1Tanda Tanya (?)

saywithwords.wordpress.com

Pada zaman dulu di wilayah yang menggunakan bahasa dan tulisan latin sebagai pengantar komunikasi, selalu diwajibkan menulis kata “questio” di akhir kalimat yang dimaksudkan untuk pertanyaan.

Lambat laun, kesepakatan ini diubah untuk efisiensi jumlah huruf yang dituliskan. Pada awalnya kalimat yang mengandung pertanyaan harus diakhiri dengan kata “questio”. Kemudian diubah menjadi “qo” sebagai penanda kalimat tanya.

Frase “qo” ini kemudian dimampatkan lagi dengan susunan huruf “q” kecil di atas huruf “o”. Lama kelamaan bentuknya berubah kembali hanya berupa huruf “q” yang tidak utuh dan titik dibawahnya seperti tanda ini (?).

2Tanda Seru (!)

ekoeddyprayetno.blogspot.com

Mirip dengan sejarah tanda tanya, tanda seru pada awalnya berupa kata “io” yang dalam bahasa latin artinya “seruan kegembiraan”. Huruf “io” ini juga harus dicantumkan pada setiap akhir kalimat bermaksud perintah.

Pada perkembangannya, kata “io” juga dicantumkan dalam susunan huruf “i” berada di atas huruf “o”. Lama kelamaan dipersingkat lagi menjadi berbentuk seperti ini (!).

3Tanda Sama Dengan (=)

edf-feph.org

Pertama kali digunakan oleh seorang ahli ilmu matematika asal Inggris bernama Robert Recode pada kisaran tahun 1557. Dia memberikan penjelasan dalam bahasa Inggris kuno seperti berikut,

I will settle as I doe often in woorke use, a paire of paralleles, or Gnowe [i.e. twin] lines of one length, thus; bicause noe 2 thynges, can be  more equalle.”

Terjemahannya, “Aku akan menggunakan tanda ini seperti biasanya, sepasang garis sejajar, atau kembar dengan panjang yang sama, karena tidak ada dua hal lagi yang bisa lebih sama dengan dua garis sejajar ini.”

Namun, garis sejajar horizontal yang digunakan  oleh Robert Recorde dahulu setidaknya lima kali lebih panjang daripada yang saat ini kamu gunakan.

4Ampersand (&)

id.aliexpress.com

Simbol ini merupakan bentuk dari kata “et” yang dalam bahasa latin berarti “dan”. Tanda ini pertama kali ditemukan oleh Marcus Tullius Tiro. Seorang penulis yang hidup di Roma pada abad pertama Masehi.

Sebutan tanda ampersand sendiri muncul setelah 17 abad kemudian. Tepatnya pada awal tahun 1800-an, murid-murid sekolah yang belajar simbol abjad menyebutnya sebagai huruf ke 27 setelah “z”. Tapi masih tanpa nama.

Jadi saat itu, ketika mereka belajar abjad “ABC” dengan sebutan “&” sebagai “and per ze, and”. Saking cepatnya pembacaan simbol itu, pada akhirnya tanda “&” dibaca “ampersand”.

5Octothorp (#)

inmarkdigital.com

Awalnya tanda ini digunakan untuk penamaan desa atau tanah pertanian yang dalam bahasa Normandia kuno disebut “thorpe”. Dulu tanda ini digunakan dalam pembuatan peta saja.

Dalam bahasa latin, “octo” berarti delapan ditambahkan dengan kata “thorpe”. Maka tanda itu digunakan untuk menerangkan lokasi sebuah desa yang dikelilingi lahan pertanian dari delapan arah mata angin.

Pada perkembangannya, tanda “#” di Inggris digunakan untuk menerangkan nama suatu tempat.

6Tanda Dollar ($)

id.aliexpress.com

Dollar baru diterbitkan di Amerika Serikat sebagai mata uang mereka sendiri pada tahun 1794. Waktu itu penduduk Amerika masih menggunakan mata uang dunia lama berupa peso atau Dollar Spanyol.

Koin 1 Dollar saat itu persis dengan uang Peso Spanyol. Sama persis berat maupun nilainya.

Selain itu, mereka juga mengambil singkatan yang sama, “Ps”. Dalam perkembangannya, huruf “P” ditulis menimpa “S”. Kemudian lingkaran yang ada pada huruf “P” dihilangkan sehingga menjadi simbol Dollar saat ini berupa huruf “S” yang ditimpa garis vertikal.