Menurut kamu apa itu artinya cinta? Apakah dari mata turun ke hati? Terkadang orang bingung dengan yang namanya “cinta”. Apa kamu juga begitu?

Nabi Muhammad SAW pernah berkata bahwa orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya.

Nabi SAW mengatakan kalau ciri dari cinta sejati itu ada tiga, yang pertama adalah lebih suka berbicara dengan yang dicintainya dibanding dengan yang lain. Yang kedua, lebih suka untuk berkumpul dengan yang dicintai daripada yang lain.

Sedangkan yang ketiga, lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding dengan kemauan diri sendiri atau orang lain. Orang yang jatuh cinta kepada Allah SWT akan lebih suka untuk berbincang dengan-Nya, membaca firman-Nya, serta mengikuti perintah-Nya.

Di dalam Al-Qur’an sendiri cinta memiliki delapan pengertian, berikut pengertian cinta dan pengertiannya.

1Cinta Mail

akhwatindonesia.net

Orang yang memiliki jenis cinta mail ini akan merasakan cinta yang sangat membara untuk sementara saja, sehingga akan mengambil semua perhatian tanpa memperdulikan hal-hal lainnya. Cinta mail ini di dalam Qur’an disebut dalam konteks poligami.

Kenapa poligami? Karena disaat seseorang sedang jatuh cinta kepada yang muda, dia akan cenderung mengabaikan pasangannya yang pertama.

2Cinta Syaghaf

cahgroo.wordpress.com

Cinta yang sangat mendalam, alami, memabukkan, dan orisinil. Kamu akan seperti orang gila yang lupa diri.

Sampai-sampai hampir tak sadar dengan apa yang telah dilakukan. Al-Qur’an menggunakan kata syaghaf ini untuk mengisahkan cinta Zulaikha kepada Nabi Yusuf as.

3Cinta Ra’fah

parentblurb.com

Cinta ra’fah adalah rasa kasih yang begitu dalam sehingga mengalahkan segala norma kebenaran, misalkan saja orang tua yang kasihan kepada anaknya sehingga tidak tega untuk membangunkannya untuk shalat, meski itu salah.

Al-Qur’an menggunakan kata ra’fah untuk mengingatkan kepada semua manusia agar cinta ra’fah ini tidak membuat orang jadi mengabaikan hukum Allah SWT, khususnya untuk para pezina.

4Cinta Mawaddah

tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

Cinta mawaddah merupakan jenis cinta yang membara dan menggebu-gebu. Seseorang yang termasuk dalam golongan ini, maunya berdua terus sama pasangannya, hanya ingin selalu bersama jangan sampai terpisah.

Dia hampir tidak bisa berfikir yang lain, hanya ingin memuaskan cintanya saja.

5Cinta Kulfah

heartinhandpreschool.com

Cinta kulfah merupakan persaan cinta yang disertai dengan kesadaran untuk mengajarkan kepada hal yang positif, walau hal ini sulit untuk dilakukan. Misalkan orang tua yang mendidik anaknya untuk membersihkan kamarnya sendiri meski ada pembantu.

6Cinta Rahmah

www.beranda.co.id

Cinta yang dipenuhi kasih sayang, kelembutan, rela berkorban, dan selalu menlindungi. Orang yang masuk ke dalam golongan cinta rahmah ini pasti lebih memperhatikan kepentingan orang yang dia cintai dibanding dirinya sendiri. Duh, sweet banget deh.

Bagi kamu yang memiliki cinta jenis ini, kebahagiaan dari orang yang dicintai itu yang paling utama, meski kamu harus menderita. Kamu akan betul-betul maklum dengan segala kekurangan pasanganmu dan selalu memaafkan kesalahannya.

Cinta rahmah ini bukan hanya untuk sepasang suami-istri saja, bisa juga kepada orang tua, saudara, maupun anak.

7Cinta Shobwah

www.9trendingtopic.com

Ini termasuk dalam cinta buta, yakni cinta yang menjadikan seseorang melakukan hal menyimpang tanpa bisa mengelak. Al-Qur’an menggunakan kata ini untuk mengisahkan bagaimana Nabi Yusuf as berdoa agar dipisahkan dengan Zulaikha yang selalu menggodanya.

Nabi Yusuf as berdo’a agar Zulaikha bisa dimasukkan ke penjara, sebab jika Nabi Yusuf as tidak berdo’a demikian, ia takut nantinya akan terlena dengan godaan Zulaikha dan melakukan perbuatan yang dilaknat Allah SWT.

8Cinta Syauq

yusufmansur.com

Cinta syauq atau cinta rindu, kata ini bukan diambil dari Al-Qur’an melaikan dari hadits yang menafsirkan Al-Qur’an. Surat yang ditafsirkan adalah surat Al-‘Ankabut ayat 5 yang artinya “barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba.”.

Kalimat rindu inilah yang diungkapkan dalam do’a ma’tsur dari hadits riwayat Ahmad, yang artinya “Aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah-Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan-Mu.

Menurut Ibn al Qayyim Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, syauq (rindu) merupakan pengembaraan hati kepada sang kekasih dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pencinta.

SHARE