua yang mereka katakan, coba baca ulasan berikut ini. Kamu akan mengetahui apakah informasi dan saran tersebut harus kamu ikuti ataukah tidak.

Yuk, simak terus!

1Kotoran Mata Bayi Dihilangkan Dengan Ludah

nulisin.com

Nasihat ini sering kamu dengar dari orangtua yang lahir 50 tahun sebelum kamu lahir. Ludah memang mengandung antiseptik, namun kuman dan bakteri tetap ada di cairan ini. Terlebih kalau kamu tidak bisa menjaga kebersihan rongga mulut.

Kandungan kuman dan bakteri inilah yang menjadi bahaya besar jika kamu mengoleskan ludah pada mata bayi. Kelenjar mata bayi adalah bagian yang paling rentan terkena bahayanya.

2Bayi Demam Tidak Boleh Dimandikan

sinichinet.blogspot.com

Persepsi ini agaknya sudah menjamur di kalangan masyarakat. Tapi, justru kalau tidak mandi, kuman dan bakteri akan berkembang pesat di tubuh bayi kamu. Bisa dibayangkan bukan jika hal tersebut terjadi pada bayi?

Usahakan tetap memandikan bayi walaupun dia demam atau sakit. Gunakan air hangat ketika mandi dan segerakan membalut tubuhnya dengan handuk ketika sudah selesai. Lalu pakaikan baju hangat agar tidak kedinginan.

Jangan sekali-sekali memandikan bayi menggunakan air dingin saat demamnya tinggi. Cukup usap saja dengan lap dan air hangat di beberapa bagian tubuhnya.

Jadi, tetap mandi ya, guys, agar bayi nyaman dan tidak penat meskipun sedang sakit.

3Mulut Bayi Dibersihkan Memakai Madu

sehatfresh.com

Kelahiran dan perawatan bayi memang tidak akan terlepas dari mitos. Contohnya, kasus ketika kamu dinasihati untuk mengoleskan madu ke dalam mulut bayi agar ia cepat bicara.

Ayolah, guys! Itu hanya mitos. Kamu tidak akan bisa membuktikan kebenarannya secara ilmiah. Faktanya, tatkala kamu memberikan madu, sang bayi justru rentan terserang penyakit botulisme. Kalau bayi terkena penyakit ini, ototnya akan menjadi kaku.

Memang, serangan penyakit botulisme gara-gara bayi makan madu, jarang terjadi. Tapi, apa salahnya ketika kamu mencegahnya?

4Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Berpergian

backpackology.me

Beberapa orang percaya, bahwa membawa bayi baru lahir berpergian itu sangat berbahaya. Bayi bisa stres karena perpindahan tempat dan suasana berisik.

Ketahuilah, persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Kamu tetap bisa membawa bayi pergi meskipun baru lahir. Asalkan, ia cukup tidur dan makan. Jadi, jangan takut bawa bayi jalan-jalan ya, agar ia punya pengalaman.

5Membuang ASI Pertama

mymyinfo-lovemymy.blogspot.com

Kebanyakan orangtua zaman dahulu melakukan hal ini. Mereka membuangnya karena menganggap air susu pertama sudah basi dan tidak ada nutrisinya. Jelas, kamu harus mengabaikan pendapat tersebut.

Justru ASI pertama mengandung banyak protein, laktosa, vitamin, mineral, dan air. Memberikan ASI pertama malah baik lho, untuk mengobati rasa haus sang bayi yang baru lahir.

6Tangisan Bayi Baik Untuk Paru-parunya

syahrulhusni.blogspot.com

Kamu dilarang keras untuk membiarkan bayi menangis. Persepsi ini adalah kesalahan fatal. Segera lakukan sesuatu ketika kamu melihat bayi menangis. Tangisan bayi justru berbahaya bagi paru-parunya.

Jangan sampai kamu terlalu lama membiarkan dia menangis. Tangisan bayi biasanya pertanda bahwa dia ingin kamu ada di dekatnya.

Nah, sekarang sudah tahu kan? Hal-hal ini tidak boleh kamu lakukan pada bayi baru lahir. Menerima dan mendengarkan semua saran sah-sah saja. Namun, bukan berarti kamu harus melakukannya ya.