Ayah, benar sekali jika kamu sudah tahu kehamilan istrimu, sebentar lagi kamu akan segera dipanggil ayah. Sebuah atribut yang akan melekat hingga kamu pensiun nanti, pensiun dari dunia ini.

Jadi, untuk seumur hidup sebagai ayah, tentu kamu harus menyiapkan banyak hal. Sangat banyak yang harus kamu persiapkan. Mulai dari materi maupun non-materi. Dan, tentu saja banyak juga hal yang harus kamu tinggalkan.

Nah, beberapa hal ini mungkin sering kamu lakukan. Sekarang saatnya berubah, inilah titik balik kehidupan kamu. Saatnya berhenti, kamu akan menjadi seorang ayah.

Jadi, berperanlah dengan sempurna, sebagai seorang ayah yang sebenar-benarnya.

1Kolektor Barang Hobi

drivingalone.com

Semua laki-laki punya hobi, semua orang tahu itu. Ada yang fanatik, ada yang tidak terlalu fanatik, ada juga yang biasa saja. Dan semua hobi umumnya menimbulkan hasrat untuk melakukan koleksi.

Kamu mungkin punya hobi koleksi action figure tokoh pahlawan, atau barangkali merakit detil miniatur mainan, komik, atribut sepakbola, sepatu, jam tangan, motor sport, mobil mewah, barang antik? Tidak akan habis barang koleksi seorang laki-laki.

en.wikipedia.org
en.wikipedia.org

Sekarang waktunya berubah, pikir kembali. Hobi kamu bisa saja mengganggu waktu dan pos pengeluaran yang lebih berguna untuk kepentingan keluarga. Jadi, kalau kamu tega, mulai sekarang jual barang koleksi kamu.

Kamu bisa menggantinya dengan tetap mengoleksi barang yang akan berguna untuk si buah hati nanti, misalnya buku pengetahuan dan motivasi, tanah pertanian, atau merintis ‘koleksi’ peternakan.

Bagaimana? Tidak kalah keren bukan?

2Traveling

heartofavagabond.com

Sebelum istri kamu hamil, kamu mungkin sering melakukan traveling ramai-ramai bersama istri dan kawan terdekat kamu. Kini, istrimu hamil, jadi hentikan segala kegiatan traveling dan fokuskan perhatian 100% untuk istri kamu.

Pulanglah ke rumah secepatnya setelah selesai jam pekerjaan. Kamu bisa traveling hanya dan hanya jika istrimu yang sedang hamil besar itu yang memintanya.

Belajarlah jadi ayah yang baik dengan terlebih dahulu menjadi suami yang paripurna, suami yang memenuhi segalanya untuk istri tercinta.

3Begadang

abcnews.go.com

Kamu tidak perlu begadang parah hanya untuk menonton bola. Jika benar kamu memang suami yang baik, dengan kondisi istrimu yang hamil, kamu sudah pasti akan begadang beberapa kali dalam seminggu hanya untuk memastikan istrimu tidur nyenyak.

Setelah si buah hati lahir, kamu harus siapkan tenaga lebih ekstra untuk siap siaga membantu istri yang terbangun larut malam karena tangisan manja si bayi merah. Tidak ada waktu untuk begadang tanpa tujuan.

picturesocial.com
picturesocial.com

Jadi, kamu sangat tidak memerlukan begadang tambahan selama kehidupanmu sebagai ayah mulai sekarang. Apalagi jika begadang kamu hanya untuk bermain game komputer atau game online.

Hentikan mulai sekarang, saat ini juga.

4Merorok dan Pola Makan Tidak Sehat

nicare.co.uk

Bukan hanya membunuhmu, namun merokok juga bisa membunuh buah hati kamu. Apapun alasannya tidak ada pilihan lain selain berhenti merokok. Anak kamu membutuhkanmu hingga ia dewasa.

happysugarhabits.com
happysugarhabits.com

Jadi, mulai sekarang mulailah hidup sehat. Kamu harus membiasakan diri untuk hidup dengan pola makan yang ideal, banyak makan sayur dan buah, tidak terlalu banyak gula dan lemak. Kamu bisa jadi teladan yang baik untuk gaya hidup sehat anakmu kelak.

Percayalah. Kamu bisa berhenti merokok dan kamu bisa memulai hidup sehat dan bahagia bersama anak kamu.

5Overworked

articles.chicagotribune.com

Mungkin sebelum si buah hati lahir, tidak ada masalah antara kamu dengan kesibukan kerjamu sedangkan istri juga melakukan kesibukan sosial lain. Namun, sekarang kamu perlu memikirkan ulang hal tersebut.

Tidak boleh lagi kamu menjadi overworked atau workaholic. Jika kamu teruskan, uang yang kamu dapat tidak akan mempu membeli peluang quality time  kamu dan keluarga yang terlewat jauh selama bertahun-tahun.

Dengan hobi membeli ladang dan merintis peternakan, kamu bisa pindah total mundur dari pekerjaan kantoran. Kamu bisa membangun bisnis ‘ramah keluarga’ seperti peternakan dan pertanian.

sdi-ramahanak.blogspot.com
sdi-ramahanak.blogspot.com

Dengan bisnis ini kamu bisa mengatur dengan sangat fleksibel waktu kamu di rumah. Jangan lupa bahwa ayah juga bertanggung jawab dalam masa pendidikan keluarga si buah hati.

Jadi, sembari mengatur pekerjaan kamu di ladang atau peternakan, kamu bisa mengawasi tumbuh kembang anak. Kenalkan juga anak dengan lingkungan alam. Ajarkan anak untuk menjadi pengatur dan pengelola alam.

Bukan menjadi eksploitir dan penjual alam raya ciptaan Tuhan ini. Selamat belajar menjadi keluarga yang penuh cinta, berkah, dan kemuliaan.

SHARE