Mengetahui akan menjadi seorang ayah tentunya sangat membahagiakan. Apalagi ketika melihat bayinya telah lahir dengan selamat. Kebahagiaan ini tentunya juga dirasakan oleh istri.

Namun, kebahagiaan istri tentunya berbeda dengan kebahagiaan suami. Apa yang menyebabkan hal itu? Karena dalam kebahagiaan istri masih banyak kekhawatiran-kekhawatiran yang dirasakannya pasca melahirkan.

Jadi, bagi para suami atau para ayah, cobalah berempati dengan kondisi istri-istrinya setelah melahirkan. Pahami perasaannya dan cobalah mengerti apa yang ia pikirkan.

Nah, supaya para ayah ini tergambar apa yang dirasakan para istri, langsung kita ajak saja yuk para ayah untuk melihat ulasan berikut ini!

1Kok Aku Jadi Jelek Banget Ya!

butikdeha.com

Saat seorang wanita mengalami proses kehamilan, maka perutnya akan membesar, pinggul pun membesar. Nah, setelah melahirkan, perut yang semakin melar seiring perkembangan bayi ini pun pada akhirnya bergelambir.

Dalam kondisi seperti ini, secara umum istri akan merasa sangat jelek. Hal ini menyebabkan tingkat kepercayaan dirinya menurun, apalagi di depan suami. Dalam kondisi seperti ini, istri butuh dukungan dari suaminya.

Untuk para ayah, bersikaplah agar istri kamu yakin bahwa kamu akan menerima ia apa adanya, walaupun rupanya tak secantik dulu lagi. Selain itu, berilah fasilitas agar istri kamu bisa mengembalikan bentuk tubuhnya seperti semula, agar ia kembali percaya diri.

2Anak adalah Prioritas Utamanya

buahhati.co.id

Saat istri telah melahirkan, para ayah jangan heran jika semua pembicaraan sang istri adalah terkait dengan bayinya. Ayah pun jangan ngambek jika istrinya memberikan perhatian lebih ke bayi dan ayah cenderung terabaikan.

Kenapa bisa terjadi hal seperti di atas. Karena di pikiran istri setelah melahirkan, yang terbayang selalu adalah bayinya. Bayi adalah fokus dan prioritas utamanya saat ini.

3Ada Cemas dan Takut

muslimahcorner.com

Untuk istri yang baru pertama kali melahirkan, memiliki bayi merupakan sebuah kebahagiaan yang luar biasa, namun dibalik itu tersembunyi rasa takut dan cemas.

Takut karena merasa tidak yakin akan mampu membesarkan bayinya dengan baik dan ketakutan lainnya.┬áSebagai ayah sekaligus suami, tugas kamulah untuk menenangkan sang istri. Peluklah ia dan bilang kepadanya, “Kita akan merawat anak ini bersama-sama”.

4Sensitif

izzysabki.wordpress.com

Pasca melahirkan, istri akan lebih sensitif dari biasanya. Selain karena rasa takut akan kesanggupan merawat bayi, saran dari orang-orang sekitar pun cukup mengganggunya.

Semakin banyak saran yang masuk, iya justru semakin merasa tidak becus merawat bayinya. Nah, jika istri sedang begini, maka peran ayah adalah memotivasi dan meyakinkan kalau istrinya mampu.

5Semakin Membutuhkan Perlindungan

muslimahcorner.com

Sebelum menikah, seorang wanita adalah makhluk yang merindukan perlindungan. Ternyata setelah menikah pun ia tetap berharap suaminya menjadi seseorang yang mampu melindunginya.

Dalam kondisi normal saja, istri berharap mendapatkan perlindungan, apalagi setelah memiliki bayi.

Setelah kehadiran bayi, aktivitas istri jauh lebih bertambah, oleh karena itu jadilah seorang suami dan ayah yang selalu siap sedia menampung air mata dan keluh kesahnya.

6Merindukan Istirahat

catatanhikmah.com

Proses melahirkan itu membutuhkan energi yang luar biasa besar dan ini membuat seorang istri kelelahan. Ditambah lagi, bayi yang akan sering terbangun di tengah malam untuk menyusui.

Coba, betapa lelahnya sang istri kan? Selain itu, mereka pun tetap melakukan pekerjaan rumah tangga seperti biasa. Tambah lagi rasa lelah yang dirasakan.

Untuk itu, sebagai suami yang pengertian, biarkanlah istri kamu istirahat saat bayinya tertidur. Bagaimana dengan pekerjaan rumah? Pekerjaan ini bisa diselesaikan oleh ART. Kalau tidak ada, apa salahnya jika kamu yang langsung turun tangan.