Dalam banyak tragedi kecelakaan pesawat terbang, kamu tentu sering mendengar istilah awan cumulonimbus yang kerap dikaitkan dengan penyebab jatuhnya pesawat. Namun, penjelasan tentang hal ini tidak pernah cukup detil dan jelas.

Banyak catatan kecelakaan pesawat pun tidak dapat memastikan apakah penyebabnya adalah awan cumulonimbus atau human error, atau justru penyebab yang lain. Hal ini karena rekaman dalam kokpit juga tidak memberikan keterangan yang memadai.

Nah, sebagai pengetahuan awal, kamu bisa mengetahui beberapa hal dasar mengenai awan cumulonimbus dari artikel ini. Mungkin kamu akan temukan beberapa hal yang belum pernah kamu ketahui.

1Awan Cumulonimbus

youtube.com

Kata cumulonimbus berasal dari bahasa latin ‘cumulus’ yang berarti tumbukan dan ‘nimbus’ yang bermakna hujan badai. Awan cumulonimbus  berbentuk vertikal dalam tumpukan awan yang sangat banyak.

Awan ini umumnya terjadi pada ketinggian 2.000-22.900 meter. Di dalam awan ini terjadi pegendapan berbagai macam kondisi awan, bahkan sangat sering. Awan cumulonimbus umumnya dikodekan dengan singkatan Cb.

Terdapat 3 kondisi utama yang harus dipenuhi sebagai penyebab terbentuknya awan ini. Pertama, ada lapisan yang dalam pada udara yang tidak stabil. Kedua, udara harus hangat dan mengandung banyak air.

Ketiga, terjadinya mekanisme yang menyebabkan pemanasan lapisan udara, udara tersedot ke atas (orographic uplift) dan dorongan udara dari menuju ke atas. Terbentuknya awan cumulonimbus yang mematikan.

meteoservices.be
meteoservices.be

Nah, dalam pembentukan awan cumulonimbus ini, terjadi 3 tahap utama. Pertama, developing stage saat awan kumpulan mulai naik. Kedua, mature stage saat gumpalan awan besar berkumpul menjadi satu.

Kemudian perlahan awan akan masuk ke dissipation stage dimana awan mulai luruh menyebar dan kemungkinan menjadi hujan. Setelah tahap ini, hilanglah awan cumulonimbus di langit.

2Apa yang Akan Terjadi?

blogs.discovermagazine.com

Di dalam awan ini terjadi badai petir dan ketidakstabilan atmosfer. Jika sebuah pesawat melewatinya, akan terjadi turbulensi yang sangat kuat dan hal inilah yang berbahaya untuk kelangsungan sistem pesawat.

Kemudian, di antara turbulensi yang dahsyat tersebut, dapat dimungkinkan pesawat akan menerima berbagai petir hingga tornado. Pesawat akan mengalami gangguan elektrik. Fenomena ini disebut sebagai St. Elmo.s Fire.

prezi.com
prezi.com

Saat melewati zona pengendapan, pesawat sangat mungkin mendapat hujan, salju, atau bahkan hujan bercampur salju (sleet). Hal lain yang dapat terjadi akibat awan cumulonimbus juga sama berbahaya.

Terjadinya icing atau pembekuan pada seluruh sistem pesawat. Seluruh mesin mati dan akhirnya pesawat kehilangan ketinggian. Pesawat terjun dengan bebas. Hal yang terjadi selanjutnya bisa kamu tebak sendiri.

3Tragedi dan Teka-teki

kancamaya.com

Mungkin sebenarnya banyak tragedi jatuhnya pesawat yang disebabkan oleh awan cumulonimbus. Namun, kebanyakan catatan penerbangan tidak dapat membuktikan apakah benar awan ini yang menyebabkan jatuhnya pesawat.

Pada tahun 2010, sebuah pesawat maskapai Emirates melakukan penerbangan dari Dubai menuju Kochi, India. Pesawat ini diberitakan terperangkap dalam awan cumulonimbus yang menyebabkan ia kehilangan ketinggian sangat drastis.

Kehilangan ketinggian dari 20.000 kaki hingga hanya 2.000 kaki. Pada ketinggian 2.000 kaki tersebut pesawat akhirnya dapat kembali beroperasi dengan baik dan dapat naik kembali perlahan. Tidak ada korban meninggal, 20 orang mengalami cedera ringan.

abcnews.go.com
abcnews.go.com

Jauh berbeda dengan nasib penerbangan Air Asia 8501. Catatan penerbangan mengatakan awan ini berada pada sekitar ketinggian sekitar 45.000 kaki. Sementara dari catatan percakapan penerbangan ditemukan fakta lain.

Pilot meminta izin kepada menara pengawas bandara untuk menaikkan ketinggian dari 32.000 kaki hingga 38.000 kaki. Kemudian pesawat mengalami hilang kontak dan hal berikutnya yang terjadi kamu tentu sudah tahu banyak dari siaran berita nasional.

Dua contoh diatas hanyalah sedikit dari banyak contoh kecelakaan pesawat yang terjadi karena awan cumulonimbus. Hingga kini, pada setiap kecelakaan pesawat tidak pernah terpecahkan dengan gamblang teka-teki di baliknya.

SHARE