Rasa syukur itu senantiasa kita ucap ketika kita masih bertemu dengan bulan Ramadhan. Bulan suci yang merupakan bulan terbaik, di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Bulan dimana pintu ampunan terbuka lebar dan rahmat serta pahala berlipat ganda. Selama bulan ini kita menjalankan ibadah puasa untuk mengalahkan hawa nafsu demi menjadi pribadi yang lebih baik.

Kamu bisa menjadikan bulan ini sebagai momentum bagi perubahan diri menjadi manusia yang lebih baik. So, pastinya kamu ingin memperoleh Ramadhan yang benar-benar bermakna.

Tak perlu muluk-muluk sebenarnya, kita hanya perlu mengubah beberapa kebiasaan sederhana supaya ibadah kita mencapai titik maksimal. Yuk, simak ulasan berikut.

Pisahkan Gadget dari Kegiatan Ibadahmu

21 ponsel
feriandyraynando.blogspot.com

Salah satu gadget yang sekan tak mau lepas dari tangan adalah smartphone. Ponsel pintar tersebut seakan membuatmu ‘kecanduan’ untuk membukanya, entah untuk game, berjelajah di dunia maya, dan lain sebagianya.

Agar ibadahmu terasa bermakna dan lebih fokus, saat beribadah pisahkan gadget tersebut dari tanganmu. Jika perlu letakkan jauh darimu atau bahkan tinggalkan di rumah saat kamu di masjid.

Kamu enggak ingin kehilangan momentum Ramadhan ini kan? Hanya karena asyik mentengin ponselmu.

Ketika waktu ibadah tiba, fokuslah untuk beribadah, jangan sampai waktu untuk ‘bermesraan’ dengan Sang Kholiq terganggu oleh ponselmu.

Hindari Humble-brag di Sosial Media

21 satus 2
www.youtube.com

Kita tentu pernah melihat beberapa postingan di sosial media seperti di facebook, twitter, atau lainnya yang mengungkapkan beberapa kegiatan ibadah seperti ini,

“Alhamdulillah, meski capek masih bisa sujud disepertiga malam terakhir-Mu…”

“Baca 1 juz perhari aja gak mampu, sebel deh sama diri gue sendiri, besok harus lebih baik”

Adalah humble-brag, yang merupakan cara untuk menyombongkan diri secara terselubung. Pada postingan tersebut, kamu meremehkan dirimu, padahal dibaliknya kamu ingin orang lain tahu bahwa kamu sudah melakukan sesuatu yang hebat.

Sebaiknya kita perlu berhati-hati dalam membagikan kegiatan ibadah di sosial media.  Bisa saja apa yang kita lakukan tersebut dianggap suatu kesombongan atau ajang riya’.

Ibadah kita adalah perkara kita dengan Sang Maha Kuasa, so tidak perlu orang sejagad mengetahuinya.

Mengaji Disela Kegiatan

21 ngajiii
bangimam-berbagi.blogspot.com

Jika kamu ingin beribadah maksimal, kamu tidak perlu kog mengehentikan semua kegiatan harianmu. Kamu tetap bisa kuliah, atau kerja seperti biasanya. Lakukan kegiatan harianmu sebagaimana mestinya.

Lagipula belajar dan bekerja merupakan bentuk ibadah juga. Meskipun demikian, sebaiknya kamu juga perlu meningkatkan kualitas hubunganmu dengan Sang Khaliq.

Kamu bisa memanfaatkan waktu luangmu atau waktu di sela kegiatanmu untuk tilawah Al-Qur’an. Buatlah target minimal yang harus kamu baca perhari, sehingga semangatmu untuk membaca Al-Qur’an akan terus meningkat.

Jangan Sampai Buka Bersama Mengorbankan Waktu Ibadah

21 buber
tarjiem.com

Salah satu kegiatan tahunan di bulan Ramadhan adalah buka bersama. Di sadarari atau tidak agenda tersebut seakan menjadi hal yang asik dan sayang untuk dilewatkan.

Apalagi buka bersama dengan teman-teman dan para sahabat. Akan tetapi, kegiatan ini secara tidak langsung kadang justru bisa mengorbankan waktu ibadah.

Karena asyiknya menyantap menu buka bersama teman-teman, setelah itu ngobrol, eh mau sholat maghrib masjid udah penuh, sehingga sholat maghribpun terlewati tanpa dijalani.

Berlanjut ke isyak, karena waktu isyak itu lumayan panjang dan sholat tarawih adalah sholat sunnah jadi masih bisa dilaksanakan setelah acara selesai, lagi-lagi alasan.

Acara udah kelar, pulang badan terasa capek dan akhirnya tidur, lupa deh dengan ibadah-ibadah yang ditunda tadi. Jangan sampai yang semula niatnya buka bersama malah berlanjut menjadi ‘maksiat’ bersama karena melalaikan ibadah-ibadah lainnya.

Hati-hati, Lapar Mata Saat Buka Puasa

21 lapar
www.arrahmah.com

Menjelang berbuka adalah saat yang ‘mendebarkan’, kita biasanya sangat menantikan detik-detik adzan magrib berkumandang.

Setelah menahan lapar dan haus seharian, kadang kita lupa manahan hawa nafsu saat berbuka, melihat banyak makanan yang dijual akhirnya apa aja yang ada di depan mata dibeli dan dimakan.

Malah terlalu banyak yang dibeli sedang perut sudah seakan tidak muat menampung makanan, makanan-makanan tadi sisa deh.

Padahal puasa dianggap berhasil jika kita bisa mengendalikan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang melebihi batas kewajaran.

Itulah beberapa kebiasaan yang perlu kita perbaiki agar ibadah kita di bulan suci Ramadhan ini lebih bermakna.