Dalam dunia kesehatan, kedutan sebenarnya salah satu sinyal yang diberikan oleh tubuh melalui otot. Tak jauh berbeda dengan kram, kedutan merupakan hasil aliran listrik syaraf taknormal pada otot.

Bedanya, jika pada kram terjadi gelombang listrik yang terlalu besar, sedangkan kedutan terjadi aliran listrik secara paksa, atau tanpa disadari dan terjadi terus-menerus.

Kontraksi ini diteruskan melalui syaraf pada target otot di luar kontrol. Sedangkan jika kedutan di pandang melaui mitos, kedutan itu memiliki makna atau arti bahwa akan terjadi sesuatu yang menguntungkan atau merugikan kepada seseorang yang mengalaminya ataupun orang sekitarnya.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, kedutan seringkali dianggap sebagai pertanda akan terjadi sesuatu. Misalnya, kedutan di kelopak mata atas sebelah kanan dipercaya akan mendapatkan harta. Jika kedutan di alis kiri, diyakini akan ketemu kekasihnya, dan sebagainya.

Kedutan terjadi sangat spontan yakni gerakan tiba-tiba pada kelopak mata atas atau bawah. Kedutan bisa terjadi pada semua usia dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena bukan penyakit berbahaya dan tidak mempengaruhi kemampuan penglihatan.

Para ahli kesehatan sepakat, 99% kedutan pada mata disebabkan karena tubuh didera stres dan kelelahan. Tidak ada cara lain yang bisa anda lakukan untuk menghentikan kedutan pada mata ini selain membiarkan tubuh dan mata untuk beristirahat.

Benign fasciculations, atau kedutan yang jinak, adalah keadaan umum yang ditemukan pada orang-orang normal. Kedutan ini tidak membahayakan, jika tidak diikuti kelemahan dan atrofi otot. Kelemahan otot ditunjukkan dengan berkurangnya kemampuan otot dalam melawan tahanan.

Sedangkan atrofi adalah berkurangnya massa otot daerah tertentu (bisa diketahui dengan pengukuran atau membandingkannya dengan sisi tubuh berlawanan yang simetris).

Kedutan yang  menyebar luas kemungkinan dapat terjadi pada dehidrasi berat dan ketidakseimbangan elektrolit (misalnya keracunan organofosfat).

Kedutan yang lambat, terus-menerus, bergerak seperti gelombang di sepanjang berkas otot, dan berhubungan dengan penurunan kecepatan kontraksi dan relaksasi otot, adalah bagian dari sindrom aktivitas muskuler kontinyu.

Nah, sekarang kamu tahu bahwa ternyata kedutan bukanlah sesuatu yang bersifat mitos atau sebagainya, tetapi memang ada faktor kesehatan dibalik terjadinya kedutan.

SHARE