Allah hanya akan menerima amal shaleh dari hamba-Nya apabila mengikuti 2 syarat yaitu ikhlas (bersih dari kesyirikan) dan mutaba’ah (mengikuti tuntunan Rasulullah SAW).

Dengan demikian mengikuti syariat Nabi muhammad merupakan syarat diterimanya amal, dan perlu diketahui bahwa mutabaah (mengikuti Nabi Shalallahu alahi wassalam) tidak akan tercapai kecuali apabila amal yang dikerjakan sesuai dengan syariat dalam 6 perkara yaitu

1Sebab

yusufmansur.com

Jika seseorang melakukan suatu ibadah kepada Allah dengan sebab yang tidak disyariatkan, maka ibadah tersebut adalah bidah dan tidak diterima (ditolak).

Contoh, ada orang yang melakukan shalat tahajud pada malam 27 bulan Rajab, dengan dalih bahwa malam itu adalah malam Miraj Rasulullah (dinaikkan keatas langit).

Shalat tahajud adalah ibadah, tetapi karena dikaitkan dengan sebab tersebut menjadi bidah. Karena ibadah tadi didasarkan atas sebab yang tidak ditetapkan dalam syariat.

Syarat ini, yaitu: ibadah harus sesuai dengan syariat,  sebab adalah penting, karena dengan demikian dapat diketahui beberapa macam amal yang dianggap termasuk sunnah, namun sebenarnya adalah bidah.

2Jenis

doamustajab.com

Artinya ibadah harus sesuai dengan syariat dalam jenisnya. Jika tidak maka tidak diterima.Jenis-jenis ibadah juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW

Contoh, seseorang yang menyembelih ayam untuk kurban adalah tidak sah, karena menyalahi ketentuan syariat dalam jenisnya. Yang boleh dijadikan kurban yaitu unta, sapi, dan kambing.

3Kadar (bilangan)

shodiqielhafily.wordpress.com

Kalau ada seseorang yang menambah bilangan rakaat suatu shalat, yang menurutnya hal itu diperintahkan, maka shalat tersebut adalah bid’ah dan tidak diterima.

Karena tidak sesuai dengan ketentuan syariat dalam jumlah bilangan rakaatnya. Jadi apabila ada seseorang shalat zuhur 5 rakaat, umpamanya maka shalatnya tidak sah.

4Kaifiyat (cara)

www.ummi-online.com

Seandainya ada seseorang yang berwudhu dengan cara membasuh tangan, lalu muka, maka tidak sah wudhunya karena tidak sesuai dengan cara yang ditentukan syariat.

Masing-masing sudah ada caranya. Jika shalat wajib sehabis rukuk bangun lagi lalu membaca Al Fatihan tentu tidak pada caranya.

5Waktu

jonooit.com

Apabila ada seseorang yang menyembelih binatang kurban pada hari pertama bulan Dzulhijjah, maka tidak sah, karena waktu melaksanakannya tidak menurut syariat/ajaran islam.

Amal seperti ini adalah bidah. Karena tidak ada sembelihan yang ditujukan untuk bertakarub kepada Allah kecuali sebagai kurban, denda haji, akikah.

Begitu juga shalat. Jika masuk waktu Dzuhur maka kesempatan untuk shalat Dhuha sudah habis. Saat masuk waktu fajar maka kesempatan untuk shalat malam juga habis.

6Tempat

travelumrohhaji.traveljabalrahmah.com

Andaikata ada orang yang beriktikaf ditempat selain masjid, maka iktikafnya tidak sah. Sebab tempat iktikaf hanyalah di masjid.

Contoh lainnya ada seseorang yang melakukan thawaf diluar masjidil haram dengan alasan karena tempat melakukan thawaf telah penuh sesak, thawafnya tidak sah, karena tempat melakukan thawaf adalah dalam baitullah.

Begitu juga alasan melakukan haji tapi tidak di Makkah maka bisa jadi hal ini adalah aliran yang bertentangan dengan Islam.

SHARE