santossalam.blogspot.com

Beberapa Adat dan Mitos Ini Hanya Bisa Dipahami Oleh Orang Jawa

Posted on

Indonesia memang kaya akan suku bangsa. Ada berbagai macam suku, berarti ada juga bermacam-macam bahasa daerah dan adat istiadatnya.

Termasuk salah satu pulau yang paling padat penduduknya, yang dikenal sebagai pusat kehidupan di Indonesia, yaitu Pulau Jawa.

Pulau Jawa dibagi menjadi tiga bagian, Jawa Barat yang sangat kental dengan budaya suku Sunda dan Betawi, serta Jawa Tengah dan Jawa Timur yang masih kental dengan suku dan adat Jawa.

Nah, bagi kamu yang mengaku orang Jawa, atau setidaknya kamupernah tinggal di pulau ini, berikut adalah beberapa adat dan mitos yang paling fenomenal berkembang di masyarakat Jawa.

Dan yang luar biasa, namanya juga adat istiadat, sehingga benar-benar tetap terpelihara dengan baik secara turun temurun sampai sekarang ini.

Weton

pandjipainting.wordpress.com

Weton atau penanggalan jawa biasanya menandai lahirnya seseorang atau suatu kejadian yang bertepatan dengan salah satu hari di penanggalan jawa.

Macam weton ada lima, yaitu Pon, Wage, Kliwon, Pahing, dan Legi.

Weton ini biasanya digunakan oleh masyarakat Jawa untuk menandai lahirnya bayi atau matinya seseorang.

Ada beberapa pantangan yang berlaku di masyarakat Jawa kental, dimana orang dengan weton tertentu tidak bisa menikah dengan orang yang berweton tertentu.

Nah ketika dilanggar, biasanya berkembang mitos bahwa pernikahan, keluarga, serta anak cucunya akan mengalami banyak kesialan dalam hidup.

Bersih Desa atau Nyadran

koranyogya.com

Bagi masyarakat Jawa kental, adat ini merupakan adat turun temurun yang diwariskan leluhur untuk terus dilakukan oleh anak cucunya.

Nyadran atau bersih desa adalah sebuah ritual membuat tumpeng besar yang tujuannya untuk membersihkan desa dari segala macam gangguan yang tidak baik.

Sayangnya, nasi tumpeng dan hewan sembelihan itu dipersembahkan bagi “Simbah” yang menjaga desa, padahal segala bentuk perlindungan hanya datang dari Tuhan.

Sekaten

aboutyogya.wordpress.com

Bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya Surakarta dan Yogyakarta, tradisi Sekaten pasti sudah tidak asing lagi.

Tradisi yang ditujukan untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW ini dilakukan dengan mengarak dua gamelan oleh para abdi dalem.

Tradisi ini diawali oleh Grebeg Muludan dan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Biasanya pada malam Sekaten ada sebuah pasar malam dan hiburan bagi rakyat.

Tingkeban atau Tujuh Bulanan Hamil

astumd.wordpress.com

Tradisi yang ini berhubungan dengan kehamilan. Dalam adat jawa, ada sebuah tradisi yang harus dilakukan oleh seorang calon Ibu yang usia kandungannya mencapai 7 bulan.

Tingkeban ini sangat terkenal dengan prosesi siraman yang dilakukan oleh sepasang suami isteri, seperti siraman seorang mempelai wanita sesaat sebelum menikah.

Dipercaya bahwa tingkeban akan menjauhkan si Ibu, Anak, Ayahnya, dan keluarga besar dari segala macam mara bahaya.

Jika beberapa ada Jawa sudah tidak ada di suku Sunda maupun Betawi yang masih tinggal di Jawa, namun ternyata tingkeban masih ada di suku Sunda lho!

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *