Terdapat tiga bahan bakar yang menjadi tulang punggung pemenuhan energi dan listrik di dunia sekarang ini, mereka adalah batu bara, gas alam dan minyak bumi.

Ketiga bahan bakar tersebut merupakan bahan bakar yang bersumber dari fosil.

Bahan bakar fosil merupakan bahan bakar yang berasal dari fosil tanaman dan hewan yang berusia  jutaan tahun.

Kita tahu bahwa seiring berkembangnya jaman, permintaan energi dunia terus meningkat. Padahal kita tahu bahwa sumber energi ini tidak dapat diperbaharui.

Karena mereka berasal dari fosi-fosil prasejarah adn tentunya tak akan tersedia lagi setelah sepenuhnya digunakan.

Jika penggunaan bahan bakar ini berlebihan maka dapat menyebabkan masalah lingkungan yang sangat serius.

Terdapat dampak negatif dari penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan.

Yang pertama pencemaran lingkungan. Kondisi tersebut merupakan salah satu dampak yang serius dari bahan bakar fosil.

Kita telah mengetahui bersama faktanya. Ketika bahan bakar fosil dibakar ia melepaskna gas karbondioksida, biasanya gas ini dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

Banyaknya gas karbondioksida yang dihasilkan dari aktivitas manusia ini dapat mengakibatkan pemanasan global.

Suhu bumi naik mengakibatkan mencairnya es di kutub, banjir terjadi di daerah dataran rendah dan kenaikan air laut.

Yang kedua adalah hujan asam. Saat bahan bakar fosil dibakar ia akan melepaskan zat sulfur dioksida.

Zat tersebut merupakam salah satu polutan yang menjadi penyebab utama terjadinya hujan asam.

Dampak dari hujan ini antara lain menyebabkan kerusakan bangunan yang terdiri dari bata, juga berpengaruh pada tanaman karena pengasaman tanah liat.

Yang keempat berdampak pada kesehatan manusia. Polusi dari kendaraan, pembangkit listrik batubara, maupun asap-asap pabrik dapat menyebabkan bahaya lingkungan yang serius.

Polusi udara dapat menyebabkan asma hingga gangguan pernafasan yang parah seperti kanker paru-paru.

Yang kelima, jika bahan bakan ini terus digunakan maka akan menipis. Bahan bakar fosil merupakan bahan bakar yang tidak terbarukan.

Jika penggunaannya terus meningkat diperkirakan akan habis dalam 30 hingga 40 tahun kedepan.

Butuh jutaan tahun lagi untuk dapat mengganti minyak, gas, dan batu bara yang telah dipakai selama ini.

Itulah beberapa akibat dari penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan dan beberapa fakta mengerikan telah kita rasakan.

Manusia memang perlu menyiapakn sumber energi alternatif yang terbarukan seperti turbin angin, biomassa dan panel surya.