Ibu adalah bagai seorang malaikat yang Allah anugerahkan untuk kita di bumi ini. Sosoknya yang luar biasa selalu membuat kita nyaman berada di sampingnya.

Saat kita sedang sedih atau sakit, seberapa besarnya usia kita, hal pertama yang kita inginkan pasti kehadiran Ibu di samping kita.

Karena sudah menjadi sebuah hal yang kita ingat sampai kapanpun, sejak kecil, orang yang akan selalu khawatir dan berusaha mencarikan obat agar kita sembuh adalah Ibu kita.

Itulah mengapa, ada sebuah kata indah yang berbunyi, “surga di telapak kaki Ibu”, bahwa maksudnya adalah ridho Allah itu ridho dari Ibu.

Beranjak dewasa, banyak kebutuhan hidup yang memaksa kita untuk sekolah ke jenjang lebih tinggi atau meningkatkan karier serta taraf kehidupan dengan bekerja.

Namun seringkali kita melupakan bahwa sesungguhnya Ibu dan Ayah adalah masih orangtua kita sampai kapanpun, sehingga suatu kewajiban bahwa kita harus selalu berbakti dan membahagiakan mereka.

Nah, sebagai anak yang siap berbakti sampai kapanpun bagi Ibu, kamu harus tahu beberapa hal yang Ibu pinta darimu berikut ini.

1Bukan Uangmu, Tapi Waktumu

www.majelismuslimah.web.id

Saat kamu masih lajang, mumpung waktumu masih hanya disibukkan dengan urusan pribadimu, belum pasanganmu atau anakmu, sempatkanlah waktu untuk menemani Ibumu.

Jika memang kamu jauh diperantauan, maka pulanglah sejenak untuk menjenguk Ibu, kemudian mengajaknya pergi makan atau berwisata yang membuatnya merasa senang dan nyaman.

Dan jika kamu sudah berkeluarga, tak ada salahnya kan untuk sering-sering juga menjenguk Ibu bersama pasangan dan anak-anakmu kemudian mengajaknya keluar berwisata?

Ibumu sebenarnya membutuhkan waktu bersamamu, anaknya yang telah tumbuh dewasa dan mulai sibuk. Ingat, dia tak pernah butuh uangmu sepeser pun!

2Bukan Hartamu, Tapi Baktimu

www.orangtua.net

Semakin dewasa, pikiranmu akan semakin berkembang, kamu akan mulai menemukan jalan hidup dan prinsip yang akan kamu pegang di kehidupan ini.

Pada akhirnya kamu siap menjadi seorang yang hebat di tengah masyarakat, namun tetap itu semua tak lepas dari jasa Ibumu.

Do’a Ibumu yang selalu melantun tulus kepada Allah agar kamu dilindungi olehNya dan dijadikan hamba yang berguna, mampu membuatmu menjadi sesukses sekarang.

Sehingga, walaupun kamu memiliki pandangan hidup yang berbeda, satu yang tidak berubah. Dia tetap Ibumu, dia hanya butuh baktimu, sopan santunmu, dan kasih sayangmu.

Tak pantas rasanya jika karena dia mengungkapkan perbedaan pandangannya denganmu kemudian kamu membentaknya dengan kasar sampai menyakiti hatimu.

3Bukan Kamu Menjadi Kaya, Tapi Kamu Hidup Bahagia

youtube.com

Memang beberapa orangtua banyak yang mengindikatorkan kebahagiaan hidup dengan harta yang melimpah.

Namun tetap tak dapat menampik bahwa seorang Ibu akan tetap menangis sedih saat anaknya yang walaupun dia kaya namun dia hidup dalam kesedihan hati.

Sehingga walaupun kamu telah menjadi orang sukses, orang besar, dan ketika berbagai permasalahan keluarga maupun hidupmu datang, jangan pernah membebankannya pada Ibumu.

Perlihatkan kamu baik-baik saja, karena Ibumu yang semakin menua akan semakin sensitif dalam memikirkan sesuatu, terlebih tentang anaknya.

Tunjukkan bahwa kamu tegar dan kuat, karena Allah selalu membersamai langkahmu, dan juga do’a-do’a tulus dari Ibumu.

4Bukan Kamu Menjadi Tenar, Tapi Kamu Menjadi Sholeh

adioecoep.wordpress.com

Dan yang terakhir, yang amat seorang Ibu dambakan dari anaknya, yang selalu dia pinta kepada Allah adalah anaknya menjadi seorang hamba Allah yang sholeh.

Bukan kelak kamu menjadi seorang tenar dan banyak penggemar, namun jika jauh dari Allah dan gemar bermaksiat maka Ibumu akan sedih dan itu yang paling membuatnya sakit hati.

Karena Ibumu merasa telah gagal mendidikmu.

Maka, yuk mulai sekarang kita berbenah! Yang masih tak ada waktu untuk Ibu karena menganggap dirinya sibuk, yang masih gemar bermaksiat, dan yang masih sombong, ingat Ibumu.

Sejelek apapun wajahnya, semiskin apapun dia, kesuksesanmu tak lepas dari jasa dan do’a-do’anya. Ingat! Dia yang telah menjadi jalanmu keluar ke dunia ini dengan melahirkanmu.