Anak adalah investasi masa depan. Semakin bertambah hari kamu sebagai orang tua tentu saja semakin bertambah tua, bukan lagi bertambah muda. Anak yang baik adalah investasi hari tua yang tenang.

Lain halnya jika di hari tua si anak malah semakin menjadi-jadi dan membuat banyak masalah. Hari tua menjadi suram. Lebih dari itu, anak solih dan solihah adalah investasi pemberat amal kebaikan jika kita sudah meninggal kelak.

www.bacatips.com
www.bacatips.com

Mendidik anak menjadi solih dan solihah tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi zaman sekarang tak sedikit bunda yang juga harus bekerja di luar rumah.

Namun, jika bunda kompak bersama ayah, maka mendidik anak menjadi baik bukanlah sesuatu yang mustahil. Perkembangan zaman yang canggih memberikan tantangan tersendiri dalam mendidik si kecil.

Terkadang anak dari luar terlihat manis dan baik. Namun, sebenarnya ia menderita sakit mental yang mempengaruhi interaksinya bersama lingkungan. Sakit mental jauh lebih membahayakan dibandingkan sakit fisik.

www.sekolahmenyenangkan.org
www.sekolahmenyenangkan.org

Sakit fisik dapat dengan cepat di ketahui dan di obati. Namun sakit mental sangat sulit di deteksi begitu juga penyembuhannya. Sakit mental seperti gunung es yang tidak terlihat namun efeknya bisa tiba-tiba muncul

Sebaiknya ayah dan bunda menghindari beberapa hal berikut ini agar anak tak sakit mental.

1Menonton Acara Televisi Tak Mendidik

id.theasianparent.com

Negeri ini sebenarnya memiliki KPI untuk menyensor tayangan-tayangan apa saja yang tidak pantas dilihat. Namun nyatanya banyak sekali tayangan layar kaca yang tak pantas dilihat anak-anak.

Cerita percintaan sangat berlebihan. Pakaian dan adegan tidak sopan. Bahkan bullying ABG sangat sering menghiasi sinetron. Belum lagi film dan sinetron luar negeri yang mengajarkan kesyirikan.

Anak-anak belum memiliki filter yang kuat untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka meniru apapun yang ia lihat. Oleh karena itu tidak heran jika marak di berita kasus bullying pada anak-anak SD.

Lembaga sensor yang paling berpengaruh adalah orang tua. Pilihlah acara-acara televisi yang aman seperti Kartun Upin Ipin, On The Spot, dan lain-lain. Dampingi juga saat si kecil menonton TV agar bisa memberikan pengarahan.

Jika perlu buatlah kesepakatan dalam keluarga pukul berapa boleh menonton TV. Pembatasan lamanya waktu menonton TV sangat diperlukan untuk mencegah dampak buruk.

Terlalu banyak menonton TV tidak baik untuk perkembangan anak. Anak menjadi lebih pasif dan kurang kreatif.

2Bermain Gadget Secara Berlebihan

www.infobekasi.co.id

Zaman memang sudah berubah. Gadget bukan lagi barang mewah, namun juga kebutuhan untuk menunjang kehidupan. Tak ada salahnya ayah dan bunda membelikan anak gadget sebagai ungkapan rasa kasih sayang.

Namun, jangan sampai bunda melepas dan membebaskan anak bermain gadget tanpa pengawasan. Kecanduan games akan membuatnya lalai belajar. Anak juga tidak lagi peka dengan lingkungannya.

Terlebih gadget yang memiliki koneksi internet. Si kecil dapat mengakses dengan bebas situs-situs yang berbahaya seperti video kekerasan dan video tidak senonoh.

3Terlalu Asyik Bermain Sosial Media

www.aktual.com

Sering kali tugas sekolah anak SD memerlukan internet untuk menyelesaikannya. Entah difasilitasi di rumah atau pergi ke warnet, si kecil mau tidak mau bersinggungan di dunia maya.

Anak biasanya juga memiliki akun sosial media untuk mengikuti trend. Aktivitas sosial media anak juga perlu di awasi. Bunda tentu tidak mauanak bunda menjadi korban penculikan oleh teman sosial media.

Mintalah user name dan password sosial media anak agar lebih mudah dalam pengawasan.

4Sering Dibentak-bentak

www.namasayarina.blogspot.com

Membentak merupakan cara instan agar anak menurut dengan aturan yang kita buat. Namun, terlalu sering membentak akan membuat anak mudah berbohong.

Ia menurut hanya karena takut akan dibentak ayah dan bunda. Alhasil ia menghalalkan segala cara agar tidak dibentak, termasuk juga berbohong.

SHARE