Dalam hidup berumah tangga, pasti kita akan sering menemukan dan menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan dari suami.

Ada kalanya kita dapat menahan emosi, namun ada kalanya juga setan menyusup ke dalam hati manusia, membisiki kita untuk tak perlu menahan emosi, luapkan saja.

Nah, meskipun para istri sedang marah dan merasa jengkel serta emosi kepada perilaku suami, jangan sampai meninggalkan rumah dalam keadaan marah, kemudian pulang ke rumah orang tua.

Mengapa? Apa akibatnya jika para istri tetap melakukan hal demikian?

1Masalah Makin Rumit

azkapraditya.com

Jika meninggalkan rumah, maka keluarga (orang tua) akan ikut campur dalam permasalahan yang sedang dihadapi sehingga permasalahan semakin meluas.

Orang tua akan bertanya-tanya, masalah apa yang menyebabkan anaknya pergi begitu saja, tidak pamit pada suami. Boleh jadi, orang tua akan menganggap kalau suami tidak bisa mengurus istri.

2Suami Merasa Direndahkan

realitynewsinternational

Suami akan merasa direndahkan karena istri meninggalkan rumah seenaknya dan mengadu kepada keluarga. Padahal, ketika sudah berumah tangga, semua yang ada pada istri adalah tanggung jawab suami.

Jika istri pergi begitu saja, suami akan merasa bahwa ia tidak lagi dihormati sebagai kepala keluarga.

forum.suara.com
forum.suara.com

Sebab statusnya masih suami istri sah, maka seharusnya dalam keadaan apapun istri harus selalu minta izin pada suami jika akan keluar rumah.

Nah, kalau sedang bertengkar, maka usahakan mereda dengan cepat agar ketika memang istri suntuk di rumah dan ingin keluar, sudah dalam keadaan suami yang ridho.

3Suami Merasa Disepelekan

ghiboo.com

Suami akan merasa disepelekan jika istri sering pergi atau keluar rumah dalam keadaan marah. Istri masih dalam tanggung jawab suami.

Jika tidak segera dituntaskan, lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi perkara yang biasa bagi suami sehingga suami akan merasa lebih tenang tanpa adanya sang istri. Ini kan bahaya.

4Menambah Pertentangan Dua Pihak

muslimahcorner.com

Pergi meninggalkan rumah akan menambah pertentangan kedua belah pihak. Maka meskipun sedang berselisih dengan suami, tetaplah tinggal di rumah dan jangan meninggalkannya.

Namun begitu, jika tetap tinggal di rumah dalam keadaan marah, hindari untuk mengatakan kepada suami kalimat, “Saya tidak meninggalkan rumah ini, tetapi jika engkau ingin pergi, pergilah” atau “Tinggalkan rumahku dan rumah anak-anakku”.

Jika berkata demikian maka akan menambah runcing permasalahan yang ada.