Namanya ujian memang tidak bisa diketahui kapan datangnya dan bagaimana bentuknya. Terlebih lagi ujian ini datang bagi siapapun juga, termasuk dalam sebuah rumah tangga. Tentu dalam rumah tangga malah semakin berat ujiannya.

Secara rumah tangga memang tidak hanya seorang diri, paling tidak ada suami dan istri yang sudah menjadi satu kehidupan, otomatis ujian yang didapatkan juga gabungan dari ujian untuk suami dan ujian untuk istri.

Tentu dalam menghadapai badai ujian harus dilakukan bersama juga, apalagi seorang suami adalah pemimpin dan kepala rumah tangga, tentu harus mempunyai sikap yang lebih bijan dan dewasa untuk menghadapi badai ujian demi kebaikan keluarga.

Mari kita simak bersama tentang badai ujian dalam rumah tangga.

1Saat Ujian Datang

konfrontasi.com

Keluarga memang indah tapi bukan berarti tak lepas dari namanya badai ujian. Saat ujian datang tentu yang harus dilakukan pertama adalah kesiapan, setiap waktu dan setiap saat, baik suami atau istri harus siap dalam segala hal.

Karena kita juga tidak tahu kapan ujian itu akan datang dan bagaimana bentuknya. Terutama bagi seorang suami harus benar-benar siap dalam segala hal, karena sudah menjadi tanggung jawabnya untuk memimpin rumah tangganya.

Ini juga merupakan sebuah hikmah kenapa seorang suami harus selalu dekat dengan ALLAH, selalu disiplin dalam ibadah dan menjaga keimanannya. Karena dengan ia menjaga itu, ia akan lebih siap di kala badai ujian datang.

2Bagaimana Memotivasi Diri dalam Menghadapi Ujian

kabarmakkah.com

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa memotivasi diri saat ujian datang itu sangat sulit, apalagi diri dalam kondisi yang tidak siap, pasti akan lebih cenderung stres berat dan frustasi.

Sebelum memotivasi kita harus tahu dulu hakikat ujian yang kita terima. Ujian merupakan bentuk kasih sayang ALLAH pada kita, seberat apapun bentuknya itu sudah sesuai dengan kemampuan kita dan selalu ada solusinya jika kita mau berdoa dan berusaha.

Motivasi terbaik ketika sudah mengetahui ujian datang adalah menyelesaikan dengan semangat tinggi, karena sudah pasti ujian itu kebaikan bagi kita, sudah direncanakan ALLAH dan siapa lagi yang akan menyelesaikan jika bukan diri sendiri.

Ingat selalu ada kemudahan dibalik kesulitan, jadi walau ujian datang itu sulit pasti ada kemudahan yang didapatkan. Berpikir positif tentu juga diperlukan, karena dengan lulus ujian akan naik kelas dalam keimanan dan ketaqwaan.

3Pentingnya Saling Menguatkan Suami Istri

kelascinta.com

Tentu dalam menghadapi badai ujian sangat perlu suami dan istri saling menguatkan, karena kadang kala suami tidak bisa berfikir dewasa atau istri yang kadang mudah terbawa perasaan, untuk itu perlu saling melengkapi.

Suami dan istri juga bukan manusia yang sempurna, mereka berdua penuh dengan kekurangan, tapi jika saling menutupi kekurangan tentu kekurangan akan menjadi sebuah kelebihan yang tak terduga.

Layaknya sebuah mendorong perahu untuk melewati batu karang, jika didorong sendirian akan terasa berat, tapi jika didorong berdu akan lebih mudah. Jadi suami dan istri harus saling memotivasi bukan menghakimi.

4Mengubah Badai Menjadi Nikmat Untuk Menguatkan

tigasiku.com

Seperti yang disebut diatas, selalu ada kemudahan dibalik kesulitan yang dihadapi, selalu ada palajaran yang dapat diambil dari sebuah ujian, ada hikmah yang besar dari sebuah perjuangan.

Jika suami dan istri saling mendorong, memotivasi dan melengkapi satu sama lain, badai ujian yang datang tidak hanya bisa diselesaikan tapi akan mendapat hikmah yang dapat menguatkan cinta, menguatkan hubungan dan perasaan keduanya.

Badai ujian yang datang akan menjadi nikmat untuk menguatkan sebuah hubungan keluarga. Tidak hanya bagi suami istri saja, tapi juga ber efek pada anak tercinta.

Mungkin bisa saja tanpa badai ujian itu suami istri itu saling cuek, tidak dekat dan jauh dari cinta.

Jadi badai ujian sebenarnya buknalah sesuatu yang harus ditakuti atau disedihkan, tapi ini adalah nikmat yang diberikan ALLAH untuk saling menguatkan.

Dan perlu dicatat baik-baik, badai ujian selalu akan berlalu bukan hasil yang dilihat, tapi sikap kita yang akan dicatat.

Semoga bermanfaat