Membuang hajat pun ada tuntunannya. Apa saja yang kita lakukan ada tuntunan dari agama ini. Semuanya ada tuntunan demi kebaikan orang tersebut.

Saat membuat hajat pun kita harus memperhatikan adab-adab. Agar kita bisa menjaga diri dan juga mendapat pahala tentu saja.

Berikut ini adab-adab dalam membuat hajat yang bersumber dari hadis Nabi SAW

1Menjauh dari Manusia

www.nydailynews.com

Adab pertama adalah menjauh dari pandangan manusia di saat buang air (hajat). berdasarkan hadis yang bersumber dari al-Mughirah bin Syu`bah Radiyallaahu ‘anhu disebutkan,

“Bahwasanya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila pergi untuk buang air (hajat) maka beliau menjauh”. (Diriwayat-kan oleh empat Imam dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

2Hindari Tiga Tempat Ini

www.cheapbathroomsuites.org

Menghindari tiga tempat terlarang, yaitu aliran air, jalan-jalan manusia dan tempat berteduh mereka. Sebab ada hadits dari Mu`adz bin Jabal Radhiallaahu ‘anhu yang menyatakan demikian.

3Tidak Angkat Pakaian

portalrabbani.com

Tidak mengangkat pakaian sehingga sudah dekat ke tanah, yang demikian itu supaya aurat tidak kelihatan. Di dalam hadits yang bersumber dari Anas Radhiallaahu ‘anhu ia menuturkan:

“Biasanya apabila Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam hendak membuang hajatnya tidak mengangkat (meninggikan) kainnya sehingga sudah dekat ke tanah. (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi, dinilai shahih oleh Albani).

4Jangan Bawa Lafadz Allah

www.digitaltrends.com

Tidak membawa sesuatu yang mengandung penyebutan Allah kecuali karena terpaksa. Karena tempat buang air (WC dan yang serupa) merupakan tempat kotoran dan hal-hal yang najis, dan di situ setan berkumpul dan demi untuk memelihara nama Allah dari penghinaan dan tindakan meremehkannya.

5Tidak Menghadap Kiblat

adhimasgroup.wordpress.com

Dilarang menghadap atau membelakangi kiblat, berdasar-kan hadits yang bersumber dari Abi Ayyub Al-Anshari Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

“Apabila kamu telah tiba di tempat buang air, maka janganlah kamu menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya, apakah itu untuk buang air kecil ataupun air besar. Akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau ke arah barat”. (Muttafaq’alaih).

Ketentuan di atas berlaku apabila di ruang terbuka saja. Adapun jika di dalam ruang (WC) atau adanya pelindung / penghalang yang membatasi antara si pembuang hajat dengan kiblat, maka boleh menghadap ke arah kiblat.

6Tidak Kencing di Air Tergenang

www.decosee.com

Dilarang kencing di air yang tergenang (tidak mengalir), karena hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jangan sekali-kali seorang diantara kamu buang air kecil di air yang menggenang yang tidak mengalir kemudian ia mandi di situ”.(Muttafaq’alaih).

7Cuci dengan Tangan Kiri

www.reece.com.au

Makruh mencuci kotoran dengan tangan kanan, karena hadits yang bersumber dari Abi Qatadah Radhiallaahu ‘anhu menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jangan sekali-kali seorang diantara kamu memegang dzakar (kemaluan)nya dengan tangan kanannya di saat ia kencing, dan jangan pula bersuci dari buang air dengan tangan kanannya.” (Muttafaq’alaih).

SHARE