Banyak aegan di dalam sinetron tanah air yang bercerita tentang bagaimana seorang dokter menangani pasien, suasana rumah sakit, dan para perawat yang lalu lalang mengurusi pasien sakit.

Namun sayangnya, banyak hal ganjil tentang pencitraan sebagai dokter di sinetron. Jika kamu cermat, hal-hal itu terlihat aneh sekali dan sangat tidak masuk akal, lucu. Justru penonton akan sulit mencerna hikmah ceritanya.

Jika para dokter menonton adegan dalam sinetron itu, tentu saja mereka tidak terima. Misalnya, adegan di rumah sakit tapi pasiennya pakai lipstik. Itu kan aneh.

Jangan sampai membodohi masyarakat dengan tayangan tak bermutu. Buatlah film yang benar-benar jujur, hingga “kebohongan” itu diterima. Maksudnya, cerita fiktif itu tetap berdasarkan riset yang matang dan ilmiah.

Memang, adegan apa saja yang jelas-jelas aneh, ganjil, dan tidak masuk akal?

1Adegan Sekarat

health.kompas.com

Pernah lihat adegan ini? Seseorang yang sekarat, tapi dengan cara terbatuk-batuk dan bisa mengucapkan wasiat terakhir dengan lancar, lalu setelah itu meninggal.

Jikalau ada orang sekarat, biasanya sesak napas, bukan terbatuk-batuk sampai tersedak macam sakit paru-paru. Kalau adegan sekarat harus dengan batuk-batuk, kenapa tidak coba saja diganti dengan bersin-bersin?

“Ibu sudah tidak kuat lagi, Nak… hatciii! Pesan Ibu… hatciii! Jangan lupa sholat… hatciii! dan doakan Ibu di sepertiga malam… hatciii!”

Lebih seru, kan?

2Cabut Infus Begitu Saja

argaaditya.com

Nah, adegan yang satu ini juga aneh bin ajaib. Ketika aktor atau aktris itu berada di rumah sakit, sadar, lalu ingin melarikan diri, mereka mencabut selang oksigen dan selang infus dengan sekali tarik.

Pada kenyataannya, mencabut infus harus dengan teknik tertentu. Bisa mandi darah kalau jarum abbocath (jarum infus yang masuk ke pembuluh darah) ditarik paksa seperti itu.

3Adegan Operasi Mata

otaku-indon.blogspot.com

Setelah operasi, pasien dibantu membuka perban. Kemudian diuji, pada awalnya pandangan pasien buram. Setelah beberapa detik kemudian, penglihatan si pasien sudah sangat jelas.

Perlu diketahui bahwa, pertama, tidak ada yang namanya cangkok bola mata. Yang ada adalah cangkok kornea atau lapisan bening yang ada di bagian depan mata.

Tidak pernah ada juga yang setelah perban matanya dibuka, langsung bisa melihat dalam waktu cepat. Pasien harus melewati proses pemulihan dulu.

Dan satu lagi, kalau operasi mata itu, yang dibalut cuma matanya saja. Perbannya tidak sampai keliling kepala. Memangnya mau main mumi-mumian?

4Amnesia

dramafever.com

Kecelakaan, lalu amnesia atau lupa ingatan. Setelah berada di rumah sakit, mendapat penanganan medis, aktor atau aktris itu sadar, dan bertanya, “Aku dimana? Kamu siapa? dll”

Dan dalam waktu sekejap, tiba-tiba kepala penderita amnesia itu terbentur lagi saat hendak berdiri dari tempat tidur dan langsung ingat semua.

5Balut Luka

ojantikareborn.wordpress.com

Kalau kecelakaan, pasti bagian dahi dibalut semua sampai melingkar keliling kepala, ditambah darah buatan, bulat dan merah, tepat menodai kain kassa pembalut luka.

Wah, ini salah besar! Kalau bekas obat merah, bolehlah. Tapi kalau darah merah? Itu artinya lukanya tidak diobati karena darahnya masih keluar sampai membasahi kain kassa.

6Operasi

blognyanuri.blogspot.com

Di ruang operasi, yang namanya dokter itu tidak pernah ada yang memakai jas putih dokter. Pasti mereka ganti baju operasi yang steril. Warna dan modelnya beda.

Pernah juga ada adegan sewaktu melakukan operasi, dokternya tiba-tiba keluar-masuk hanya untuk menemui keluarga pasien.

Pokoknya, dokter itu keluar masuk ruang operasi pakai baju jas dokter yang berwarna putih dan bertanya hal-hal yang tidak penting.

Kalau betul-betul ada dokter begini di kehidupan nyata, wah sudah dipecat mungkin ya dokter model begitu.

7Ruang ICU

pikhospital.co.id

Ruang ICU isinya cuma oksigen. Waduh, ini ICU di daerah mana ya? Perlu kamu tahu bahwa di dalam ruang ICU itu banyak instrumen-instrumen kesehatan, seperti alat bantu pernafasan, alat monitor jantung, dan sebagainya.

Mungkin melengkapi propertinya sulit. Tapi siapa peduli? Setting tempat tetap harus sesuai dengan realita.

Bahkan dalam kehidupan nyata, sempat ada pasien yang membandingkan apa yang terjadi pada dirinya dengan yang ada di dalam sinetron, kenapa tidak sesuai.

Alhasil, sang dokter harus menjelaskan bahwa yang ada di dalam sinetron memang tidak seperti kenyataannya.