Perintah Allah yang dicontohkan Rasulullah sudah pasti tidak ada yang sia-sia. Seiring dengan perkembangan zaman banyak penelitian-penelitian ilmiah yang menunjukan bahwa  kewajiban dan sunnah-sunnah Islam memiliki manfaat terhadap kehidupan.

Begitu pula dengan sunnah mencium Batu Hajar Aswad yang disunnahkan saat melaksanakan ibadah haji atau umroh. Jika di logika sungguh tak masuk akal manusia yang berakal diperintahkan mencium batu hitam yang letaknya jauh di Kota Makkah.

Khalifah Umar bin Khatab ketika mencium hajar aswad merasa aneh mencium batu. “Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukannya (mencium hajar aswad).”

www.namiroh.com
www.namiroh.com

Tapi tahukah kamu bahwa batu hajar aswad memiliki misteri dan keistimewaan yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Berikut misteri batu hajar aswad.

1Asal Batu Hajar Aswad Bukan dari Bumi

www.ghoharshahi.com

Rasulullah SAW bersabda, “Hajar aswad itu di turunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak Adam-lah yang menjadikannya hitam.” (HR Tirmidzi)

Beberapa ahli ada yang berpendapat sebagai batu basalt, batu agate, atau akik, kaca alami, atau yang paling populer adalah meteorit.

Pada tahun 1857 seorang kurator koleksi mineral kekaisaran Austria-Hungaria bernama Paul Partsch menerbitkan catatan sejarah yang komprehensif mengenai hajar aswad.

Ia lebih condong bahwa batu tersebut merupakan meteorit. Hal di atas semakin menguatkan fakta bahwa hajar aswad bukanlah batuan biasa yang berasal dari bumi.

Selain sabda Rasulullah SAW terdapat sejarah asal usul hajar aswad pada masa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengumpulkan batu dari berbagai gunung dan kemudian mengangkutnya. Kala itu Ka’bah tidak memiliki atap dan tidak memiliki pintu masuk.

Ketika pembangunan Ka’bah sudah hampir selesai, Nabi Ibrahim merasa terdapat kekurangan sebuah batu untuk melengkapi Ka’bah.

Kemudian Nabi Ibrahim berkata kepada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai pertanda bagi manusia.”

Nabi Ismail menaati perintah ayahnya dan mencari batu yang sesuai dari satu bukit ke bukit yang lain.

Ketika Nabi Ismail berada pada suatu bukit, Nabi Ismail dihampiri oleh Malaikat Jibril dan memberikan sebuah batu yang terlihat begitu putih dan begitu bagus.

2Muslim Disunnahkan Mencium Hajar Aswad

www.kemenag.go.id

Sunnah mencium hajar aswad juga berlanjut dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail di atas. Setelah mendapatkan batu dari Malaikat Jibril, Nabi Ismail menciumnya dan membawanya kepada ayahnya.

Nabi Ismail mengatakan, “Batu ini ku terima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril AS).”

Nabi Ibrahim kemudian menciumnya demikian juga dengan Nabi Ismail. Hingga saat ini umat Islam yang pergi ke Baitullah disunnahkan mencium hajar aswad.

Bahkan sebelum Rasulullah mencontohkan ibadah haji, hajar aswad sangat disegani oleh masyarakat arab.

3Batu Hajar Aswad Terpecah

www.cangcut.net

Hajar aswad pada mulanya adalah batu utuh besar yang memiliki diameter sekitar 30 cm. Namun, karena beberapa peristiwa, batu tersebut pecah dan menyisakan beberapa fragmen.

Pecahan-pecahan tersebut kemudian disatukan dan dibingkai perak untuk dipasangkan di tempat asalnya.

4Batu Hajar Aswad Memiliki Aroma Harum Sampai Sekarang

www.rumahallah.com

Meskipun sudah dicium ratusan juta manusia sepanjang sejarah, aroma harum dari hajar aswad masih tercium sampai saat ini. Aroma wangi ini merupakan aroma alami. Belum ada penjelasan ilmiah mengapa batu ini bisa tercium wangi sampai sekarang.

www.vatonie.wordpress.com
www.vatonie.wordpress.com

Jika kamu tidak dapat mencium hajar aswad saat beribadah haji atau umroh lantaran sangat berdesak-desakan, kamu dapat melambaikan tangan ke arahnya.

SHARE