s591.photobucket.com

Adiwarman Karim dan Perjuangan Panjangnya Tegakkan Ekonomi Syariah di Indonesia

Posted on

Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia tidak terlepas dari jasa para pemikir ekonomi syariah.

Mereka memberikan sumbangsih besar, tidak hanya dari segi pemikiran yang cemerlang tentang ekonomi syariah, tetapi juga atas dedikasi dalam perkembangan dan pembangungan ekonomi syariah di Indonesia.

Di antara para ahli ekonomi tersebut, salah satunya yaitu Adiwarman Karim. Ia memiliki andil besar dalam perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dengan berbagai pemikirannya yang cemerlang.

Ia menulis sebuah karya yang mampu memperkaya khazanah keilmuan khususnya di bidang ekonomi Islam dan juga lewat kontribusi beliau dalam perkembangan perbankan syariah di Indonesia.

Siapa Adiwarman Karim?

penayasin.com
penayasin.com

Ir.H. Adiwarman Azwar Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P., lahir di Jakarta pada 29 Juni 1963. Adiwarman yang kerap dipanggil Adi ini merupakan cerminan sosok pemuda yang mempunyai hobi belajar.

Pendidikan tingkat S1 ia tempuh di dua perguruan tinggi yang berbeda, IPB dan UI. Gelar Insinyur dia peroleh pada tahun 1986 dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pada tahun tahun 1988 Adiwarman berhasil menyelesaikan studinya di European University, Belgia dan memperoleh gelar M.B.A.

Setelah itu, ia menyelesaikan studinya di UI yang sempat terbengkalai dan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1989.

Tiga tahun berikutnya, 1992, Adiwarman juga meraih gelar S2-nya yang kedua di Boston University, Amerika Serikat dengan gelar M.A.E.P.

Selain itu, ia juga pernah terlibat sebagai Visiting Research Associate pada Oxford Centre for Islamic Studies.

Modal akademis dan konsistensinya pada bidang ekonomi menghantarkannya untuk meniti berbagai karir prestisius.

Karir Cemerlang di Bank Syariah

banksampoerna.com
banksampoerna.com

Pada tahun 1992 Adiwarman masuk menjadi salah satu pegawai di Bank Mu’amalat Indonesia, setelah sebelumnya sempat bekerja di Bappenas.

Karir Adi di BMI terbilang cemerlang, karir awalnya sebagai staf Litbang. Enam tahun kemudian ia dipercaya untuk memimpin BMI cabang Jawa Barat.

Jabatan terakhirnya di pionir bank syariah tersebut adalah Wakil Presiden Direktur. Jabatan tersebut dipegang sampai dengan tahun 2000, ketika ia memutuskan untuk keluar dari BMI.

Gebrakan Sang Begawan Ekonomi Islam

permodalanbmt.com
permodalanbmt.com

Keluarnya Adiwarman dari BMI disebabkan ia memiliki agenda yang lebih besar yang ingin dicapai, yaitu memperjuangkan dibukanya divisi syari’ah di bank-bank konvensional.

Hasil dari upaya Adiwarman tersebut dapat dilihat sekarang ini, dengan dibukanya divisi-divisi, unit dan gerai syari’ah di beberapa bank konvensional, meskipun itu bukan satu-satunya faktor penyebabnya.

Setelah melepas jabatannya di BMI, pada tahun 2001 dengan modal Rp. 40 juta Adiwarman kemudian mendirikan perusahaan konsultan yang diberi nama Karim Business Consulting.

Semula, banyak pihak termasuk yang bergabung di perusahaannya awalnya memandang pesimis prospek perusahaan yang dipimpinnya. Hal ini bisa dimaklumi, sebab ketika itu bank syari’ah di Indonesia hanyalah BMI.

Tetapi, seiring perkembangan ekonomi Islam dan perbankan syari’ah di Indonesia, saat ini perusahaan yang dipimpinnya telah menjadi rujukan pertama dari berbagai masalah ekonomi dalam perbankan Islam atau Syari’ah.

republika.co.id
republika.co.id

Kontribusi Adiwarman dalam pengembangan perbankan dan ekonomi syari’ah di Indonesia bukan saja sebagai praktisi, tetapi juga sebagai intelektual dan akademisi.

Ia menjadi dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi ternama seperti UI, IPB, Unair, IAIN Syarif Hidayatullah dan sejumlah perguruan tinggi swasta untuk mengajar perbankan dan ekonomi syariah.

Di beberapa perguruan tinggi tersebut ia juga mendirikan Shari’ah Economics Forum (SEF), suatu model jaringan ekonomi Islam yang bergerak di bidang keilmuan.

Lembaga tersebut menyelenggarakan pendidikan non kulikuler yang diselenggarakan selama dua semester dan dipersiapkan sebagai sarana “islamisasi” ekonomi melalui jalur kampus.

Karya Lain Adiwarman

bnisyariah.co.id
bnisyariah.co.id

Beberapa tulisan Adiwarman yang telah diterbitkan antara lain; Ekonomi Islam, Suatu Kajian Kontemporer yang merupakan kumpulan artikelnya di Majalah Panji Masyarakat.

Ada pula Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, sebuah kumpulan tulisan pakar ekonomi yang ia terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Ekonomi Mikro Islami dan Ekonomi Islam, Suatu Kajian Ekonomi Makro.

Ketiga tulisan yang disebut terakhir merupakan bahan kuliah wajib di berbagai perguruan tinggi tempatnya mengajar.

Terakhir ia menulis satu buku yang berusaha memberikan pandangan secara komprehensif tentang perbankan Islam dengan memberikan analisis dari perspektif fikih dan ekonomi (keuangan).

Buku tersebut diberi title Bank Islam, Analisis Fiqih dan Keuangan. Ada lebih dari 50 artikel tentang ekonomi Islam yang disajikan dalam berbagai forum nasional dan internasional.

Saat ini dia dipercaya menjadi anggota Dewan Syariah Nasional MUI dan Dewan Pengawas Syariah pada beberapa Lembaga Keuangan Syariah.

Contohnya, Asuransi Great Eastern Syariah, Bank Danamon Syariah dan HSBC Syariah, serta Dewan Syariah pada BPRS Harta Insani Karimah.

Kontribusi Besar Kepada Bangsa Indonesia

youtube.com
youtube.com

Pemikiran dan kontribusi yang dipersembahkan Adiwarman Karim terhadap perkembangan ekonomi Islam di Indonesia memang sangat luar biasa.

Dengan berbagai bekal keilmuan dan pengalaman yang dimilikinya, mampu menjadikan beliau sebagai salah satu orang yang berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi Islam khususnya di Indonesia.

Hal itu seharusnya bisa menjadi contoh dan bahan introspeksi bagi kita sebagai calon praktisi ataupun akademisi di bidang ekonomi Islam.

Nantinya, diharapkan mampu melanjutkan perjuangan yang telah dicontohkan para pakar ekonomi Islam terdahulu seperti halnya Ir.H. Adiwarman Azwar Karim.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *