Kita pasti sudah tau apa itu anemia. Yups, dialah penyakit kurang darah yang membuat badan terasa 5L, lemah, lelah, letih, lesu, dan lunglai. Intinya badan seperti tidak berenergi seperti itulah. Did you know? Anemia itu ada beberapa jenis lho.

Ada 5 jenis anemia, pertama anemia mikrositik, anemia normositik, anemia makrositik, dan anemia hemolitik. Masing-masing memiliki sebabnya tersendiri.

Nah, di sini kita akan membahas mengenai anemia hemolitik, penyebab, dan gejalanya. Check it, Guys!

1Apa itu Anemia Hemolitik?

obatalternatifpenyakit.com

Penyakit anemia hemolitik adalah salah satu jenis penyakit kekurangan darah karena meningkatnya proses penghancuran sel darah merah dalam tubuh. Berasal dari kata hemo yang berarti darah dan lisis berarti hancur atau pecah.

Anemia jenis ini terjadi ketika sel-sel darah merah mati lebih cepat daripada kecepatan sumsum tulang menghasilkan sel darah merah. Istilah ilmiah untuk penghancuran sel darah merah adalah hemolisis atau hemolitik (yang bersifat hemolisis).

Penyakit Anemia Hemolitik memiliki dua jenis, yakni Anemia Hemolitik Autoimun hangat dan Anemia Hemolitik Autoimun dingin. Autoimun hangat berarti antibodi pada tubuh bereaksi pada sel darah merah pada saat suhu hangat/panas.

Anemia hemolitik jenis ini yang biasa terjadi. Sedangkan autoimun dingin berarti antibody baru bereaksi saat kondisi suhu tubuh dingin.

Apabila dibiarkan tentu akan berdampak buruk pada penderita. Pada kondisi normal, sel darah merah bisa bertahan dalam waktu 120 hari, namun pada penderita anemia hemolitik penghancuran sel darah merah terjadi lebih cepat.

Hal ini akan menyebabkan penurunan sel darah merah, yang bersifat sementara atau secara terus menerus.

2Penyebab Anemia Hemolitik

mencegahpenyakit.com

Nah, berikut ini ada apa saja yang dapat menjadi factor meningkatnya penghancuran sel darah merah/hemolisis:

Terjadinya seseorang menderita penyakit anemia hemolitik yaitu akibat dari adanya beberapa faktor yang menjadi pemicunya, seperti :

Adanya kelainan pada sel darah merah pada tubuh (seperti adanya kelainan kelainan pada kandungan hemoglobin, kelainan pada fungsi sel darah merah, dll). Adanya sumbatan pada pembuluh darah.

Ada penyakit tertentu (seperti penyakit kanker tertentu terutama limfoma atau lupus eritematosus sistemik).

Terjadi pembesaran pada limpa. Antibody bisa terikat pada sel darah merah dan menyebabkan system kekebalan menghancurkannya dalam reaksi autoimun. Konsumsi obat-obatan tertentu (seperti dapson, metildopa, dan obat golongan sulfa).

3Gejala Anemia Hemolitik

deherba.com

Jenis-jenis anemia umumnya hampir satu sama lain. Nah, untuk anemia hemolisis kadang-kadang gejala hemolisis terjadi secara tiba-tiba, terasa sangat berat bahkan bisa menyebabkan krisis hemolitik, dengan ciri-ciri:

Menggigil, demam, perasaan melayang, nyeri punggung dan nyeri lambung, penurunan tekanan darah. Sakit kuning (jaundice) dan air kemih yang berwarna gelap bisa terjadi karena bagian dari sel darah merah yang hancur masuk ke dalam darah.

Limpa membesar karena menyaring sejumlah besar sel darah merah yang hancur, sehingga sering menyebabkan nyeri perut.

4Diagnosis

mentalhealthy.co.uk

Diagnosis anemia ini bisa dilakukan dengan wawancara medis lengkap dan pemeriksaan fisik, seperti keluhan gejala yang telah disebutkan tadi. Selain pemeriksaan fisik lengkap, dokter juga biasanya menganjurkan untuk dilakukannya tes diagnostik sebagai berikut:

Tes darah. Tes darah ini mengukur hemoglobin dan hitung retikulosit dan akan menggambarkan berapa banyak sel darah merah baru yang sedang diproduksi. Pada anemia hemolitik retikulosit meningkat.

Tes darah tambahan untuk memeriksa fungsi hati serta adanya antibodi tertentu. Tes urine untuk melihat apakah ada hemoglobin dalam urine (hemoglobinuria).

Aspirasi dan atau biopsi sumsum tulang, pengambilan sejumlah kecil cairan sumsum tulang (aspirasi) dan/atau bagian padat jaringan sumsum tulang (biopsi), biasanya dari tulang pinggul, untuk melihat ukuran, dan kematangan sel-sel darah dan/atau sel-sel abnormal.

5Pengobatan Anemia Hemolitik

bamssatria22.wordpress.com

Pengobatan anemia hemolitik cenderung bervariasi karena tergantung pada kondisi keparahan penyakit, usia, kesehatan, dan toleransi seseorang terhadap obat tertentu.

Pilihan pengobatan untuk anemia hemolitik termasuk:

Transfusi darah, transfusi darah dapat dengan cepat mengganti sel darah merah yang hilang karena rusak dengan darah baru yang berasal dari donor.

Immune globulin intravenous, cara ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien.

Obat kortikosteroid, pada penyakit anemia hemolitik autoimun, steroid akan menghambat respon imun dalam penghancuran sel darah merah.
Operasi. Pada kasus yang parah, terkadang diperlukan pengangkatan limpa.

Yuhuu, itu dia tentang anemia hemolitik. Mengenal dulu bukankah lebih baik, Teman? Semoga bermanfaat.

SHARE