Kata basmalah memiliki banyak keutamaan yang tersembunyi. Artinya masih banyak orang yang belum mengetahui keutamaan-keutamaannya tersebut. Padahal, bila banyak orang Muslim yang mengetahuinya, maka akan banyak pula hikmah yang didapatkan. Serta dapat pula menjadi amalan tersendiri bagi kita.

Pertama, sebagai pembukaan Al Quran. Allah telah membuka kitab-Nya yang paling Agung dengan lafadz basmalah. Semua surat dalam Al Qur’an pun diawali dengan basmalah kecuali surat At-Taubah. Ada makna tersendiri kenapa dalam surat tersebut tidak diawali dengan basmalah.

Kedua, Rasulullah mengawali surat yang ditujukan beliau kepada para penguasa wilayah di sekitar Jazirah Arab untuk masuk Islam dengan lafadz basmalah. Artinya, begitu dalam makna basmalah ini sehingga menjadi pembeda antara pembukaan surat yang dikirimkan Muslim dengan yang bukan.

Ketiga, Nabi Sulaiman saat menyurati Ratu Saba’ pun juga menjadikan basmalah sebagai isi suratnya. Tujuan beliau mengirim surat tersebut untuk mengajak Ratu Saba’ dan kaumnya masuk Islam dan meninggalkan kekufuran. Karenanya, basmalah menjadi pembuka surat.

Hal ini dapat kita temukan pada Surat An Naml ayat 29 – 31 yang berbunyi,

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ ( ) إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ( ) أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

Sang ratu berkata: Wahai para menteri, saya mendapatkan sepucuk surat yang mulia. Surat itu dari Sulaiman, isinya: Bismillahir rahmanir rahiim. Janganlah kalian bersikap sombong di hadapanku dan datanglah kepadaku dengan tunduk.”

Keempat, setiap bentuk ibadah mahdhoh pastilah dimulai dengan basmalah. Diantaranya seperti wudhu, mandi, tayamum, dan ibadah lainnya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Daud dari sahabat Abu Hurairah yang berbunyi,

لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْه

Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah).”

Kelima, perlindungan dari setan saat makan. Bila kita hendak makan dan memulainya dengan basmalah, maka setan pun tidak akan mampu untuk turut serta mengkonsumsi makanan kita. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Tirmidzi dari Bunda ‘Aisyah yang berbunyi,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”