Islam merupakan agama yang sempurna. Islam selalu memberikan rahmat kepada umat manusia. Salah satu bukti rahmat tersebut yaitu perintah untuk memuliakan tetangga dan tamu, tanpa memandang dari agama dan golongan manapun.

”Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tamunya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Perkara memuliakan tamu ini berkaitan dengan kesempurnaan iman seseorang. Sehingga salah satu tanda sempurnanya iman seseorang bisa diketahui dari sikapnya kepada tamu.

Semakin baik seorang muslim menyambut dan menjamu tamu, semakin tinggi pula nilai keimanannya kepada Allah.

Sebaliknya, manakala ia kurang perhatian atau meremehkan tamunya, maka ini pertanda kurang sempurna nilai keimanannya kepada Allah.

Ketika sahabat Muhajirin sampai di Madinah, para sahabat Anshar berlomba-lomba untuk menyambut dan menjamu mereka dengan sebaik-baiknya.

Bahkan mereka lebih mengutamakan kebutuhan kaum Muhajirin daripada kebutuhan diri mereka sendiri, walaupun sebenarnya mereka sendiri pun sangat membutuhkannya.

Sehingga kisah ini Allah abadikan di dalam Al-Qur’an surat Al Hasyr ayat 9, sebagai tanda kebersihan dan kejujuran iman para shahabat Rasulullah Saw, sekaligus sebagai uswah bagi generasi sesudahnya.

“Menjamu dan memuliakan tamu adalah termasuk adab dalam Islam dan merupakan akhlak para nabi dan orang-orang shalih.” (Imam Nawawi)

1Bersegera Menyambut dan Menjamu

pmikapuas.org

Tanpa harus menawari dulu kepada tamunya. Perintah untuk bersegera dalam beramal ini juga merupakan tuntunan Islam.

Rasulullah bersabda: “Bersegeralah dalam beramal …” (HR. Muslim)

2Menjawab Salam dengan Baik

gedeteguh.student.telkomuniversity.ac.id

“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), maka balaslah penghormatan (salam) itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).” (An Nisa’: 86)

3Memberi Hidangan Terbaik

mama-cat.blogspot.com

Etika ini sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim ketika menghidangkan daging anak sapi yang gemuk kepada para tamunya.

4Meletakkan Hidangan di dekat Tamu

kabarmakkah.com

Nabi Ibrahim meletakkan hidangan tersebut tidak jauh dari tempat para tamunya. Ini tentunya untuk memudahkan tamunya menikmati hidangan tersebut.

Juga tidak terburu-buru mengangkat hidangan dari meja tamu sebelum tamu benar-benar memakanannya dan membersihkan tangannya.

5Menyambut dengan Sopan dan Baik

technonatura.sch.id

Nabi Ibrahim berkata kepada tamunya: ”Keselamatan atas orang-orang yang tidak dikenal”.

Beliau tidak mengatakan ”Keselamatan atas kalian, kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Ketika menghidangkan makanan Ibrahim berkata,”Silahkan kalian makan”

6Menjaga dan Melindungi Tamu dari Mudharat

ilhamfadli.blogspot.com

Hal ini dilakukan oleh Nabi Luth ketika datang kepadanya para Malaikat yang menjelma sebagai tamu yang sangat tampan wajahnya.

Kedatangan tamu-tamu tersebut mengundang fitnah terhadap kaumnya dan mereka hendak berbuat Liwath (homoseks).

Menghadapai hal itu, Nabi Luth berupaya untuk menjaga dan melindungi tamunya dari kekejian yang hendak dilakukan oleh kaumnya, seperti yang terdapat dalam surat Hud ayat 77-83 dan Al Hijr ayat 67-71.

7Tuan Rumah Berwajah Gembira

akhwatindonesia.net

Ketika tuan rumah sedang mempunyai masalah, hendaknya tidak ditunjukkan kepada tamunya. Jika kekesalan itu tertuju pada tamunya, hendaknya tetap bersikap ramah.

Karena berlaku tidak ramah kepada tamu, berlawanan dengan kehormatan tuan rumah yang justru harus dijaga.

SHARE