boredpanda.com

13 Foto Anak-anak Pengungsi Suriah yang Menyayat Hati

Posted on

Sejak tahun 2011 terjadi peperangan antara pemerintahan Suriah yang dipimpin oleh Bashar al-Assad dengan kelompok ISIS.

Pertempuran tersebut menimbulkan banyak korban jiwa. Selain itu peperangan ini memaksa banyak dari penduduk Suriah yang harus mengungsi dan tinggal di tempat yang tidak layak.

Bukan hanya mereka yang bertempur saja yang menjadi korban. Begitu banyak anak-anak yang turut menjadi korban dan dihancurkan masa depannya karena perang saudara ini.

Mereka yang seharusnya bersenang-senang di masa kecilnya harus merasakan penderitaan yang sungguh membuat orang yang melihat menjadi pilu.

Karena alasan itulah seorang fotografer yang bernama Magnus Wennman menerbitkan serangkaian foto yang memperlihatkan kondisi anak-anak pengungsi Suriah.

Wennman melakukan perjalanan di seluruh daerah di Suriah dimana mereka mengungsi, ia mengambil foto untuk memberitahu dunia mengenai kisah dari makhluk kecil tak berdosa yang kini menjadi pengungsi.

Mereka sungguh berada dan tidur di tempat yang tidak bisa dikatakan sebagai tempat tidur. Menurutnya, semua orang akan memahami bagaimana anak-anak itu memerlukan tempat yang aman dan nyaman untuk tidur, akan tetapi kini harapan mereka telah hilang.

Berikut beberapa foto yang diabadikan Magnus Wennman untuk memperlihatkan bagaimana anak-anak pengungsi Suriah ini tidur.

Amir

boredpanda.com
boredpanda.com

Amir adalah seorang batita berumur 20 bulan yang terlahir sebagai pengugsi. Ibunya meyakini bahwa Amir mengalami trauma ketika masih di dalam rahim. Saat ini Amir dan keluarganya tinggal di suatu tenda pengungsian.

Di tempat itu Amir sama sekali tidak memiliki mainan sehingga dia akan bermain dengan apapun yang ia temukan di tanah.

Juliana

boredpanda.com
boredpanda.com

Juliana, seorang gadis kecil berumur 2 tahun dari Horgos, Serbia. Dia sedang tertidur saat ini. Tempat di mana dia mengungsi bersuhu hingga 34oC. Sehingga, banyak lalat yang beterbangan di wajah Juliana dan itu mengganggu tidurnya.

Fara

boredpanda.com
boredpanda.com

Fara namanya, ia berusia 2 tahun dan menyukai sepak bola. Ayahnya seringkali membuatkan bola untuk Fara dengan meremas segala macam benda yang ia dapat, akan tetapi bola itu tidak dapat bertahan lama.

Setiap malam ayah Fara akan mengucapkan “Selamat malam” untuknya dan Tisam, kakak Fara. Ayah Fara selalu berharap bahwa mereka dapat bermain dengan bola yang lebih bagus di keesokan hari.

Moyad

boredpanda.com
boredpanda.com

Moyad dan ibunya harus membeli tepung untuk membuat pie bayam. Mereka bergandengan tangan saat berjalan menuju pasar, hingga ada taksi yang telah berisikan bom melewati mereka.

Anak berusia 5 tahun ini pun harus kehilangan ibunya yang telah meninggal di tempat.

Walaa

boredpanda.com
boredpanda.com

Walaa ingin pulang ke rumahnya. Ia ingin berada di sebuah ruangan yang dia senangi, di mana ia tidak pernah menangis di sana. Berbeda pada saat ia berapa di pengungsian, Walaa selalu menangis setiap malam.

Anak berusia 5 tahun ini berkata bahwa malam hari merupakan hal yang mengerikan bagi dirinya.

Lamar

boredpanda.com
boredpanda.com

Bom telah mengubah kehidupan Lamar, gadis kecil ini selalu ingat dengan boneka, kereta mainan dan bola yang sering ia mainkan di rumah. Ketika bom jatuh di dekat rumahnya, keluarga Lamar sedang dalam perjalanan untuk membeli makanan.

Nenek Lamar berkata bahwa mereka tidak akan mungkin untuk tinggal disana lagi. Dan sekarang mereka hanya bisa tinggal di tempat pengungsian.

Abdullah

boredpanda.com
boredpanda.com

Abdullah mengidap penyakit darah. Laki-laki 5 tahun ini melihat bagaimana adiknya terbunuh ketika di rumahnya dahulu. Dia masih shock dan selalu mimpi buruk tiap malam. Abdullah terlihat lelah dan tidak sehat, akan tetapi ibunya tidak mampu membelikannya obat.

Ahmed

boredpanda.com
boredpanda.com

Sudah menjelang malam ketika Ahmed tertidur di atas rumput. Ahmed sekarang berada di pengungsian dengan pamannya, karena ayah Ahmed telah tewas di kampung halaman mereka.

Ahmed berusia 6 tahun, dia selalu membawa tasnya sendiri dengan berjalan kaki ketika menuju pengungsian. Dia anak yang pemberani, hanya terkadang ia menangis mengingat segala hal yang terjadi padanya saat ini.

Shehd

boredpanda.com
boredpanda.com

Shehd namanya, ia berusia 7 tahun. Hobinya adalah menggambar, akan tetapi benda yang ia gambar saat ini lebih bertemakan senjata. Semenjak pelarian mereka, Shehd sudah tidak menggambar dengan baik. Anak-anak ini dipaksa menjadi dewasa dan berbagi keprihatinan.

Ahmad

boredpanda.com
boredpanda.com

Ahmad tengah berada di rumah ketika bom menghantam rumah saat itu. Pecahan peluru mengenai kepalanya, beruntung dia selamat, namun tidak dengan adiknya. Mereka pun harus melarikan diri untuk menyelamatkan hidupnya.

Anak berusia 7 tahun ini bahkan tidak bisa menemukan kebebasan di dalam tidurnya. Dia dan keluarga telah tidur di berbagai tempat seperti jalanan, bus, maupun hutan.

Ralia dan Rahaf

boredpanda.com
boredpanda.com

Ralia 7 tahun dan Rahaf 13 tahun, mereka tinggal di jalanan Beirut. Mereka berasal dari Damaskus, tempat di mana granat telah membunuh ibu dan saudara mereka yang lain. Bersama dengan ayahnya, mereka tidur di mana saja selama satu tahun terakhir.

Maram

boredpanda.com
boredpanda.com

Gadis kecil berusia 8 tahun ini baru saja pulang dari sekolah ketika roket menghantam rumahnya. Potongan atap mendarat tepat di atas tubuhnya. Kemudian sang ibu pun membawanya ke rumah sakit.

Akibat hantaman itu Maram mengalami trauma kepala karena pendarahan otak. Selama 11 hari Maram mengalami koma, namun ketika sadar ia tidak dapat berbicara karena rahangnya yang patah.

Shiraz

boredpanda.com
boredpanda.com

Shiraz saat ini berusia 9 tahun, ketika masih berusia 3 bulan ia terserang demam parah dan dokter mendiagnosis Shiraz menderita polio.

Ibunya sungguh luar biasa, ia bercerita bagaimana ketika Shiraz harus dibungkus dalam selimut untuk pergi menyelamatkan diri dari kampung halaman mereka.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *