www.youtube.com

8 Alasan Kenapa Perantau di Malang Itu Rata-rata Malas Pulang Kampung Lagi

Posted on

Mendengar kata Malang, bagi sebagian orang yang belum mengenal Kota ini pasti beranggapan bahwa ini Kota yang dingin dan sulit alur perjalanannya.

Karena memang secara geografis letak Kota yang terkenal dengan klub sepakbolanya bernama Arema ini, terletak di tengah-tengah pegunungan.

Alhasil, jika kita ingin menjangkaunya dengan kendaraan umum maka kita harus sabar untuk berganti kendaraan lagi untuk dapat menjangkau Kota ini.

Namun walau demikian, Kota Malang mulai banyak diminati para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di sana.

Selain karena memang banyak pilihan sekolah bergengsi dan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang bagus, ternyata ada banyak alasan kenapa Kota Malang sangat diminati oleh para Perantau.

Dan inilah 8 alasan kenapa bahkan sampai banyak perantau di Kota Malang seakan enggan pulang kembali ke kampung halamnnya. Hehehe.

Taraf Hidup yang Ramah di Kantong

refreshocoffee.com

Bagi anak muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, dengan gaya hidup mulai tingkat sederhana sampai mewah, di Malang bisa ditemukan.

Karena memang taraf hidup di Malang sangat ramah dengan kantong para anak muda tersebut.

Makanan yang harganya Rp. 3000,00 per porsi pun ada lho! Bahkan kalau mau memasak sendiri, belanjanya juga lebih murah.

Kalau sesekali ingin makan di tempat bergengsi, harganya juga tetap ramah kok! Itulah yang membuat betah para pelajar dan mahasiswa hidup di sana.

Suasananya Sejuk

www.pegipegi.com

Jika ada yang beranggapan bahwa hidup di Kota Malang itu dingin, nyatanya sekarang ini Kota Malang sudah mulai sejuk.

Udaranya di siang hari tidak terlalu panas, dan di malam hari juga tidak terlalu dingin.

Mungkin di awal datang ke sana, bagi kalian yang berasal dari tempat yang memiliki suhu lebih panas akan beranggapan bahwa Kota Malang itu dingin.

Namun lama-lama justru suasana hujan dan sejuk udaranya akan membuatmu betah berlama-lama di Kota ini.

Kendaraan Umum Mudah Dijangkau

malangcity.com

Kalau di Malang nama populer dari angkot berwarna biru itu adalah Len. Ada bermacam-macam len sesuai dengan daerah trayek masing-masing.

Bahkan pernah ketika beberapa jalan Malang dibuat satu arah untuk mengurai kemacetan, arus len tetap tidak diganggu hingga dibuatkan alur jalan khusus. Hehehe.

Dengan banyaknya len ini, para perantau yang tak membawa kendaraan pribadi sangat tertolong.

Selain tarifnya jauh dekat sama, setiap tempat juga hampir dipastikan bisa dijangkau oleh len ini.

Kulinernya Beraneka Macam

nakamnakam.wordpress.com

Bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja? Wajar bagi anak muda apalagi para perantau.

Nah, di Malang kamu tak perlu bingung, karena ada berbagai macam kuliner yang akan selalu siap mengundang selera makanmu.

Sehingga tak ada alasan sehari tidak makan karena tidak menemukan variasi makanan yang disukai.

Untuk harga yang sesuai kantong mahasiswa, ada berbagai macam lalapan mulai dari ayam, telur, martabak, tempe, tahu, lele, sampai jamur goreng atau bakar.

Kemudian ada berbagai warung prasmanan yang siap mengganti menu makanannya setiap hari, kita bisa pilih sendiri lho!

Dan untuk harga yang sedikit berkelas, kamu bisa mencoba sensasi macam-macam nasi goreng, mie, bakso bakar, sate, dan masih banyak kuliner lain yang akan mengundang selera makanmu.

Kemacetan yang Terjadi Justru Membuat Pengguna Jalan Lebih Waspada

aselimalang.com

Di Malang kamu akan menemukan berkendaraan itu nyaman, walau memang agak macet mengingat semakin banyaknya penduduk namun belum ada alternatif pelebaran ruas jalan.

Kok bisa?

Karena pengendara motor di sana itu banyak patuhnya lho walaupun tidak diawasi oleh polisi.

Saat dekat penyeberangan mereka hati-hati, dan rata-rata tidak ngebut saat di jalan ramai.

Hmm, intinya jika kamu berkendara di Malang rasanya lebih nyaman dan aman saja.

Penduduknya yang Terbuka

jeannikna.blogspot.com

Mungkin bagi kamu yang berasal dari wilayah atau tempat yang rata-rata bertata bahasa halus agak kaget saat berada di tengah penduduk Malang.

Gaya bahasa mereka memang lugas dan apa adanya, blak-blakan, dan terkesan kasar seperti membentak.

Namun tahu tidak, mereka justru sangat terbuka dan ramah lho kepada para pendatang!

Mereka lebih suka mengkritik secara langsung tanpa menyembunyikan di belakang orang yang bersangkutan.

Hidup bersama penduduk Malang juga sering mengajarkan tentangs portivitas karena mereka sangat menjunjung yang namanya kejujuran.

Jadi jangan langsung menilai dari sisi luar cara berbicara mereka ya? Kenali lebih dekat dan kamu akan nyaman berada di tengah-tengah mereka.

Tempat Wisata yang Aduhai

nginepmana.com

Kalau sedang penat dan butuh hiburan atau rekreasi, kamu tak perlu melancong ke luar Malang. Karena ternyata Malang adalah surganya wisata alam.

Mulai bermacam-macam air terjun yang selalu diawali dengan nama ‘Coban’ ada di sini, juga berbagai pantai indah juga bisa kamu temukan di Malang Selatan.

Untuk yang tak berminat wisata jauh-jauh, kamu juga bisa sekedar jalan-jalan di daerah Alun-Alun atau Kawasan Ijen yang pemandangannya aduhai sekali.

Apalagi yang hobi fotografi, kamu bisa ambil spot sebanyak mungkin untuk jepretanmu di Malang ini.

Yakin, Siap Meninggalkan Kenanganmu di Malang?

puguhindra.wordpress.com

Hmm, ini yang terakhir. Saat menjelang harus pergi dari Malang, kamu pasti merasa sayang banget!

Selain karena telah merasa nyaman di Malang seperti tinggal di Kota sendiri, kamu juga telah mengukir banyak kenangan dengan orang-orang tercinta, sahabat, teman, dan bahkan pasangan hidup halalmu.

Ada banyak perantau yang meninggalkan Malang pada akhirnya kembali lagi ke Kota ini.

Saat ditanya alasannya kenapa, jawabannya sederhana sekali, “hidup di Malang itu enak sekali”.

Jadi apakah kamu masih ragu untuk berencana merantau di Malang? Atau takut karena tidak bisa move on darinya? Hehehe.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *