Apa yang membuatmu belum bisa memutuskan untuk segera menikah? Apakah karena alasan finansial? Psikologi? Ilmu?

Rasulullah Saw menganjurkan umatnya untuk menyegerakan ibadah sunnah tersebut agar terhindar dari maksiat kecil maupun besar, yang hanya bisa dikekang dengan pernikahan.

Jika finansial, psikologi, ilmu, dan kesiapan lainnya sudah tidak ada masalah, tapi masih ingin menikmati masa-masa jomblo (menunda menikah), kira-kira apakah alasan tersembunyi dalam diri orang tersebut?

1Fokus Kegiatan Akademis dan Non-Akademis

en.wikipedia.org

Kamu terlalu sibuk. Banyak sekali aktivitas yang kamu ikuti setiap hari, mulai dari urusan akademis hingga non-akademis, seperti berorganisasi.

Kamu juga sudah sibuk dengan pekerjaan dan setumpuk tanggung jawab lain. Kesibukan itulah yang mengalihkan pikiranmu dari pernikahan dan upaya mencari pasangan.

Kalaupun kamu punya waktu luang, kamu lebih memilih untuk mengisinya dengan hal-hal yang lebih konkret dan jelas manfaatnya, daripada mencari jodoh yang belum jelas.

2Terlalu Pemilih dan Masih Sering Menutup Diri

realitynews.international

Kamu termasuk orang yang terlalu banyak kriteria dalam memilih jodoh, bahkan terkesan terlalu muluk-muluk.

Kalau seseorang itu tidak memenuhi semua kriteria jodohmu, kamu segera mencoret namanya dari daftar. Jika kamu tipe pemilih seperti ini, biasanya ada standar tinggi yang dijadikan patokan untuk mencari jodoh.

Hati-hati lho. Terlalu banyak kriteria juga bisa menyulitkanmu kelak. Biasanya, hal ini juga berhubungan dengan karaktermu yang sangat menutup diri,

sehingga daftar kriteria yang kamu pasang untuk mencari jodoh pun salah satunya karena kamu belum bisa terbuka dengan datangnya jodoh.

3Punya Trauma dengan Cinta Masa Lalu

lifestyle.okezone.com

Ini tandanya kamu belum bisa move on. Kalau masih terjebak di masa lalu, kamu akan sulit untuk melangkah ke depan.

Apalagi kalau hatimu masih saja terikat pada hal-hal yang sudah lama berlalu dan tidak mau melepaskan rantai yang mengikatmu dengan peristiwa yang sudah lewat. Kalau begini terus, kamu akan susah sekali untuk bisa maju.

4Terlalu Banyak Mendengarkan Omongan Orang

hipwee.com

Orang tua dan keluarga besar ingin kamu punya pasangan yang mapan, tampan, dan sopan. Sementara lingkungan sekitar, seperti teman dan tetangga mengiming-imingi dirimu untuk bekerja di perusahaan bergengsi, kejar karir sampai sukses.

Wah, ini namanya racun. Mendengar omongan semua orang justru akan membuatmu pusing sendiri. Akibatnya, kamu akan bingung jika tidak punya prinsip dan tujuan hidup yang jelas.

The truth is we cannot please all people. Kamu tidak bisa membahagiakan semua orang. Pasti akan ada yang nyinyir. Kalaupun kamu bisa membahagiakan mereka, pasti akan ada sesuatu yang harus kamu korbankan.

Intinya kamu perlu tetap bahagia dengan pilihanmu, asal tidak merugikan orang lain. Kamu punya kendali penuh atas hidupmu.

5Belum Menemukan Calon Pasangan yang Cocok

geraihaydar.com

Banyak yang bilang, single itu pilihan dan jomblo itu nasib. Padahal, slogan itu salah besar. Single maupun jomblo, keduanya tergantung prioritas hidup masing-masing orang. Setuju?

Cocok atau tidak, poin ini sangat berkaitan dengan bagaimana kamu membuat kriteria calon pasanganmu kelak.

Ada juga yang merasa belum cocok bukan karena tidak sesuai kriteria. Tapi karena masih punya tanggungan biaya sekolah adik-adik, jika seseorang tersebut adalah anak sulung, apalagi tulang punggung keluarga.

Alasan itulah yang kemudian membuat urusan jodoh dikesampingkan terlebih dulu, dan memilih untuk fokus membiayai sekolah adik-adik.

6Belum Siap Tanpa Alasan Jelas

infobacan.com

Kamu hanya merasa belum siap. Sebetulnya hal ini berkaitan dengan mental. Kesiapan mental ini biasanya dibarengi dengan kapasitas keilmuan. Belum siap, karena merasa belum tahu apa-apa, belum cukup ilmu.

Coba kamu luangkan waktu untuk belajar atau mengulang kembali ilmu yang berkaitan dengan rumah tangga dan parenting (pendidikan anak) sesekali waktu. Alangkah baiknya jika waktu tersebut rutin terjadwal.