Menjadi orang tua memiliki tanggung jawab yang tinggi pada keberlangsungan hidup anaknya. Apakah anak itu menjadi orang yang peduli atau tidak, orang tua adalah orang pertama yang akan dinilai atas perilaku anaknya tersebut.

Di zaman yang semakin maju dengan segala kecanggihannya ini, nilai moral dan kepedulian terhadap sesama justru banyak mengalami kemunduran. Lantas apa yang menyebakannya menjadi demikian?

Entah karena gerusan zaman modern yang merubah sudut pandang manusia atau pribadi yang menolak untuk melestarikannya. Anak-anaklah yang nantinya akan menjadi korban dari kemunduran moral, kepekaan sosial serta hilangnya kepeduliaan ini.

Maka dari itu, orang tua harus memiliki pola asuh yang tepat untuk menangani masalah ini. Semakin dini anak mendapatkan pelajaran, maka semakin kuat juga pondasi yang mereka miliki untuk melangsungkan kehidupan di masa mendatang.

Lalu bagaimana cara meningkatkan kepedulian anak terhadap orang lain di lingkungannya? Nah, mari kita lihat simak langkah-langkah berikut ini agar kamu bisa menerapkannya pada si kecil supaya memiliki kepedulian yang tinggi pada sesamanya.

1Memiliki Hubungan Baik dengan Pasangan

blog.maukawin.com

Apabila kamu mengajarkan pada anakmu untuk bersikap baik dengan teman-teman dan lingkungan mereka, maka kamu pun harus memberikan contoh nyata kepada mereka. Jalinlah hubungan baik dengan istri atau suami dan anak-anakmu.

Jangan sampai kamu membuat suatu kesalahan di depan anak yang akan membuat mereka tidak percaya lagi dengan ajaranmu. Meski kamu sedang dalam suasa hati yang tak baik, usahakan untuk tetap bersikap baik di depan anak-anak.

2Jadikan Dirimu Sebagai Panutan

www.huffingtonpost.com

Anak bukanlah pribadi yang mudah belajar dari memahami kata-kata, mereka lebih cepat menangkap sesuatu dari apa yang dilihatnya. Jadi, kamu sebagai orang tua, jadikan dirimu sendiri sebagai panutan yang dapat ditiru oleh anak-anak.

Ketika kamu ingin mengajarkan bagaimana menolong orang lain, maka berikanlah contoh kepada anak-anakmu secara langsung. Dengan sering melakukan hal tersebut, maka si kecil akan meniru perbuatan yang sering kamu lakukan itu.

3Memperluas Pergaulan Anak

ed.stanford.edu

Di Indonesia ini banyak sekali keragaman yang harus diketahui oleh anakmu. Mulai dari teman-teman yang berbeda suku hingga agama. Ajarkan mereka untuk memahami perbedaan-perbedaan itu dengan memperluas pergaulannya.

Suatu hari mereka akan menjadi anak yang melalui masa-masa di mana pertanyaan kritis akan muncul. Mungkin anakmu akan bertanya tentang perbedaan warna kulit, bentuk rambut dan lain sebagainya.

Jika anakmu sudah bertanya demikian, jangan buat mereka bingung. Jawab saja pertanyaan mereka dengan sederhana sehingga mudah untuk dipahami.

4Mengawasi Tontonan dan Mainan Anak

stateschronicle.com

Tak jarang anak menjadi seorang yang agresif karena apa yang dilihatnya. Perhatikan apa yang buah hatimu saksikan melalui layar kaca ketika berada di rumah. Begitu juga dengan mainan yang mereka gunakan saat bermain.

Kamu pernah mendengar tentang perkelahian antara beberapa orang anak yang menimbulkan korban jiwa? Terjadinya perbuatan tersebut karena si anak mencontoh salah satu adegan  yang mereka lihat melalui televisi.

Jangan sampai anakmu menjadi korban atau pelaku selanjutnya. Perhatikan juga mainan yang akan kamu berikan pada mereka ya.

5Meminta Maaf Kepada Anak

www.huffingtonpost.com

Sekarang bukan zamannya orang tua untuk gengsi apabila harus meminta maaf kepada anak. Jika anak melakukan kesalahan dan kamu memarahi mereka, segeralah untuk meminta maaf.

Anak akan merasa kecewa dengan sikapmu pada mereka, mungkin saja kesalahan yang dilakukan mereka itu terjadi secara tidak sengaja. Bukannya memberi pelajaran malah kamu melukai hatinya lho.

Jadi, supaya anak tidak sedih berlarut-larut, minta maaflah kepada anakmu karena telah memarahi dirinya.

6Ucapan Terimakasih

www.huffingtonpost.com

Mengajarkan kebiasaan baik memang sepatutnya dilakukan sejak dini. Seperti halnya untuk membiasakan anak mengucapkan terimakasih. Ajaran ini terlihat sepele namun tak banyak lho yang melakukannya di zaman ini.

Semoga kamu tidak kehilangan ajaran baik ini untuk kamu terapkan dalam keluargamu. Supaya si kecil pun tak mengalami kemunduran moral dalam lingkungan yang ditinggalinya.

7Kata dan Perasaan

www.huffingtonpost.com

Anak yang masih balita belum begitu mengerti apa itu perasaan. Mereka belum bisa membedakan apa itu sedih, marah, senang, maupun kecewa. Sehingga, ajarkan anak-anak untuk memahami kata-kata tersebut secara perlahan.

Kamu bisa mengajak mereka untuk melihat film anak-anak atau memberikan sebuah cerita yang banyak menggambarkan suasana hati dari tokoh utama. Perlahan-lahan, anak-anak akan paham bagaimana cara untuk mengungkapkan perasaan mereka sendiri.

8Sopan Santun Kepada Orang Tua

www.inspiritinc.com

Menunjukkan perilaku yang santun kepada orang tuamu juga memberikan pelajaran tentang kepedulian secara tidak langsung kepada si kecil. Kesabaran dirimu dalam mengahadapi orang tua akan membuat anakmu membuka jalan pikiran mereka.

Anak-anak akan belajar bagaimana cara orang yang lebih muda harus menghormati dan menyayangi kepada yang lebih tua.

9Ajak Bermain dengan Anak yang Lebih Kecil

www.youtube.com

Ajaklah anakmu untuk bermain dengan anak yang lebih kecil darinya. Mereka akan belajar untuk menyayangi dan memberikan perhatian kepada adik kecil tersebut. Mintalah mereka untuk menghibur bayi kecil ketika menangis.

Ajari mereka untuk melakukan permainan-permainan sederhana dengan adik bayi, seperti bermain ciluk ba atau bertepuk tangan.

10Memumbuhkan Kepekaan pada Perasaan Anak

www.parenting.com

Tingkatkanlah kepekaan dirimu dalam memahami perasaan anak. Apakah mereka sedang marah, gembira atau sedih? Ajak mereka berbincang tentang aktivitasnya selama hari ini. Bagaimana ketika mereka bermain dengan teman di sekolah?

Tumbuhkanlah perasaan itu perlahan-lahan, pahami mereka dengan baik. Jika kalian sudah berhasil melakukannya, maka anakmu pun akan belajar untuk menumbuhkan kepekaan mereka sendiri seiring berjalannya waktu.