Pasang surut dalam sebuah hubungan adalah sebuah kewajaran. Jika kamu dan pasanganmu mengalami hal ini, cobalah berkomunikasi untuk saling mengungkapkan keluh kesah masing-masing. Setiap permasalahan pasti ada solusinya.

Bicara dari hati ke hati lebih baik daripada saling memendam satu sama lain. Sulit memang, karena berpotensi mengakibatkan perpisahan. Hal itulah yang akan menghambat keterbukaan antar pasangan.

Padahal, dialog terbuka dan tidak menyalahkan siapapun dalam masalah kamu merupakan jalan terbaik untuk mengatasi konflik. Namun, ada kalanya, konflik justru berakhir dengan perpisahan.

Jalan keluar yang kamu dan pasanganmu sepakati hanya berpisah. Hubungan kamu sudah tidak mungkin diselamatkan lagi. Terlanjur rusak dan tidak bisa dibenahi.

Kalau ini yang terjadi pada pernikahanmu, kamu harus bangkit dan melanjutkan hidup. Memang sangat sulit, tapi harus bisa.

8 tips berikut ini mungkin dapat membantu kamu menghadapi perpisahan dengan pasangan. Yuk, simak ulasannya!

1Tetap Komunikasi untuk Anak-Anak

fitrarahim.blogspot.com

Khusus bagi yang sudah memiliki anak, harus tetap berkomunikasi. Bagaimanapun sang anak membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya. Apalagi jika anak masih kecil, tentu perhatian optimal tetap harus diberikan.

Buang jauh-jauh perasaan egois karena kekesalan hati kamu yang belum sembuh. Sang anak lebih memerlukan kehadiran kedua orang tuanya.

Tapi, kamu juga wajib bersikap professional. Artinya, ikhlaskan dia yang pergi dan memilih jalan hidupnya sendiri. Kamu dan dia hanya perlu berkomunikasi untuk sang anak.

2Memahami Penyebab Perpisahan

cafeilmubrilly.blogspot.com

Setiap masalah dalam hubungan pasti ada penyebabnya. Kalau kamu tahu dan paham apa yang menyebabkan perpisahan, kamu pasti akan lebih mudah melangkah ke depan. Tidak akan ada dendam di hati masing-masing.

Sebaliknya, jika kamu tidak tahu sebabnya dan menyimpan masalah di hati, sudah pasti kamu akan sulit move on. Cobalah untuk mencari tahu sebabnya dan belajar dari masa lalu.

Dengan demikian, kamu akan lebih nyaman memulai masa depan yang baru dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

3Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

haritsaja.wordpress.com

Yang lalu biarlah berlalu. Nasi sudah menjadi bubur. Kamu tidak akan bisa memutar waktu ke belakang. Sekarang, lebih baik fokus pada masa depan. Jangan sesali apa yang terjadi di masa lalu.

4Berkumpul dengan Teman-Temanmu

tipstipis.com

Hindari menyendiri pasca perpisahan dengan pasangan. Pergilah dan temui teman-temanmu. Kamu tidak sendiri karena punya banyak teman.

Boleh saja kamu sendirian sejenak agar hati tenang, tapi jangan berlarut-larut. Lupakan masa lalu kamu dan mulailah hidup baru.

5Bersikap Praktis

puteraazhari.blogspot.com

Ini yang mesti kamu perhatikan. Jangan mencampuradukan perasaanmu yang emosional dan traumatis dengan pekerjaan atau hal apapun di luar sana.

Kalau kamu tidak bisa mengendalikan diri, semuanya akan berdampak pada anak-anakmu dan pekerjaanmu di kantor. Jadi, bersikaplah profesional.

6Berpikir Jernih

hendriksuwitra.wordpress.com

Hidup kamu masih panjang, itu yang harus kamu pikirkan. Jangan terlalu larut dalam kesedihan dan selalu mengurung diri di rumah.

Kamu bisa pergi ke suatu tempat ketika akhir pekan. Tetaplah berpikir jernih dan terarah membangun hidup selanjutnya.

7Ikhlaskan dan Terus Melangkah

pelanginada.com

Memang sulit menerima kenyataan hidup yang pahit. Namun, seperti itulah yang sebenarnya terjadi. Cobalah menerima dengan ikhlas dan lepaskan diri dari segala jeratan masa lalumu.

Hidup tak seindah negeri dongeng, guys.

8Refreshing Sejenak

irmanfsp.tk

Kesedihan yang terlalu membekas kadang membuat guncangan jiwa tak terelakan. Kamu perlu pergi ke suatu tempat dan merenungkan kembali penyebab kejadian pahit itu.

Bukan untuk menyalahkan diri sendiri atau menyesalinya, tapi untuk belajar dari kesalahan di masa lalu. Kamu pasti menemukan pelajaran berharga di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here