Masih ingat jaman kecil saat pergi ke sekolah? Punya kenangan khusus saat pergi ke sekolah?

Mungkin jawaban standar yang muncul saat pergi ke sekolah kita menggunakan sepeda. Beberapa harus naik angkutan umum jika jaraknya cukup jauh.

Bagi yang berasal dari keluarga berada, biasanya antar jemput dari keluarga sudah menjadi menu harian.

Jika sekolah kamu bagus, bukan tak mungkin ada fasilitas antar jemput dari sekolah sebagai bagian dari pelayanan.

Berangkat sekolah maupun pulangnya memang menyimpan cerita tersendiri. Beruntunglah kalian yang masih merasakan berangkat atau pulang sekolah seperti skenario di atas.

Namun tahukah kalian jika di berbagai wilayah di dunia, di era modern seperti sekarang masih ada saja yang menempuh jalur yang cukup ekstrem guna sampai ke sekolah.

Mereka rela melakukan itu setiap hari meski kadang nyawa taruhannya. Ya ini bukan sesuatau yang berlebih-lebihan. Namun memang menjadi kenyataan.

Simak beberapa perjuangan anak-anak di dunia ini untuk mendatangi sekolahnya.

1Tebing Curam Gulu Cina

http://www.brilio.net/

Suka berpetualang? mungkin jika punya jiwa petualang, tempat ini sangat cocok. Jalan setapak yang hanya cukup untuk dua orang, terjal dan berbatu.

Ditambah lagi kanan-kirinya terdapat jurang yang sangat terjal. Jika medan seperti itu didengar orang yang gemar petualangan, tentu sangat menarik.

Namun apa jadinya jika jalan setapak yang cukup berbahaya itu menjadi jalan satu-satunya anak-anak usia sekolah di Cina.

Perjalanan dalam medan yang berbahaya itu harus dilalui selama 5 jam perjalanan. Yak benar-benar 5 jam. Sebuah perjuangan yang luar biasa hanya untuk ke sekolah.

2Sungai Negro, Columbia

http://www.brilio.net/

Suka petualangan? pasti menu flying fox menjadi menu yang wajib dicoba. Meluncur dari ketinggian dengan kabel dan meluncur dengan kecepatan tinggi.

Petualangan flying fox tentu sangat memacu adrenalin. Tentu saja dengan standar keamanan yang sangat tinggi.

Tapi tahukah kamu jika anak-anak kecil di wilayah Columbia harus melewati sungai besar Negro hanya untuk ke sekolah.

Tak sekedar sungai besar namun harus melewati dari tebing yang tinggi. Maka dibangunlah sebuah kawat besi membentang 800 m yang melewati sungai 400 meter.

Laiknya flying fox, anak-anak ini harus melewati sungai lewat ketinggian dan meluncur cepat. Soal keselamatan jangan ditanya. Yang jelas anak-anak ini memiliki nyali yang sangat tinggi.

3Papan Kayu Sri Lanka

http://www.brilio.net/

Kamu takut ketinggian, sebaiknya kamu hindari tempat ini. Pasalnya untuk melwati tempat ini kamu harus menyeberan diantara dua tebing yang curam.

Tak ada jembatan dengan standar keamanan yang tinggi. Hanya sebilah kayu yang berukuran tak lebih dari 1 meter membentang sepanjang 3 meter.

Namun anak-anak sekolah di Sri Lanka menyingkirkan rasa takut mereka demi pendidikan. Jalan tersebut hanya jalan satu-satunya menuju sekolah.

Mereka pun mesti mengantri satu per satu guna menyeberangi bilah kayu tersebut. Salah sedikit saja resiko terjatuh di jurang bisa terjadi.

4Merambat Besi di Padang

http://www.brilio.net/

Ironi pendidikan juga terjadi di negeri kita tercinta. Saat anak-anak sekolah di Jakarta nyaman dengan kendaraan mewah ayah ibunya ke sekolah, anak-anak di Padang, Sumatra Barat harus menempuh jalan ekstrem ke sekolah.

Bayangkan mereka harus ke sekolah melewati sungai besar berarus besar. Bukan melewati jembatan yang dibangun pemerintah, mereka harus melewati besi yang tipis sambil bergelantungan.

Ya, benar-benar bergelantungan. Kedua tangan harus memegang erat-erat  besi di atas. Sementara kakinya hanya berjalan di atas besi yang cukup kecil.

5Kereta Manusia India

http://www.brilio.net/

Apa jadinya jika sebuah gerobak dinaiki oleh belasan anak-anak sekali angkut. Demi berangkat ke sekolah tepat waktu, pemandangan tersebut jamak ditemui di India.

Sebuah gerobak yang biasanya hanya muat untuk 3-4 orang dipakai oleh 15-20 anak sekolah. Mereka rela berdesak-desakan demi meraih cita-cita. Hati-hati bawanya ya pak.

6Tangga di Tebing Cina

http://www.brilio.net/

Cina memang memiliki geografis dengan tebing yang terjal dan curam. Luas wilayah yang sangat besar membuat Cina memiliki banyak jurang.

Salah satunya ada di ZhangJiawan Village, Cina. Nah dengan kontur tebing yang curam itu tentu saja menyulitkan untuk akses jalan.

Masyarakat setempat pun tak kurang akal. Meski pembangunan belum masuk, masyarakat menyiapkan tangga bambu untuk akses naik turun bukit.

Termasuk bagi anak-anak yang hendak menuju sekolah. Mereka harus mendaki dinding yang curam itu dengan tangga bambu yang sangat minim keamanan bagi anak-anak.