Mungkin bagi sebagian keluarga, terutama pada keluarga berpunya, pikiran tentang memberikan tugas rumah tangga kepada anak akan dibilang aneh.

Alasannya, anak seharusnya cukup diberi kasih sayang saja, juga pendidikan yang memadai. Padahal kalau kita cermati dengan benar, memberi pekerjaan rumah tangga kepada anak adalah bagian dari kasih sayang dan pengajaran yang penting dalam pendidikan.

Nggak percaya? Sebuah penelitian yang dilakukan Prof. Marty Rossmann dari Univesitas Minesota menyimpulkan hal tersebut.

Dalam penelitian yang melibatkan 85 orang anak dari tiga periode yang berbeda, menunjukkan fakta bahwa anak yang terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sejak usia 4 tahun, punya banyak dampak positif.

Mereka akan lebih sayang terhadap keluarga dan respek terhadap teman-temannya. Pada akhirnya itu akan mendukung dalam perjalanan akademiknya, serta mendukung kesuksesan dan kemandirian finasialnya.

Karenanya jangan dianggap memberi tugas rumah tangga terhadap anak akan menyusahkan anak, justru itu akan membantu dia agar lebih cerah masa depannya.

Menengok begitu penting membagi pekerjaan rumah tangga kepada anak, mulailah mencari cara agar anak bisa mau melakukannya, bahkan bisa jadi mereka akan manyukainya.

Bagaimana cara agar anak kita bersedia dan giat mengerjakan tugas rumah tangga? Simaklah cara-cara itu dalam uraian berikut ini.

1Memberi Pengertian Tentang Tugasnya

ummi-online.com

Walaupun tugas itu sudah dengan sendirinya dilakukan oleh anak, namun bisa jadi tugas itu dilakukan karena rasa takut kepada orang tuanya. Jikalau tanpa diperintah, mereka akan abai terhadap tugas-tugasnya itu.

Maka penting untuk memberikan pengertian kepada anak tentang mengapa mereka diberikan tugas rumah tangga. Apalagi jika anak itu sering dimanja, tentu tidak mudah untuk memberikan tugas itu.

Saat momen kebersamaan dengan anak, mulailah uraikan pengertian itu. Bahwa semua tugas itu bukan untuk siapa-siapa kecuali untuk kebaikan sang anak sendiri.

2Tugas Ringan yang Berkaitan Dengannya

spirit-guru.com

Poinnya bukan kepada tugasnya, tapi pengajaran terhadap anak agar mereka terbiasa dan disiplin dengan tugasnya. Tugas terlalu berat bisa jadi bisa membebaninya ditengah beban sekolah yang semakin padat.

Maka tidak perlu memberikan tugas yang berat. Mulailah dengan tugas yang berkaitan dengan kepentingannya, seperti membersihkan kamarnya dan menata mainannya. Jadikan itu sebagai kewajiban bagi dia.

Sesekali minta anak untuk membantu orang tua dalam tugas rumah tangga lain, tujuannya untuk menekankan rasa berbakti terhadap orang tua.

3Penghargaan Terhadap Tugasnya

ibupedia.com

Memberikan penghargaan tidak harus dengan hadiah, namun bisa dengan ucapan terima kasih dan menunjukkan rasa kasih sayang. Anak-anak akan menjadi lebih termotivasi dan merasa bahwa selalu ada manfaat jika membantu orang lain.

4Mengerjakan Tugas Bersama

nurismafira.wordpress.com

Inilah yang sering menjadi bumerang kenapa anak enggan untuk mengerjakan tugas rumah. Kesan memerintah dari orang tua hanya menciptakan jarak orang tua dan anak.

Pakar pendidikan anak Weissbourd menyarankan orang tua untuk tidak berkata “kerjakan tugasmu”, tapi katakanlah “mari kita kerjakan tugas kita.” Dengan begitu anak akan merasa sekedar diajak untuk membersamai aktivitas orang tua ketimbang diperintah.

Kebersamaan dan kerja sama orang tua dan anak dalam mengerjakan tugas rumah juga akan semakin mempererat jalinan komunikasi keduanya.

5Menjadwalkan Tugas

psikologan.blogspot.com

Untuk membiasakan anak dan melatih kedisiplinan, buatlah jadwal tugas rumah tangga yang diberikan kepada anak. Ingatkan jadwalnya, namun jangan terlalu mendikte.

Memberi hukuman hanya pilihan terakhir jika dia berulang-ulang tidak melaksanakan tugas, itupun untuk sekedar agar dia mengerti tentang tanggung jawabnya.

6Fleksibel dengan Tugasnya

ummi-online.com

Kembali ke dasar tujuan pemberian tugas, bahwa tugas rumah tangga hanyalah bentuk pengajaran dan bukan pelimpahan dalam arti sebenarnya. Maka jikapun anak tidak bisa mengerjakan tugas sekali dua kali, janganlah dipaksa.

Psikologi cara pandang anak tentu berubah-ubah terhadap tugasnya, di kala dia benar-benar bad mood, berilah toleransi kepadanya. Lakukan pendekatan tentang alasan kenapa dia menolak, mungkin dia sedang ada masalah dengan sekolah dan teman-temannya.