mappijatim.or.id

Arwin Rasyid, Si Bankir Ulung Jadi Direktur Utama TELKOM

Posted on

Ada yang kenal siapa Arwin Rasyid? Ia adalah Direktur Utama Telkom yang juga seorang banker ulung.

Ia dipercaya memegang jabatan tinggi sebab kemampuannya yang di atas rata-rata, berdedikasi, dan disiplin dengan visi-misinya.

Seperti apakah sosok Arwin Rasyid dengan segala perjalanan hidupnya?

Tidak Bisa Bahasa Indonesia

deherba.com
deherba.com

Arwin Rasyid lahir di Roma, Italia, pada tanggal 22 Januari 1957. Masa kanak-kanaknya dilewatkan di Swiss selama enam tahun dan di Singapura selama lima tahun.

Ketika ia pulang ke Indonesia, ternyata Arwin Rasyid tidak bisa berbahasa Indonesia. Ia piker bahasa Indonesia itu adalah bahasa Padang karena sehari-hari keluarganya berbahasa Inggris dan bahasa Padang.

Pasalnya, Ayah Arwin adalah seorang diplomat asal Sumatera Barat, dan ibunya berdarah Sumatera Barat pula.

Atas dispensasi dari Departemen P&K, Arwin masuk sekolah internasional, yaitu The Gandhi Memorial School Jakarta, yang tidak memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.

Kuliah di dalam Negeri dan Belajar Bahasa Indonesia

sigitkataqita.wordpress.com
sigitkataqita.wordpress.com

Setelah lulus sekolah internasional itu, ayah dan ibunya menginginkan Arwin kuliah di dalam negeri.

Tapi kalau ayahnya menginginkannya masuk fakultas hukum, mau sang ibu agar bungsu dari empat bersaudara itu masuk fakultas kedokteran.

Padahal, Arwin berpeluang kuliah di University of New Delhi di New Delhi, India, dengan beasiswa dari The Gandhi Memorial School.

Apa yang terjadi, Arwin menentukan sendiri pilihannya. Ia masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sambil mengambil kursus intensif bahasa Indonesia.

Tahun pertama dan kedua kuliah, setiap pertanyaan dijawab Arwin dengan bahasa Inggris. Beruntung, banyak dosen UI yang lulusan Amerika, sehingga tak masalah dengan bahasa Inggris Arwin.

Saat mahasiswa, ia sudah aktif di Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.

Tangga Karir

septoindarto.blogspot.com
septoindarto.blogspot.com

Begitu Arwin lulus kuliah pada tahun 1980, ia bekerja di Bank of America sambil menyebar permohonan beasiswa.

Impiannya melanjutkan studi di luar negeri terwujud berkat beasiswa dari HISWA Center untuk kuliah di Universitas Hawaii, AS, selama dua tahun.

Baru satu setengah tahun, ia sudah meraih gelar M.A. ekonomi; kemudian sekalian ia memanfaatkan sisa waktu dengan mengambil gelar MBA di universitas yang sama, 1982. Pulang ke Tanah Air, Arwin kembali ke Bank of America.

Jadi Pemimpin Perusahaan Besar

thepeakmagazine.com
thepeakmagazine.com

Setelah tujuh tahun di bank tersebut, ia bekerja di Bank Niaga. Sepulang dari naik haji, 1999, ia hijrah ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai staf ahli, sampai akhirnya menjadi Wakil Ketua BPPN.

Sejak Oktober 2000, Arwin dipercaya memimpin Bank Danamon. Dalam memimpin perusahaan, ia senantiasa meningkatkan kualitas karyawan, sebagai aset utama perusahaan.

Caranya melalui training dan menerapkan budaya profesional, serta mengambil bankir-bankir yang profesional, supaya ada dinamika baru. Prinsip hidupnya: ia mau hidup tenang, tapi dengan taraf hidup sesuai dengan zaman sekarang.

Mendidik Anak

id.techinasia.com
id.techinasia.com

Seperti yang diajarkan orangtuanya, Arwin mendidik anak-anaknya agar tidak manja. Sebab Arwin sendiri tidak pernah dimanja orangtua. Ia dituntut untuk harus sekolah dengan sungguh-sungguh, bekerja yang benar dan keras.

Orang tua hanya memberikan nilai-nilai hidup yang jauh lebih penting daripada harta. Maka, Arwin berupaya memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk ingin menyekolahkan mereka di sekolah paling top di dunia.

Rajin Olah Raga

asiantour.com
asiantour.com

Selain boling, Arwin hobi main squash sejak 1985. Olahraga ini bisa membuatnya berkeringat banyak tanpa mengenal cuaca, peralatannya tidak mahal, dan tidak menyita banyak waktu.

Sebagai anggota Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin), ia tentunya gemar berburu. Ia juga pengoleksi berbagai senjata api terdaftar.

Bankir Pimpin Telkom

mappijatim.or.id
mappijatim.or.id

Di luar dugaan, mantan Dirut Bank Danamon dan Wakil Dirut BNI Arwin Rasyid dipercaya pemerintah menjadi Direktur Utama PT Telkom Tbk dalam RUPS, yang berlangsung di Kantor Divre II Telkom Jakarta.

Alumni S1 FE-UI (1980) dan S2 (MBA) International Business-University of Hawaii, USA, itu menggantikan Kristiono.

Terpilihnya Arwin, yang sebelumnya juga dicalonkan dalam bursa Dirut Indosat, di luar dugaan banyak kalangan yang menginginkan dirut Telkom diambil dari orang dalam dan berpengalaman di industri telekomunikasi.

Tidak banyak orang yang memprediksi Arwin, bankir yang dekat dengan Sofyan Djalil, Menteri Komunikasi dan Informasi itu, yang setelah gagal menjadi Dirut Indosat akan dipercaya memimpin Telkom.

Meski tidak berpengalaman di bidang telekomunikasi, Arwin diharapkan mampu menstabilkan keuangan Telkom sebagai perusahaan terbesar yang terdaftar di pasar modal Indonesia.

Jalankan Mission Impossible

suprizaltanjung.wordpress.com
suprizaltanjung.wordpress.com

Arwin Rasyid, Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dinobatkan sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Warta Ekonomi.

Misinya di Telkom adalah meningkatkan penetrasi telepon, terutama di pedesaan. Di bawah kendalinya, Telkom berhasil mendongkrak pendapatan.

Wartawa Ekonomi 28 Desember 2005: Sulit membayangkan seorang bankir kawakan memimpin sebuah perusahaan telekomunikasi kelas dunia.

Namun, itulah yang terjadi pada perjalanan karier Arwin Rasyid. Mantan wakil ketua BPPN ini ditunjuk menjadi dirut PT Telkom Tbk. pertengahan tahun ini, menggantikan Kristiono.

Bandingkan dengan Arwin yang selama ini identik sebagai bankir karena kariernya yang panjang di Bank Niaga, Bank Danamon, dan Bank BNI. Namun, justru namanyalah yang terpilih menjadi dirut lewat mekanisme RUPS.

Meski baru lima bulan memimpin Telkom, kontribusi kepemimpinan Arwin sudah terasa. Supaya adil, lihat angkanya.

Penghargaan Internasional

thepeakmagazine.com
thepeakmagazine.com

Arwin pernah menerima penghargaan berupa President of India Trophy pada tahun 1973, memperoleh beasiswa Supersemar pada tahun 1978, dan East West Center Award, USA tahun 1981 serta Beta Sigma Award, USA tahun 1983.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *