Al Qur’an Terkecil di Dunia Ini Ternyata Ada di Indonesia

Posted on

Syarif Hidayatullah, atau yang oleh masyarakat Indonesia lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati memang berasal dan bermukim di Jawa Barat.

Semasa hidupnya, Syarif Hidayatullah banyak mengabdikan diri di masyarakat sebagai seorang da’i yang mendakwahkan Islam.

Sebagai hamba Allah dan kodrat seorang manusia, Syarif Hidayatullah pun menikah dengan seorang wanita muslimah dan melahirkan anak-anak yang memiliki jalan kehidupan hampir sama dengannya, yaitu menjadi da’i.

Salah satu anak dari Syarif Hidayatullah ini bahkan dalam misi dakwah Islamnya sempat menuliskan sebuah Al Qur’an dengan tulisan tangannya sendiri.

Yang unik, Al Qur’an yang ditulis oleh anak Sang Sunan ini bentuknya kecil sekali, bahkan kemudian dinobatkan sebagai Al Qur’an terkecil di dunia!

Lebih istimewanya lagi, kini Al Qur’an tersebut disimpan dengan baik di Kampung Parakan Kembang RT 04 RW 01, Desa Pasir Bambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Indonesia.

Al Qur’an ini selain istimewa karena bentuknya yang sangat mungil, juga langsung ditulis tangan, dan luar biasa sekali karena tinta yang dibuat untuk menulis huruf demi huruf di dalamnya adalah tinta pena cair berwarna emas yang berasal dari Persia pada Abad ke-17.

Al Qur’an tulisan tangan yang merupakan warisan leluhur ini sekarang dijaga dengan baik oleh salah satu keturunan langsung dari Sunan Gunung Jati, dia adalah KH TB Tamyiz yang juga merupakan seorang guru mengaji Al Qur’an di Masjid Darussalam.

PARTNER: Pesantren Tahfidz Quran Putri

Menurut Mbah Tamyiz juga, Al Qur’an tersebut pernah dibawa dan dijadikan pegangan saat berdakwah di Batavia pada masa penjajahan Belanda oleh anak dari Pangeran Wijayakusuma dimasa kejayaan Jayakarta.

Kisah tersebut dia dapatkan langsung dari Sang Ayah, yang juga berpesan kepadanya untuk menjaga dan merawat benda warisan leluhur itu dengan baik.

Tentang bagaimana Al Qur’an itu bisa dibawa oleh putera dari Pangeran Wijayakusuma, tak lain karena si Penulis sendiri, yaitu putera dari Sunan Gunung Jati tersebut memang kala itu adalah sosok ulama yang sangat disegani dan menjadi penasehat di Kerajaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *