Apa yang ada di pikiranmu saat mendengar atau membaca tentang Suku Dayak?

Suku yang berada di Kalimantan, yang konon memiliki gadis-gadis cantik dan anggun ini, memiliki nama asli Daya yang artinya adalah Hulu.

Hulu adalah sebutan bagi mereka, para penduduk yang tinggal di pedalaman hutan. Umumnya sebutan ini sangat terkenal di wilayah Kalimantan Barat.

Nah, pada mulanya, suku Dayak ini bersatu dengan beberapa suku Asia lainnya yang sama-sama ras Mongoloid, seperti suku Melayu dan Malaka.

Kemudian datanglah berbagai suku lain seperti Bugis dan Jawa, saat kerajaan Majapahit berkuasa di Nusantara.

Inilah yang membuat suku Dayak mundur semakin ke wilayah Kalimantan.

Pada mulanya, mereka tersebar hampir ke daerah Malaysia dan Brunei Darussalam, karena kala itu wilayah Nusantara masih bersatu dengan wilayah Asia Tenggara lainnya.

1Agama Suku Dayak

www.arrahmah.com

Suku Dayak sebagian besar memeluk agama Islam. Dewasa ini, suku Dayak yang telah memeluk Islam banyak bergabung dengan warga Kalimantan lainnya.

Mereka tak lagi menyebut diri sebagai Dayak tapi lebih sering menamakan diri mereka sebagai orang Banjar dan orang Melayu. Mereka tersebar di wilayah Kalimantan Selatan.

Sedangkan suku Dayak yang masih tidak mau tersentuh Islam atau agama apapun, memilih masuk ke pedalaman Kalimantan. Tepatnya di sekitar wilayah Kalimantan Tengah.

2Kerajaan Suku Dayak

venazhe.blogspot.com

Pada masa dahulu, suku Dayak pernah memiliki sebuah kerajaan besar yang cukup termasyhur. Namanya adalah kerajaan Dayak Nansarunai.

Kerajaan ini dalam bahasa lisan Dayak disebut sebagai “Nansarunai Usak Jawa”.

Kerajaan Dayak Nansarunai akhirnya dikuasai oleh Majapahit, dalam ekspansi Majapahit menaklukkan kerajaan-kerajaan di seluruh wilayah Nusantara.

Kehancuran kerajaan Dayak Nansarunai ini mengakibatkan orang-orang suku Dayak terpencar, ada yang masuk ke pedalaman ada yang lari pindah ke wilayah lainnya.

3Upacara Tiwah

fajarsetiajiparawali.blogspot.com

Ini adalah salah satu upacara adat yang dimiliki oleh suku Dayak. Upacara ini dilakukan sebagai pengantaran tulang belulang orang yang sudah mati ke Sandung.

Sandung sendiri adalah sebuah tempat berupa rumah-rumahan kecil yang memang khusus dibuat bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Upacara pengantaran tulang belulang orang mati ini bagi suku Dayak adalah upacara adat yang amat sakral.

Sebelum tulang belulang sampai di Sandung, akan dilakukan beberpa macam ritual seperti doa’-do’a, tarian, nyanyian, musik-musik dari alat musik tradisional suku Dayak, dan hiburan lainnya.

Nah, setelah semua acara hiburan tersebut selesai, baru lah tulang belulang tersebut diantar dan diletakkan dalam Sandung.

4Mangkok Merah

muspen.kominfo.go.id

Banyak yang mengira bahwa suku Dayak adalah suku yang buas dan suka memakan orang alias kanibal.

Padahal kenyataannya, suku Dayak adalah suku yang menjunjung tinggi nilai cinta damai.

Ada sebuah kisah khas yang amat melekat dengan suku Dayak ini. Yaitu tentang Mangkok Merah.

Ya, kisah tentang Mangkok Merah ini memang benar adanya.

Mangkok Merah akan beredar pada suku Dayak jika mereka merasa ada bahaya mengancam jiwa mereka.

Mangkok Merah ini konon terbuat dari bambu, ada juga yang menyebut dari tanah liat.

Nah, sebelum mangkok ini diedarkan, sang Panglima suku Dayak akan melakukan sebuah tarian atau ritual pemanggil roh-roh leluhur.

Dan bagi mereka yang dirasuki, maka akan melakukan berbagai hal di luar kewajaran.

Misalnya saat berperang, mereka yang telah dirasuki roh-roh leluhur akan menjadi manusia ganas yang siap menghabisi musuh-musuh dan mencincangnya sampai tewas.

Percaya atau tidak, inilah kepercayaan dari suku Dayak yang masih ada sampai sekarang.