Perkembangan setiap anak berbeda-beda. Namun secara umum ada indikator perkembangan anak setiap usia. Apabila anak kamu tidak memenuhi indikator perkembangan anak seusianya, maka kamu perlu berhati-hati.

Berhati-hati adalah hal yang mutlak diperlukan. Berhati-hati akan membuatmu lebih tenang dan tidak stres menghadapi kondisi yang anakmu alami. Salah satu keterlambatan perkembangan yang dialami anak adalah terlambat bicara.

Perkembangan anak mulai bisa berbicara dimulai pada usia empat bulan. Ia akan bergumam mengucapkan kata, “ma, ma, pa, pa.” Selanjutnya di usia sembilan bulan anak mulai belajar kata ganda seperti, “mama, papa.”

Di usia sepuluh atau sebelas bulan, anak akan menirukan kata yang diucapkan orang-orang di sekitarnya.

Selain itu kamu juga dapat melakukan beberapa terapi wicara sederhana dibawah ini untuk melatih anakmu berbicara.

1Matikan Televisi

www.sehatfresh.com

Saat ini televisi merupakan sebuah benda yang wajib ada untuk membunuh rasa bosan di rumah. Namun sebenarnya televisi juga memiliki dampak buruk terhadap perkembangan anak.

Terlebih pada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Oleh karena itu bunda harus mengondisikan mengurangi menonton televisi. Suara televisi mengganggu konsentrasi si kecil dalam mendengar percakapan di sekitarnya.

Alhasil si kecil semakin kesulitan dalam belajar kosa-kata.

2Ajarkan Beberapa Kata dengan Konsisten Disertai Isyarat

id.theasianparent.com

Teruslah mengajari si kecil berbicara dengan penuh ketelatenan. Ucapkan beberapa kata dengan jelas, perlahan, dan konsisten disertai isyarat tangan agar lebih dipahami.

Sebagai contoh saat mengajari si kecil kata “kursi” maka ulangi dengan telaten kata tersebut seraya menunjukan kursi di rumahmu. Jangan menggantinya dengan kata “tempat duduk.”

Meskipun artinya sama, namun hal ini akan menyulitkan si kecil. Penggunaan kata yang konsisten membuatnya lebih mudah untuk mengingat kata tersebut.

3Gunakan Gambar-Gambar Menarik

play.google.com

Seperti halnya anak-anak pada umumnya, ia akan menyukai gambar-gambar dengan warna mencolok yang menarik. Gunakan flash card bergambar sederhana untuk mengajarinya kata. Ulang-ulangilah sampai si kecil dapat memahaminya.

Kamu juga dapat memvariasikannya dengan membeli karpet bergambar yang sedang trend saat ini. Tunjukan gambar pada karpet seraya mengajaknya bermain di atasnya.

4Berikan Permainan Ringan untuk Menguatkan Otot Mulut

www.1mobile.co.id

Permainan membuat si kecil tidak merasa keberatan dalam belajar. Ajaklah si kecil bermain ringan seperti meniup lilin serta meniup kertas atau kapas di atas meja. Permainan ini mengencangkan otot wajah dan mulut yang sering digunakan untuk berbicara.

Cara yang lain adalah mengajari si kecil minum menggunakan sedotan. Gunakan sedotan dengan bentuk dan warna yang bervariasi sehingga si kecil dapat gembira belajar menyedotnya.

5Manfaatkan Benda Kesukaannya

id.theasianparent.com

Letakkan benda kesukaannya di tempat yang tidak bisa ia jangkau sendiri. Sebagai contoh letakkan bola kesukaannya di atas meja yang cukup tinggi.

Maka ia akan meminta tolong kepada bunda atau orang-orang di sekitarnya untuk mengambil benda tersebut. Ajarkan pada si kecil untuk meminta tolong.

6Berikan Pujian Sebagai Apresiasi

www.termodifikasi.net

“Pintar sekali anak bunda sudah bisa meniup lilin. Besok belajar meniup lilin lagi ya Nak.”

Kalimat di atas adalah contoh memberikan pujian pada si kecil sebagai apresiasi keberhasilan yang telah ia capai setelah berusaha. Ia akan senang dan tidak merasa tertekan atas kondisi yang ia alami.

Anak adalah anugerah yang dititipkan padamu dan pasanganmu. Setiap anak diciptakan istimewa. Jika anakmu mengalami keterlambatan dalam berbicara, mungkin anakmu memiliki keistimewaan pada aspek yang lain.

Kunci utama menghadapi anak istimewa adalah kesabaran. Bersabarlah dengan sebaik-baik kesabaran. Karena anakmu sebenarnya juga tidak menginginkan ia seperti itu.

Saat kamu marah-marah terus kepadanya, ia juga akan stress. Ia sebal mengapa ia kesulitan mengungkapkan apa yang ia inginkan.

SHARE