fokusjabar.com

Bom Waktu Itu Akhirnya ‘Meledak’ di Lapas Banceuy

Posted on

Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kembali terjadi. Untuk kesekian kalinya, Lapas menjadi momok yang menakutkan.

Bukan soal hukuman yang akan diterima warga binaan. Namun bayang-bayang overload kapasitas, potensi jaringan narkoba, suap sipir untuk lapas mewah dan segala masalah yang siap meledak.

Kali ini ledakan tersebut ada di Bandung. Tepatnya Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat. Ratusan narapidana mengamuk dan membakar gedung Lapas pada Sabtu (23/4) lalu. Api membakar hampir seluruh bangunan perkantoran yang berada di depan gedung khusus kasus narkoba.

Apa sebenernya penyebab rusuhnya Lapas Banceuy? Benarkah karena seorang napi yang tewas dibunuh? Atau gantung diri? berikut ulasannya

Disulut Kabar Napi Meninggal

www.pikiran-rakyat.com
www.pikiran-rakyat.com

Kerusuhan di Lapas Banceuy awalnya disulut berita soal meninggalnya seorang napi bernama Undang Kosim (54 tahun). Undang ditemukan meninggal dalam sel isolasi.

Menurut Polisi, Undang tewas gantung diri dengan kabel. Sementara kabar yang diterima para napi, Undang tewas karena disiksa sipir.

Akhirnya kabar yang beredar di kalangan warga binaan menjalar cepat. Mereka lebih percaya jika rekannya tewas karena dibunuh. “Dibunuh..dibunuh,” teriak para napi yang tengah dikumpulkan petugas di salah satu blok Lapas Banceuy seperti dikutip detik.com

Kalapas Banceuy Agus Irianto tak membantah informasi seorang napi yang tewas di sel tahanan. Namun kabar kematian napi bernama Undang Kosim (54) itu menjadi liar ke telinga ratusan napi.

“Mereka (napi yang melakukan penyerangan) mengira napi yang meninggal itu disiksa. Padahal meninggalnya karena gantung diri,” ujar Agus di lokasi kejadian.

Agus menduga para warga binaan yang menghuni Lapas Banceuy terprovokasi dengan info tersebut. Bahkan, patut disinyalir, Agus menuding sejumlah napi yang memprovokasi napi lainnya sehingga kerusuhan pecah.

Kronologi

www.pikiran-rakyat.com
www.pikiran-rakyat.com

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Undang tak bernyawa di salah satu ruang sel khusus,  Sabtu dini hari (23/4/2016), sekitar pukul 00.15 WIB. Petugas Lapas Banceuy menemukan Undang sudah posisi gantung diri menggunakan tali. Tali itu diikatkan ke bagian pintu sel besi ruang tahanan.

Undang divonis sempat tahun bui oleh Pengadilan Negeri Bandung. Napi kasus narkotik tersebut sudah menjalani masa tahanan selama tiga tahun. Sebelum tewas, Undang merupakan salah satu napi yang sudah menjalankan masa asimilasi sekitar empat bulan.

Awalnya pada Jumat (22/4), sekitar pukul 11.00 WIB, Undang mendapat giliran membersihkan halaman luar Lapas Banceuy. Namun selagi bersih-bersih, Undang diduga menerima barang mencurigakan dari seseorang tak dikenal menggunakan sepeda motor yang gerak-geriknya terlihat sipir yang berjaga di atas menara.

jabar.tribunnews.com
jabar.tribunnews.com

Petugas di pos itu memberitahu petugas lainnya. Lalu petugas mengejar. Setelah di luar, orang yang mengendarai motor itu sudah tidak ada. Sementara Undang bersembunyi di kamar mandi luar. Setelah diperiksa, barang yang terlihat petugas berupa kantong hitam hilang.

Selepas salat Jumat, sipir menggeledah blok tempat Undang menghuni di Blok B nomor 3. Sedikitnya tujuh napi yang menempati Blok B dites urine. Ada satu napi positif. Sementara Undang hasilnya negatif. Kemudian malam harinya, kedua orang itu masuk sel isolasi. Dini hari, Undang sudah tak bernyawa.

Versi Penghuni Lapas

bandungnewsphoto.com
bandungnewsphoto.com

Undang biasa dipanggil Abah di kalangan warga binaan. Ia adalah penghuni lapas yang dinilai dekat dengan yang lain.

Salah satu rekan sekamar Undang, Agung Kriswanto (26), mengatakan, Undang dituding mengonsumsi narkoba di dalam lapas sehingga digiring ke sel isolasi. Namun Agung tidak mengetahui mengapa dirinya turut digiring ke sel pengasingan.

“Saya disiksa di dalam sel pengasingan. Ini buktinya, lihat tubuh saya. Saya disiksa karena disuruh mengaku menggunakan narkoba setelah dites urine,” ujar Agung seperti dikutip dari Tribunnews.com

Agung menyebut penghuni lapas meyakini Abah Undang tewas akibat disiksa seperti dialaminya di sel pengasingan.

Menurutnya, sangat tidak mungkin Abah Undang mengakhiri nyawanya dengan cara gantung diri. Apalagi pria yang usianya diperkirakan di atas 50 tahun itu akan bebas dari penjara.

“Saya masuk ke sel pengasingan saja tidak boleh bawa apa-apa. Jangankan sarung, di dalam sel itu tidak ada apa-apa. Saya cuma pakai kaus dan celana pendek. Tapi Abah gantung diri pakai kabel panjang,” ujar Agung.

Ridwan Kamil Prihatin

jakarta.coconuts.co
jakarta.coconuts.co

Kejadian di Lapas Banceuy membuat Wali Kota Ridwan Kami prihatin. Insiden kerusuhan di Lapas tersebut menjadi yang pertama kali terjadi, setidaknya selama Ridwan Kamil menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

“Ya ini kan urusan internal di dalam dari LP ya, saya sesalkan tentunya kan berarti harus ada peningkatan kualitas manajemen keamanan begitu ya. Kalau kita lihat di film-film ada geng-gengan, ada atau tidak harus diantisipasi,” ucap Emil sapaan akrabnya di Bandung, seperti dilansir dari Kompas.com

Sebagai bentuk kontribusi Pemkot Bandung, Emil telah menyiagakan 11 mobil pemadam kebakaran, satu mobil rescue dan satu mobil PMI untuk penanganan kerusuhan di lapas.

Ia berharap, kejadian serupa tak kembali terjadi di Kota Bandung. Emil pun menyerahkan semua persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.”Intinya saya turut prihatin. Bandung mah kondusif, aman. Every body happy,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *