Setelah 12 jam lebih diperiksa, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, pada akhirnya keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (12/4/2016) malam.

Ahok yang datang untuk penuhi panggilan sebagai saksi atas penyelidikan masalah sangkaan korupsi pembelian tempat RS Sumber Waras pada jam 09. 15 WIB dicecar dengan 50 pertanyaan lebih.

Pada tim penyelidik, Ahok meyakinkan lahan yayasan RS Sumber Waras yang dibeli Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan lahan sengketa. Begitu halnya besaran NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) ditetapkan oleh perhitungan yang dikerjakan tim teknisnya.

” Kami hanya tanda tangan penetapan, ” kata Ahok dalam detik. com.

Bekas Bupati Belitung itu juga mengutamakan pembelian lahan RS Sumber Waras dikerjakan dengan mekanisme yang benar serta transparan, tidak sama dengan hasil laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

” Yang pasti saya duga BPK sembunyikan data kebenaran, ” tegas Ahok.

Menurut Ahok, BPK juga memohon Pemprov DKI membatalkan pembelian lahan RS Sumber Waras. Ahok rasa keinginan itu mustahil dapat dikerjakan. ” Bila dibalikin mesti jual balik. Bila jual balik ingin tidak Sumber Waras beli harga baru? Bila gunakan harga lama kerugian negara. Itu saja, ” ucapnya.

Masalah proyek RS Sumber Waras berawal waktu Pemprov DKI beli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) sejumlah Rp755 miliar. Tetapi, BPK menilainya Pemprov DKI beli lahan dengan harga yang lebih mahal dari semestinya, hingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp191 miliar.

BPK juga temukan beberapa penyimpangan dalam sistem pembelian lahan RS Sumber Waras, yaitu penyimpangan dalam bagian rencana, penganggaran, pengadaan pembelian lahan, pemilihan harga serta penyerahan hasil.

Pemprov DKI beli lahan RS Sumber Waras untuk bangun rumah sakit spesial kanker, dilengkapi dengan beberapa sarana pendukung, termasuk juga apartemen. Ahok menilai tempat pembangunan RS Sumber Waras telah ideal, lantaran dekat dengan RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat.

KPK sampai saat ini masih tetap menyelidiki masalah ini, serta belum mengambil keputusan siapa tersangkanya.